Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Datanglah


__ADS_3

Air mata Reska perlahan mulai mereda. Reska melihat gadis yang sedang berdiri tak jauh darinya dan mata sendunya memperhatikan mereka.


Friska.


Perlahan Reska melepaskan pelukannya. Rayyan menghapus air mata yang masih membasahi pipi Reska dengan jemarinya. Reska memegang tangan Rayyan yang sedang mengusap air matanya dengan tatapan lurus ke depan. Rayyan mengikuti arah mata Reska dan terlihat Friska yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Friska?" gumam Rayyan.


"Aku pulang dulu," lirih Reska yang merasa tidak nyaman karena dia tau Friska menyukai Rayyan.


Rayyan memegang tangan Reska dan menuntunnya berjalan menuju Friska.


"Friska? kamu sedang menunggu ku?" ucap Rayyan yang hampir lupa kalau Friska akan menemuinya.


"Tidak, aku pulang saja." Friska berusaha tersenyum.


"Maaf.." ucap Rayyan yang mencoba mengerti perasaan gadis itu dan sedikit merasakan bahwa Friska menyukainya.


Friska menggeleng."Tidak apa apa, aku mengerti, aku pulang dulu." pamit Friska seraya melirik Reska yang sedikit menundukan kepalanya dan tangan Rayyan yang mengenggam erat tangan Reska.


Gadis itu kembali mencoba tersenyum dan berjalan pergi.


"Fris..!!" Reska hendak mengejar Friska tapi Rayyan menahanya tangannya.


"Tidak usah di kejar," larang Rayyan.


"Tapi dia menyukai mu." ucap Reska yang mengerti pasti Friska kecewa melihat semua ini.


"Aku tidak menyukainya." tegas Rayyan seraya kembali menarik tangan Reska ke tubuhnya hingga jarak wajah mereka sangat dekat.


Rayyan menangkup wajah Reska, mengusap lembut pipinya.


"Jangan pernah pergi lagi." pinta Rayyan yang memandang tajam bola mata Reska.


Reska mengangguk."Maafkan aku," air mata kembali membasahi pipinya.


"Aku sudah tau semuanya, mulailah dari awal dengan ku, kita berjuang bersama." pinta Rayyan penuh harap.


Reska terdiam, hatinya kembali bimbang, harus bagaimana caranya untuk membuat mamanya luluh dan menerima Rayyan.


Rayyan melepaskan tangannya dari wajah Reska.


"Kamu masih ragu? ingin membuat ku terluka lagi?" Rayyan tersenyum kecut.


"Aku... "


"Lusa aku tunggu di tempat ini datanglah jika kamu ingin kembali memulai dari awal dengan ku, kalau kamu tidak datang aku akan mencoba mengerti dan pergi dari hidup mu." tegas Rayyan.


Reska tersentak dengan ucapan Rayyan.


Rayyan mengambil handphone Reska di saku mantelnya. dan menyimpan nomornya di sana.

__ADS_1


"Lusa aku akan menghubungi mu." bisik Rayyan yang berlalu pergi meninggalkan Reska yang masih diam mematung.


***


Keesokan harinya Kemal datang ke Australia dan mengambil cuti dari perkerjaannya.


"Di minum sayang," Shanum meletakkan teh hangat di meja dan duduk di sebelah Kemal yang sibuk menatap layar laptopnya malam itu.


"Makasih ya," Kemal meminum teh tersebut.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" ucap Shanum dengan nada ragu.


"Bertanya apa?"


"Bagaimana hubungan mu dengan Rainan?"


Kemal menghentikan aktifitas mengetiknya mendengar ucapan Shanum.


"Menurut mu?" Kemal menoleh ke arah Shanum yang sedikit menundukan kepalanya.


"Apa semua baik baik saja?" tanyanya kembali.


Kemal tersenyum kecut." Aku dan Rainan berteman sejak SMA, dia teman terbaik ku. Tapi, kita bukan anak muda lagi kita sudah mempunyai anak masing masing, bagaimana pun orang tua akan lebih memihak anaknya ketimbang persahabatannya."


Shanum tertengun mendengar ucapan suaminya.


"Kalian sudah tidak bersahabat?"


Shanum terdiam dengan fikirannya..Sedang Reska yang sedari tadi bersembunyi dan mendengar percakapan mereka semakin merasa perasaannya tak karuan.


"Jadi hubungan papa dengan papa Rayyan tidak baik lagi? ini semua karena aku? papa Rayyan pasti sangat membenci ku." lirih Reska.


