
Sekian lama keluarga Rainan menunggu tapi Reska tak kunjung datang.
"Aku mau ke rumahnya." Rayyan beranjak dari sofanya.
Dira menahan lengan putranya."Sayang, jangan emosi, pasti Reska punya alasan kenapa tidak bisa datang." jelas Dira yang melihat wajah purtanya sudah sangat emosi.
Rayyan tak menjawab dan bergegas keluar rumah menuju rumah Reska. Sampai tak lama mobil yang di kendarainya berhenti tepat di rumah rumah Reska.
Rayyan mengetuk pintu dan mengucap salam berulang kali sampai pembatu di rumah tersebut membukakan pintu.
"Bi, ada Reskanya?" tanya Rayyan begitu pembantu tersebut membuka pintu.
"Non Reska baru saja pergi den,"
"Pergi? pergi ke mana?"
"Enggak tau den, tadi pergi sama orang tuanya." jawab jujur pembantu tersebut.
"Sama orang tuanya?" Rayyan tampak bingung dan kembali ke mobilnya lalu kembali mencoba menghubungi Reska tapi nomernya tetap tidak aktif.
SHIIITTT!!!
Rayyan memukul keras stir mobilnya.
"Kemana kamu?" gumamya lirih.
***
Beberapa hari kemudian Rayyan tetep tidak menemukan Reska dan orang tuanya meskipun berulang kali dia sudah mendatangi rumah kekasihnya itu.
"Gimana loe dapet kabar enggak?" tanya Rayyan pada Devan dan Elang yang mencoba mendatangi kampus Reska siang itu.
"Enggak, katanya dia udah enggak masuk kampus." jelas Devan yang juga memasang wajah bingung.
Rayyan mengusap kasar wajahnya." Kemana kamu?" gumamya seraya memijat pelan keningnya.
"Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?" batinya kemudian.
Rayyan mencoba berfikir sampai dia teringat sesuatu.
"Buku catatan!! biasanya dia selalu menulis apa pun di situ!!" batin Rayyan yang kemudian beranjak dari kursinya.
"Mau ke mana loe?" tanya Elang namun Rayyan tak menjawab dan bergegas ke mobilnya menuju rumah Reska.
Tak lama Rayyan sampai mengucap salam dan mengetuk pintu dengan tergesa gesa.
"Den Rayyan? non Reskanya belum pulang." ucap pembantunya yang melihat wajah Rayyan di balik pintu.
__ADS_1
"Saya ijin masuk sebentar." Rayyan bergegas menuju kamar Reska, membuat pembantu tersebut hanya diam mematung dengan wajah bingung.
Rayyan masuk ke kamar Reska yang tidak terkunci dan mencari sesuatu ke seluruh sudut kamar. Sampai dia menemukan buku catatan yang pernah di bacanya dulu di kamar tersebut. Rayyan kembali membacanya dan tersentak kaget dengan semua tulisan Reska yang memang berniat meninggalkannya karena perjodohan tersebut semua tertulis di sana.
SHIIITTT!!!
Rayyan melempar buku tersebut dengan penuh emosi.
"Kenapa loe enggak jujur sama gue!! loe benar benar jahat Res!!!" umpatnya dengan perasaan yang sangat kecewa..
Rayyan bergegas keluar kamar Reska dan kembali menuju rumahnya.
"Sayang, kamu dari mana?" tanya Dira yang melihat Rayyan baru memasuki rumah.
Rayyan menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah ibunya.
"Benar dulu yang pernah nengasuh ku waktu kecil tante Shanum?" tanyanya yang menatap tajam sang ibu.
"Benar, memangnya kenapa sayang?" tanya Dira bingung.
Rayyan menggelengkan kepalanya." Kenapa dia jahat."
"Jaha? maksud mu apa?" Dira semakin tidak mengerti dengan ucapan Rayyan.
"Dia mau menjodohkan Reska dengan pria lain, Reska tidak mau dan lebih memilih melanjutkan kuliahnya di luar negeri tapi Rayyan enggak tau di mana dia melanjutkan kuliahnya." lirih Rayyan.
"Sayang, kamu tau dari mana hal itu?" Dira memasang wajah tidak percaya.
"Kenapa Shanum seperti itu? " gumam Dira yang juga kecewa dengan sikap Shanum dan tidak mengerti mengapa Shanum melakukan hal itu.
Tak lama Dira pun menceritakan hal tersebut pada Rainan dan Rainan berulang kali mencoba menghubungi Kemal tapi tak pernah bisa.
