Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Dira centil


__ADS_3

Sore itu setelah pulang dari kantor rai bergegas masuk ke rumah nya. Rai memanggil dira beberapa kali tapi tak ada jawaban, sampai rai melihat dira, yang sedang memasak di dapur.


" Sayang " bisik rai sambil memeluk dira dari belakang


" Sudah pulang? " dira menoleh dan melanjutkan lagi memasak nya


" Iya, di panggil enggak nyaut nyaut sih "


" Enggak denger "


" Oiya, lusa aku ada peresmian kantor baru di bali, aku, kemal sama beberapa karyawan ikut ke sana " ucap rai


Dira mengerutkan kening nya dan mematikan kompor nya berbalik badan menatap rai.


" Asik, aku ikut kan? " tanya dira dengan mata yang berbinar binar


" Aduh maaf ya, itu acara untuk karyawan saja " sahut rai yang sontak saja membuat raut wajah dira menjadi murung


" Kamu aja? terus tania ikut juga? "


" Pasti donk, kan dia sekretaris " jelas rai sambil menahan tawa


" Terus nanti kamu bakal sama dia terus donk? " tanya dira kembali dengan raut wajah yang semakin murung dan terlihat cemas


" Jelas donk " goda rai


" Kalau gitu kamu enggak boleh ikut " tegas dira


" Enggak bisa dong, aku kan karyawan baru masa nolak, lagi pula enggak semua karyawan yang bisa ikut cuma yang terpilih aja " jelas rai


" Oh, yaudah deh " ucap dira pelan dengan wajah yang cemberut. Rai terkekeh geli melihat wajah dira yang semakin di tekuk.


" Kok kamu ketawa? "


" Iya, iya maaf, aku bohong kok " ucap rai sambil tertawa kecil


" Berbohong gimana? " dira mengerutkan kening nya


" Iya, kamu boleh ikut kok, boleh bawa keluarga " jelas rai

__ADS_1


" iiiisshhh.. kamu nyebelin banget sih, ngapain coba bohong segala " dira memukul gemas lengan rai


" Habis lucu kalau liat kamu cemburu, apa lagi kalau denger nama tania " goda rai


" Habis aku enggak suka sama si ulat bulu centil itu " sahut dira yang membuat rai terkekeh geli.


" Sayang, kalau acara kaya gitu berarti harus pakai baju yang bagus ya? " tanya dira


" Iya lah, memang nya kamu mau pakai baju tidur gitu? "


" iiiisshhh.. apaan sih, berarti aku harus beli baju lagi ya "


" Lho, bukan nya belum lama kamu sudah beli baju? " rai mengerutkan kening nya sambil mengingat belum lama ini dira sudah membeli banyak baju


" Memang sudah, tapi itu dress biasanya enggak cocok untuk acara resmi seperti itu.. beli lagi ya " pinta dira sambil bergelayut manja di lengan rai


" Ya sudah, aku antar ya, aku mandi dulu" ucap rai sambil mencium gemas pipi dira dan bergegas mandi.


Setelah mandi rai dan dira makan malam di rumah dan bergegas ke sebuah mall untuk mencari pakaian yang di inginkan dira.


" Sayang, aku beli baju yang ini ya? " ucap dira saat sampai di toko pakaian dan memperlihatkan baju pilihan nya pada rai.


" Tidak, tidak jangan beli yang itu " rai bergegas mengambil baju tersebut dan menaruh nya di tempat semula.


" Lho kenapa? " dira mengerutkan kening nyw


" Aku saja yang pilih " tegas rai yang langsung menuntun dira menyusuri toko tersebut sambil mencari pilihan baju yang lain


" Pakai yang ini saja " ucap rai sambil mengambil sebuah dress yang lebih tertutup dan memberikan nya pada dira


" Kok warna nya hitam? kaya acara pemakaman " keluh dira


Rai mengambil dress itu kembali dan mencari pilihan yang lain.


" Yang ini saja deh " ucap rai sambil kembali mengambil sebuah dress dan menempelkan nya di tubuh dira


" Ini warna putih, aku enggak suka " tolak dira


Rai menghela nafas dan kembali menaruh dress pilihan nya lalu kembali mencari pilihan yang lain.

__ADS_1


" Yasudah, yang ini saja " rai kembali memperlihatkan sebuah dress dan kembali menempelkan nya pada tubuh dira


" Ini warna nya pink, enggak suka, terlalu feminin warnanya " tolak dira kembali


" Astaga.. sudah kamu pilih sendiri saja lah, tapi jangan yang terlalu terbuka, nanti masuk angin " ucap rai yang mulai frustrasi memilihkan baju untuk dira


Dira tertawa kecil melihat ekspresi rai yang tampak lucu dan kembali mencari dress yang dia sukai.


" Sayang yang ini aja ya " ucap dira sambil memperlihatkan dress yang lebih tertutup pilihan nya.


" Lho, kok warna hitam? tadi katanya kaya acara pemakaman? " protes rai sambil mengulang ucapan dira


" Iya, tapi aku suka motif nya " sahut dira sambil memperlihatkan senyum pepsodent nya


sabar.. sabar.. batin rai


Setelah memilih beberapa pakaian rai dan dira keluar meninggalkan mall tersebut untuk kembali ke rumah. Dira kembali membuka paper bag dan pakaian yang sudah di beli nya.


" Cantik, cantik banget sih " gumam dira sambil tersenyum sumringah melihat pakaian yang sudah di beli nya.


ya ampun centil banget sih. batin rai yang tampak lucu melihat dira yang semakin centil bak anak remaja yang baru puber


" Coba lagi ah " ucap dira sambil membawa pakaian ke kamar mandi


" Coba lagi? tadi kan sudah di coba waktu di mall? " sahut rai


" Beda lah, kan di rumah belum di coba " ucap dira yang langsung meninggalkan rai ke kamar mandi


Astaga.. centil nya udah akut banget nih. batin rai


Tak lama dira keluar dan sudah mengenakan pakaian yang sudah di beli nya, dira menuju cermin besar di kamar nya melihat pantulan bayangkan di cermin


" Sayang, cantik kan? " dira berbalik badan meminta pendapat rai yang sedang bersandar di ranjang


" Iya cantik " sahut rai sambil tersenyum melihat dira yang tampak cantik memakai dress tersebut.


" aku enggak sabar mau pergi sama kamu ke bali " ucap dira sambil tersenyum sumringah dan melihat kembali tubuhnya di cermin


Rai hanya tersenyum melihat tingkah laku dira yang semakin manja dan sangat centil.

__ADS_1


Guys, makasih ya untuk like dan komen nya.. terus bantu vote lagi ya supaya aku bisa masuk 20 besar lagi.. ok cinta ❤️❤️


__ADS_2