Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Harus istirahat


__ADS_3

Malam hari Kemal dan keluarga Rai pergi ke rumah Rayyan.


"Mama?" ucap Rayyan saat melihat orang tuanya di balik pintu.


"Sayang, mama mau nengok menantu mama yang sedang hamil," sahut Dira antusias.


"Kok mama tau?"


"Tadi Reska bilang sama papa," sahut Kemal.


Rayyan pun mempersilahkan mereka masuk dan menemui Reska yang sedang berada di kamar. Terlihat wajah senang Dira dan Shanum yang menanti cucu pertama mereka. Sedang Kemal dan Rai duduk di taman belakang.


"Eh, gimana ya kalau nanti cucu gue kaya si Rayyan?" ucap Kemal seraya meminum cofenya.


"Lah kenapa emang? harus kaya si Rayyan lah ganteng," sahut santai Rai.


"Bukan gitu.. gimna kalau nakalnya itu kaya si Rayyan.. amit amit," Kemal bergidik ngeri membayangkan kelakuan Rayyan sewaktu kecil.


Rai terkekeh geli mendengar ucapan temannya itu." Ya mau gimana lagi, orang dia bapaknya pasti engga jauh beda kelakuannya,"


"Gimana ya, harus di cegah nih sebelum terjadi," Kemal memgaruk kepalanya seraya berfikir.


"Maksud loe?" Rai memasang wajah heran.


"Mesti konsultasi nih sama pak ustad," Kemal mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Halo, Assalamualaikum," terdengar suara Nanda di balik telepon.


"Walaikumsalam, pak ustad, lagi apa loe?" tanyanya basa basi.


"Udah ngomong aja kenapa loe telepon gue." ucap gemas Nanda.


"Oh, si Reska hamil,"


"Si Reska hamil kenapa ngasih tau gue?" Nanda tampak bingung.


"Loe kan religius orangnya, loe bisa engga kasih doa doa gitu biar cucu gue enggak nakal kaya bapaknya," pinta Kemal yang sontak saja membuat Nanda tertawa mendengarnya.

__ADS_1


"Kalau cucu loe nakal ya wajar, loe nya juga dulu nakal," cibirnya kemudian.


"Gue serius, loe ke rumah si Rayyan deh sekarang kasih doa apa gitu buat cucu gue," pinta Kemal memaksa.


"Loe kira gue dukun punya jampe jampe gitu, lagian cucu loe juga belom kebentuk mukanya udah panik gitu," gerutu Nanda.


"Udalah susah minta tolong sama loe, assalamualaikum." Kemal langsung menutup teleponnya sedangkan Rai yang sedari tadi mendengar percakapan mereka hanya terkekeh geli sendiri.


"Emang enggak pernah berguna nih orang," gerutu Kemal.


"Loe nya aja yang lebay, bener kata si Nanda," sahut Rai masih dengan tawanya.


****


Keesokan harinya Reska sudah bersiap siap dengan kemeja kerjanya.


"Kamu mau kerja?" tanya Rayyan yang melihat Reska tengah bercermin di meja riasnya.


"Iya,"


"Lebih baik kamu berhenti saja," pinta Rayyan.


"Aku masih kuat kok," ucapnya lembut.


"Terserahlah," Rayyan beranjak dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah itu mereka pergi ke kantor masing masing. Reska pun melakukan perkerjaan seperti biasanya. Namun di tengah tengah perkerjaannya Reska merasakan perutnya sangat sakit.


"Aduh kok sakit gini sih," rintihnya yang langsung bergegas ke kamar mandi dan merasakan ingin buang air kecil namun matanya terbelalak kaget melihat bercak darah di celana dalamnya.


"Ya ampun, ini darah apa?" gumamya panik.


"Sakit banget lagi perut aku," rintihnya kembali.


Reska pun kembali ke meja kerjanya dan mencoba menghubungi Rayyan.


"Halo sayang, kenapa?" ucap Rayyan di balik telepon.

__ADS_1


"Perut aku sakit, terus ada kaya darah gitu di celana aku, sepertinya aku mau pulang,"


"Apa? yaudah aku jemput sekarang!!" Rayyan langsung menutup teleponnya dan bergegas melajukan mobilnya ke kantor Reska dengan perasaan panik.


Setelah sampai Rayyan melihat Reska yang keluar dari kantornya dan bergegas masuk ke dalam mobil.


"Kamu enggak apa-apa?" tanyanya panik yang melihat wajah Reska sudah memucat.


"Perut aku sakit, aku mau istirahat di rumah," rintihnya.


"Kita ke dokter sekarang!" tegas Rayyan yang langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Dokter pun segera melakukan pemeriksaan pada Reska.


"Silakan duduk," ucap dokter wanita tersebut setelah melakukan pemeriksaan.


Rayyan dan Reska pun duduk berhadapan dengan dokter wanita tersebut yang sepertinya akan menyampaikan sesuatu.


"Dari hasil pemeriksaan, kandungan ibu ini lemah," ucapnya.


"Apa lemah?" sahut Reska yang tampak terkejut.


"Iya, saya menyarankan ibu untuk bed rest dan mengurangi kegiatan ibu untuk sementara waktu, karena jika di paksakan ini akan berdampak buruk pada janin ibu," jelas dokter tersebut.


"Baiklah, saya akan mengikuti saran dokter," sahut Reska dengan wajah cemasnya.


"Ya sudah, istirahat yang banyak ya, jaga pola makan dan jangan Strees, saya akan memberikan obat dan vitamin untuk ibu," ucap ramah sang dokter dengan senyumnya.


Setelah selesai Rayyan dan Reska pun kembali ke rumah.


"Kamu dengar apa yang tadi dokter itu katakan?" ucap Rayyan saat mereka memasuki kamar.


"Aku mengerti," sahut Reska pelan.


"Aku akan mencarikan pembantu agar kamu tidak capek, dan berhentilah berkerja mulai besok, mengerti?" Rayyan meninggikan sedikit suaranya yang merasa sedikit kesal dengan Reska yang selalu tidak mendengar perkataannya.


"Aku mengerti, maafkan aku," sesalnya.


"Sudahlah, aku tidak kembali ke kantor, aku akan mencarikan pembantu untuk mu hari ini." tegas Rayyan yang langsung menelepon temannya untuk di carikan pembantu hari itu.

__ADS_1


Aku enggak semangat up nih.. habis kalian juga enggak semangat vote.. jadi sedih 😢😢😢


__ADS_2