Rayyan pun membatalkan rencananya untuk melanjutkan kuliahnya Dia seperti kehilangan arah dan kerap kali menghabiskan waktunya di klub malam. Rayyan berubah tak seperti dulu.
Pagi itu pukul 03.00 dini hari Rayyan kembali ke rumahnya dan memasuki rumah yang sudah terlihat sepi.
"Rayyan!! " sentak Rainan yang melihat sang putra baru memasuki rumah.
"Papa?"
PLAAAKKK!!
Tamparan keras mendarat di pipi Rayyan.
"Sayang, jangan tampar Rayyan!!" pekik Dira yang melihat putra kesayangannya di tampar.
"Kenapa kamu jadi seperti ini? kamu fikir klub malam tempat yang baik? yang bisa mempertemukan kamu dengan Reska?!" sentak Rainan yang tidak mengerti dengan sifat sang putra yang sangat berubah drastis.
__ADS_1
Rayyan hanya terdiam.
"Lupakan Reska, papa akan mencarikan wanita yang lebih baik darinya." tegas Rainan.
"Aku tidak butuh bantuan papa." ketus Rayyan yang meninggalkan orang tuanya menuju kamarnya.
***
Hari hari berikutnya Rayyan tetap sama semakin berantakan dan menghabiskan waktunya di klub malam. Sampai Devan dan Elang yang tau Rayyan sudah tak sadarkan diri di klub tersebut segera membawanya ke rumah Devan.
"Rayyan mabuk?" tanya Nanda yang melihat Devan memapah Rayyan ke dalam rumah.
Devan mengangguk dan membawa Rayyan ke kamarnya bersama dengan Elang dan Rayka.
"Kenapa dia persis sekali seperti si Rai kalau sedang putus cinta?" batin Nanda sambil mengelengkan kepalanya mengigat kelakuan temannya beberapa tahun silam.
"Gue udah tau si Reska sekarang ada di rumah neneknya." sahut Elang yang sudah mengetahui keberadaan Reska.
"Gue ke sana sekarang." sahut Rayka yang langsung melajukan mobilnya pagi buta hari itu.
Tak lama Rayka sampai di rumah nenek Reska dan melihat pembatunya membuka pintu. Tak lama Reska pun turun dan sangat terkejut melihat kedatangan Rayka jam 5 pagi saat itu.
"Rayka?" Reska bergegas membalikkan badannya dan hendak menaiki anak tangga kembali tapi Rayka mengejarnya dan menahan erat lengannya.
"Ikut gue!! " paksa Rayka.
"Gue enggak mau!!"
Rayka tidak perduli dan tetap menarik paksa tangan Reska lalu memasukkannya ke dalam mobilnya.
"Kita mau ke mana?" tanya panik Reska.
"Loe harus bertanggung jawab atas perbuatan loe!!" sentak Rayka yang membuat Reska terdiam.
Tak lama Rayka membawa Reska ke rumah Devan dan menuju kamarnya terlihat Rayyan, Devan dan Elang di sana.
"Lihat, kakak gue jadi seperti ini karena wanita seperti loe!!" ucap Rayka.
Reska tertenggun melihat Rayyan yang sudah tak sadarkan diri dan tampak berantakan.
"Loe buat dia bertengkar sama bokapnya, mabuk dan lalu setelah ini apa lagi? kakak gue bunuh diri karena loe gitu?" sambung Rayka dengan penuh emosi.
"Kalau akhirnya loe meninggalkan kakak gue harusnya loe enggak usah mencintainya dari awal." Rayka, Devan dan Elang pun keluar dari kamar tersebut.
Reska perlahan berjalan mendekati Rayyan yang masih memejamkan matanya di ranjang.
"Kenapa jadi seperti ini?" ucapnya yang sangat sedih melihat keadaan Rayyan.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin kamu membenci mama ku jika aku menceritakan semuanya pada mu.. aku sangat mencintaimu.. tapi aku pun sangat menyayangi mama.. aku harus bagaimana? aku harus bagaimana Rayyan?" ucap Reska yang mengusap rambut Rayyan dengan beruarai air mata.
Guys.. rumit ya? jujur aku memang lebih suka cerita yang berkonflik karena bisa menantang imajinasi ku, tapi yang jelas aku juga enggak suka cerita yang bertele tele dan sad ending jadi.. ikutin aja alurnya yak.. jangan lupa votenya.