Keesokan harinya Reska menatap layar handphonenya dengan gelisah melihat begitu banyak pesan masuk dari Rayyan yang sudah menunggunya di tempat yang sudah mereka janjikan.


"Semuanya terasa begitu rumit." gumam Reska yang merebahkan tubuhnya di ranjang dengan air mata yang kembali jatuh membasahi pipinya.


Tak lama Shanum mengetuk pintu kamar Reska namun tak ada jawaban. Shanum membuka pintu tak ada Reska di kamar namun handphonenya terus saja berdering tertera nama Rayyan di sana.


"Rayyan?" gumamya.


Shanum duduk di ranjang dan membaca semua pesan masuk dari Rayyan yang menananti kedatangan Reska malam itu. Shanum melirik buku catatan yang tergeletak di ranjang dan membacanya perlahan. Tertulis semua perasaan Reska di sana.


"Aku tidak bisa melupakan nya, bagaimana bisa melanjutkan hidup ku jika aku tidak bersamanya? harus kah aku mengakhiri hidup ku?"


Shanum membekap bibirnya dengan tangannya melihat tulisan tersebut dia benar-benar tidak menyangka bahkan Reska mempunyai fikiran seperti itu karena Rayyan.


"Sayang, kenapa seperti ini?" Shanum menitihkan air matanya membaca semua tulisan putrinya itu.


"Mama," ucap Reska yang masuk ke kamarnya dan melihat Shanum yang sedang membaca buku catatannya.


Shanum mendongkakan wajahnya melihat Reska yang berdiri di hadapannya, wajah pucat dan mata sembab Reska yang mungkin tidak pernah Shanum perhatikan karena egonya.

__ADS_1


Shanum berdiri dan memeluk erat Reska."Maafkan mama," sesalnya dengan beruarai air mata.


"Maafkan mama, sudah membuat mu tersiksa selama ini."


Reska menangis dan bersyukur sang ibu akhirnya bisa mengerti perasaannya.


Shanum melepaskan pelukannya."Temui Rayyan, katakan semua padanya." perintah Shanum.


"Tapi, bagaimana kalau keluarga Rayyan membenci Reska mah?" ucap Reska yang menyadari kesalahanya karena meninggalkan Rayyan saat Rayyan mengajak makan malam bersama keluarganya.


"Mama yang akan menyelesaikan itu, mama yang akan meminta maaf pada mereka, ini semua salah mama, sekarang cepat temui Rayyan."


Reska mengangguk dan menghapus air matanya lalu bergegas keluar rumah.


***


Malam itu Rayyan masih menunggu Reska di tempat tersebut. Sudah sangat lama Rayyan menunggu tapi Reska tak kunjung datang.


Rayyan tersenyum lirih."Dia tidak datang tidak ingin memulai semuanya lagi." gumamya seraya menundukan kepalanya dengan penuh rasa kecewa.


Rayyan beranjak dari kursinya dan perlahan berjalan meninggalkan tempat itu.


"GANTENG!!!"


Rayyan menghentikan langkahnya mendengar samar suara wanita yang tak asing untuknya. Rayyan menoleh dan melihat Reska yang berdiri dengan nafas yang terengah engah.


"Aku cinta kamu Rayyan." seru Reska dengan senyum di bibirnya.


Rayyan tersenyum dan perlahan berjalan menghampiri Reska lalu memeluknya erat.


"Maaf.. aku terlambat." sesal Reska.


"Syukurlah kamu datang, hampir saja aku menjatuhkan tubuh ku ke laut."


Reska melepaskan pelukannya." Serius?" tanyanya dengan ekspresi khawatir.


"Tentu tidak, kalau aku mati nanti kamu pasti menikah dengan pria lain, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." goda Rayyan sambil tersenyum.


Reska memukul gemas dada Rayyan.


"Aku mencintaimu, kita mulai dari awal lagi mulai saat ini." ujar Rayyan.


"Aku juga mencintai mu, kita mulai lagi semua dari awal dan aku pastikan kita tidak akan berpisah lagi." balas Reska dengan senyum cerianya.


Rayyan tersenyum dan kembali memeluk erat wanita yang di cintainya malam itu.


**Netizen : thor kenapa sih Rayyan enggak pacaran sama Friska aja?


Otor : kalau Rayyan pacaran sama Friska karakter Rayyan jd berubah dong sayang jadi terkesan cowok plin plan dan mudah pindah ke lain hati.. Karakter Rayyan kan setia enggak kaya babeh nya Rainan.. wkwkwk.


Jangan lupa votenya ya say.. aku up lg besok kalau votenya kencang ❤️❤️❤️**

__ADS_1


__ADS_2