Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Lirih


__ADS_3

Reska membenamkan wajahnya di bantal dengan air mata yang membasahi pipinya. Respon sang ibu pada permintaannya sungguh sangat membuatnya kecewa.


Tok Tok Tok.


Shanum mengangguk pintu kamar putrinya dan masuk ke dalam.


"Sayang," pangilnya.


Reska bergegas menghapus air matanya."Iya, mah." sahutnya.


Shanum tersenyum dan mencoba duduk di samping putrinya.


"Maafkan mama ya." ucapnya lembut sambil mengelus lembut rambut putrinya.


Reska hanya terdiam tanpa ekspresi.


"Sayang, boleh mama menjelaskan sesuatu?" ucapnya lagi.


"Jelaskan saja sampai Reska mengerti." ucapnya pelan.


Shanum menghela nafas dan kembali membelai rambut putrinya.


"Mama melarang mu menikah bukan karena mama tidak menyukai Rayyan. Mama tau Rayyan anak yang baik dan orang tuanya sangat berjasa dalam hidup mama,"


"Lalu?" sambil menatap wajah sang ibu.


"Maafkan mama, mama tidak pernah berfikir kalau Rayyan akan ingin segera menikah dengan mu.. Reska, mama ini hanya gadis desa, dulu keluarga kita sering mengalami kekurangan tapi ada satu keluarga yang selalu membantu keluarga mama saat itu, sampai akhirnya mama kenal dengan papa dan papa mu yang membantu keluarga mama dan adik adik mama yang kini sudah berkeluarga dan hidup lebih baik." jelas Shanum.


Reska masih terdiam dan belum mengerti arah tujuan pembicaraan sang ibu.


"Reska ini semua salah mana, sebelum nenek kamu meninggal dia menginginkan kamu menikah dengan salah satu putra dari keluarga tersebut, katanya salah satu putra mereka sangat menyukai kamu saat melihat kamu sering berkunjung ke kampung. Nenek merasa pemuda itu baik dan keluarga mereka pun baik dan akhirnya ingin sekali kamu bisa menikah dengan pemuda tersebut." sambung Shanum.


Reska tersentak kaget mendengar ucapan sang ibu.


"Kenapa seperti itu?? kenapa ibu mengambil keputusan sepihak seperti itu pada ku??!!!" seru Reska tak terima dengan air mata yang perlahan jatuh membasahi pipinya.


Shanum bergegas memeluk putrinya.

__ADS_1


"Maafkan mama sayang, maafkan mama, ini salah mama.. andaikan saja mama dari awal mengatakan hal ini padamu."


Reska terisak menangis mendengar ucapan sang ibu yang sangat memukul hatinya.


"Aku mencintai Rayyan." lirih Reska.


"Mama mengerti.. maafkan mama." Shanum semakin mengeratkan pelukannya.


***


Keesokan harinya Reska pergi ke kampus seperti biasanya. Sampai mata kuliah selesai Reska bergegas merapihkan bukunya.


"Sayang," panggil seorang pria.


Reska menoleh dan melihat Rayyan yang baru memasuki kelasnya sambil tersenyum.


"Rayyan?"


"Aku kira kamu enggak ke kampus tadi pagi kenapa handphonenya enggak aktif?" tanyanya sambil berjalan mendekat ke arah Reska.


"Oh, yaudah sekarang ikut aku." menarik tangan Reska.


"Kemana?"


"Ikut aja."


Reska pun pasrah sampai Rayyan melajukan mobilnya ke suatu tempat. Tak lama mereka sampai dan Rayyan menuntun Reska ke sebuah tempat.


"Bagus enggak?" tanya Rayyan.


Reska memutar pandangannya pada sebuah danau dengan pemandangan yang indah di sekitarnya.


"Bagus," Reska tersenyum.


Mereka pun duduk di sana.


"Kamu sakit?" tanya Rayyan yang melihat wajah Reska tidak seceria seperti biasanya.

__ADS_1


Reska menggeleng." Enggak kok, mungkin aku kelelahan." ucapnya sambil berusaha tersenyum.


Rayyan membelai lembut rambut Reska.


"Bagaimana, kamu sudah bilang tentang rencana kita pada orang mu?" tanyanya kemudian.


Deg!!


Jantung Reska berdegup kencang mendengar pertanyaan Rayyan. Dia tak tau harus menjawab apa.


"Kok diam aja?" tanya Rayyan yang melihat Reska hanya melamun di hadapannya.


"Aku..aku belum sempat bilang."


"Oh, yaudah aku yakin kok orang tua kamu pasti setuju apalagi orang tua kita memang sudah kenal dekat." ucap Rayyan dengan pemikirannya.


"Aku punya sesuatu untuk mu," Rayyan mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.


"Ini.. " Reska tertenggun melihat cincin cantik yang di perlihatkan Rayyan untuknya.


"Ini bukan cincin pertunangan, hanya saja seminggu lagi aku akan pergi beberapa hari ke Singapura untuk mengurus rencana aku yang akan kembali melanjutkan kuliah di sana, ada beberapa berkas yang harus aku urus terlebih dahulu.. pakailah cincin ini supaya tidak ada pria yang menganggu mu dan beranggapan kamu sudah bertunangan jika melihat cincin ini." jelas Rayyan sambil menyematkan cincin itu pada jari manis Reska.


"Jika ada pria yang menganggu mu, perlihatkan cincin ini dan katakan, kamu tunangan aku, mengerti?" jelas Rayyan sambil tersenyum.


Reska mengangguk dan air mata menggenang di pelupuk matanya.


"Kenapa menangis?" Rayyan menghapus air mata di pipi Reska.


Reska menggeleng dan memeluk Rayyan.


"Aku mencintaimu." ucapnya lirih.


"Aku sangat mencintaimu." balas Rayyan.


Aku tidak sanggup, sangat tidak sanggup mengatakan hal yang sebenarnya pada Rayyan. batin Reska yang menumpahkan air matanya di pelukan Rayyan.


**Bijaklah dalam berkomentar \, di kasih konflik dikit bilang enggak masuk akal\, basi atau apalah . di kehidupan nyata pun ada konflik malah enggak masuk akal kalau hidup lurus lurus aja kaya jalan tol apa lagi ini yang notaben nya cuma novel cerita Fiksi bukan film dokumenter . Hargai penulis dengan imajinasi nya kalian cukup baca enggak suka ya tinggalkan . Banyak penulis di MT yang di hujat karena membuat alur yang engga sesuai dengan keinginan pembaca. #Miris. **

__ADS_1


__ADS_2