Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Selamat datang di dunia!!


__ADS_3

Tak lama akhirnya mereka semua sampai di rumah sakit, Dira segera di bawa ke ruang bersalin dan di tangangi oleh suster serta dokter di sana.


" Sakit.. " hanya itu yang terlontar dari bibir Dira dengan keringat yang mulai membasahi wajahnya.


" Sabar ya bu, ini baru pembukaan lima," ucap dokter wanita tersebut setelah mengecek jalan lahir Dira.


"Baru pembukaan lima dok? tapi kenapa rasanya sakit sekali? " tanya Dira dengan wajah gusar.


" iya memang seperti itu bu, semakin banyak pembuktian nya pasti semakin kuat kontraksi nya.. terus atur nafas secara perlahan ya bu, jangan tegang, saya keluar sebentar nanti saya ke sini lagi untuk memeriksa nya kembali," jelas dokter tersebut yang keluar dari ruangan Dira.


"Sakit.. " Desis Dira yang terus memegang tangan Rai yang duduk di samping nya.


" Sayang, pembukaan lima maksudnya apa? masih lama gitu? " tanya Rai dengan ekspresi bingung.


" iya," jawab Dira yang sudah tidak sanggup menjelaskan secara rinci pada Rai.


Dira terus mengerang kesakitan di iringi air matanya, rasa sakit itu terkadang mereda tapi tak lama kembali lagi dengan sensasi yang semakin sakit.


"Sayang.. ini sakit banget, " ucap Dira sambil menangis dan meremas tangan Rai yang di pegang nya.


" Tahan ya sayang, " sahut Rai dengan wajah sedih sambil terus mengusap wajah Dira dengan tissu yang di penuhi keringat dan terus menciumi kening nya.


" Aku haus, " ucap Dira yang merasakan tenggorokan nya sangat kering saat itu.


" Nih, minum dir," Nanda memberikan sebotol air mineral pada Dira dan Dira segera meminum nya, tak lama Dira kembali mengerang kesakitan merasakan kontraksi yang kembali muncul dan semakin kuat.

__ADS_1


"Aduh, gue tunggu di luar aja ya," ucap kemal.


"Kenapa loe? " tanya Arya dengan ekspresi bingung.


" Enggak tega gue, jadi inget nyokap gue," sahut kemal yang tidak sanggup mendengar rintihan Dira dan beranjak keluar dari ruangan tersebut.


"inget nyokap? gue kira inget dosa suka buat anak tapi enggak nikah? " cletuk Nanda dengan ekspresi geli.


Tak lama datang orang tua Rai dan Dira yang langsung menghampiri Dira karena Rai sempat menelepon nya.


" Sayang, gimana sayang, kamu enggak apa-apa? " seru mama Dira khawatir.


" Sakit mah.. sakit banget, tadi kata dokter baru pembukaan lima, " sahut Dira yang semakin merasa lelah.


" Sayang, tahan ya.. memang begitu kalau melahirkan, kamu pasti kuat," ucap mama Rai sambil mengusap lembut rambut Dira.


" Sakit dok.. sakit banget, " pekik Dira sambil terus menangis.


" Ini sudah pembukaan terakhir bu," ucap dokter tersebut dan mereka yang ada di dalam segera keluar, meninggalkanmu Rai dan Dira serta dokter dan suster yang menangani nya.


" Tarik nafas, lalu keluarkan perlahan ya, dorong lebih kuat ya, saya bantu dorong," ucap dokter tersebut memberikan instruksi.


Uuhh.. engggh.. hufh..huu..haa..


Dira mencoba menuruti intruksi dari dokter, keringat mulai membasahi wajah dan tubuh nya, rasa sakit yang teramat sangat samakin menjalar di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Sakit.. sakit Rai.. " Rintih Dira sambil terus meremas dan mencengkram tangan Rai.


" Sayang, kamu pasti bisa, jangan nyerah" sahut Rai yang merasa tidak sanggup melihat Dira seperti sangat kesakitan, air mata sedikit jatuh dari pelupuk mata nya.


" Sakit.. sakit.. aku udah enggak kuat," Dira menangis sejadi jadinya.


" Dok, istri saya seperti sudah enggak kuat, apa enggak bisa kalau di operasi saja? " ucap Rai yang sudah tidak sanggup melihat Dira.


" ini sudah tinggal sedikit lagi pak, ibu pasti bisa terus atur nafas ya, dan mengejan sekuat kuatnya " jelas dokter tersebut.


Dira kembali mengatur nafasnya dan berusaha mengejan sekuat kuatnya di sisa sisa terakhir tenaga nya.


*Aaaaarrrgghh... Dira mengejan sekuat kuatnya sambil mencengram lengan Rai dengan sangat kuat. tampak wajah Rai yang sedih bercampur cemas.


oek.. oek.. oek..


Terdengar suara bayi memenuhi ruangan tersebut, membuat mereka yang ada di ruangan tersebut tersenyum lega. Dokter mengangkat bayi yang masih berlumuran darah tersebut dan meletakkan nya ke dada Dira. Tampak Dira dan Rai tersenyum sumringah dan mencium buah hati mereka.


" Selamat ya, anak kalian laki laki, saya timbang dan bersihkan dulu ya," ucap dokter tersebut dan suster di samping nya mengambil bayi tersebut untuk di bersihkan.


Rai mengecup lembut kening Dira yang tampak lelah, dan memgusap keringat yang membasahi wajah nya dengan tissu.


" Terima kasih ya, kamu hebat, aku mencintaimu " ucap Rai seraya mencium punggung tangan Dira.


Dira tersenyum sumringah, melihat binar mata Rai yang terlihat sangat bahagia atas kelahiran putra pertamanya.

__ADS_1


Guys.. maaf ya kalau ada kesalahan kata kata, karena jujur aku pribadi melahirkan secara secar jadi agak bingung juga menjelaskan nya.. 😂😂 tapi mau normal atau secar semua ibu tetap sama sama sempurna kok, cuma caranya saja yang berbeda.. iya kan moms.. 😂😂❤️❤️❤️


__ADS_2