Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Kehilangan jejak


__ADS_3

Dengan tergesa gesa Sabrina menyusuri seluruh supermarket tersebut tapi dia tak juga menemukan wanita yang menggendong Rayyan.


" Kemana mereka? kenapa cepat sekali hilangnya? " gumam nya panik.


Sabrina pun segera berlari ke tempat sekuriti berjaga dan meminta bantuan untuk mencari nya.


***


Setelah merapihkan meja kerjanya Nanda meminta ijin ke atasnya untuk pulang lebih awal dengan alasan ada keperluan mendadak, Nanda bergegas masuk ke mobilnya dan segera menghubungi Rai.


" Halo Nan, ada apa? " terdengar suara Rai di balik telepon.


" Loe di mana sekarang? tadi Sabrina telepon gue katanya dia lihat Rayyan." ucap Nanda to the point.


" Serius loe? " seru Rai yang tampak terkejut.


" Serius, katanya dia lihat di supermarket,  sama cewek, gue suruh tahan tuh cewek jangan sampai kabur, nih gue mau otw ke sana, loe cepat ke sini bawa polisi." jelas Nanda.


" Gue lagi di rumah sakit, yaudah gue langsung ke sana." sahut Rai yang langsung menutup telepon nya.


" Sayang , telepon dari siapa? " tanya Dira yang sedang bersandar di ranjang.


" Dari Nanda katanya Sabrina lihat Rayyan, ini aku mau ke sana."


" Beneran? sayang aku mau ikut." rengek Dira yang sudah tidak sabar ingin bertemu putranya.


" Beneran Rai, Rayyan ketemu? " tanya mama Rai Antusias.


" Iya mah, sayang, kamu masih sakit kamu di sini aja ya sama mama, aku pasti bisa bawa pulang Rayyan kembali." Rai mencium kening Dira.


Dira hanya mengganguk pasrah, sampai Rai mengambil jaketnya dan bergegas keluar dari rumah sakit dengan terburu buru.


***


Di dalam perjalanan Nanda terus menghubungi Sabrina, dia semakin panik mendapatkan kabar bahwa Sabrina kehilangan jejak Rayyan dan wanita itu. Sampai handphone nya kembali berbunyi.

__ADS_1


" Halo Nan, nanti pulang kantor loe cari anak si Rai lagi enggak? " terdengar suara Kemal dari balik telepon.


" Tadi gue dapat telepon dari Sabrina dia lihat Rayyan di gendong sama cewek di supermarket, tapi barusan dia kabarin kehilangan jejak katanya, nih gue mau otw ke sana." jelas Nanda.


" Serius loe? ribet banget, yaudah gue bantu juga, gue telepon Arya dulu dia mau ikut apa enggak." sahut Kemal yang tampak terkejut.


" Oke." Nanda segera mematikan telepon nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak lama Nanda sampai di mall tersebut dan langsung bertemu dengan Sabrina.


" Bagaimana, sudah ketemu? " tanya nya panik.


" Belum, aku sudah lapor sekuriti, semua sekuriti di sini sudah di beri tau supaya kalau wanita itu keluar bisa di tahan, aku kasih lihat foto nya tadi." jelas Sabrina yang tampak menyesal karena kehilangan jejak wanita itu.


" Nanda." terdengar suara Rai memanggil nya tampak Kemal dan Arya juga polisi yang hendak menghampiri nya.


" Mana anak gue? " tanya Rai panik.


" Sabrina kehilangan jejak, tapi dia sudah lapor semua sekuriti di sini supaya di tahan kalau tuh cewek mau keluar." jelas Nanda.


" Yaudah lebih baik kita mencar cari nya." usul Arya mengingat mall tersebut sangat besar.


Mereka pun akhirnya berpencar untuk mencari Rayyan dan wanita itu. Tak lama Kemal mendengar suara tangisan balita dan mencari asal tangisan tersebut, Kemal terbelalak kaget melihat Rayyan yang sedang di gendong wanita yang seperti sedang bersembunyi di pertokoan di dalam mall tersebut. Kemal segera menghubungi Rai untuk datang ke area tersebut,Tak lama Rai, polisi, dan teman nya yang lain pun datang.


" Jangan bergerak, anda kami tahan terkait penculikan bayi." ucap dua polisi yang langsung menyergap wanita tersebut yang tampak terkejut.


" Apa ini pak? bapak salah tangkap, ini anak saya." kilah wanita tersebut dan mencoba berontak dan kabur tapi dengan cepat polisi mengunci pergerakan tangan nya.


" Jangan ngaku ngaku loe, ibu nya cantik enggak kaywla loe." ledek Kemal yang tampak gemas dengan wanita di hadapan nya.


Rai bergegas mengambil putranya dari gendongan wanita tersebut.


" Sayang, maafin papa." Rai menciumi putranya dengan perasaan haru dan lega.


" Ayo ikut kami ke kantor polisi." perintah polisi tersebut.


 

__ADS_1


" Saya bukan pencululik pak, saya hanya menemukan anak itu di jalan." wanita itu masih mencoba berkilah.


" Jelaskan saja nanti di kantor polisi." kedua polisi itu pun segera mengiring wanita tersebut ke kantor polisi.


" Syukurlah, akhirnya anak kak Rainan ketemu." Sabrina tersenyum lega saat balita mungil tersebut kembali ke pelukan orang tuanya.


" Makasih ya Sabrina, untung ada kamu yang nemuin Rayyan." Rai merasa sangat bersyukur Rayyan bisa cepat di temukan berkat Sabrina.


" Sama-sama kak." gadis itu tersenyum sumringah.


" Di jaga tuh yang bener, kalo ilang lagi ogah deh kita bantuin." cletuk Nanda.


" Iya, kalau ilang lagi Dira pasti bakal langsung ajuin surat cinta di pengadilan, mau loe? " ledek Arya.


" Iya, iya, bawel loe pada,udah gue mau ke rumah sakit lagi, mau ikut enggak loe pada apa mau ke kantor lagi? "


" Gue semua udah pada ijin dari kantor buat anak nakal loe ini, beruntung banget loe punya temen kaya kita, sujud syukur harusnya loe." ledek Arya.


" Iya, iya, loe semua emang sahabat paling langka di muka bumi, Sabrina kamu mau ikut ke rumah sakit juga? Dira pasti seneng ketemu kamu? " ajak Rai.


" Emm.. memang nya boleh? " jawab sabri yang tampak canggung.


" Boleh banget lah, enggak bawa mobil kan? bareng aku aja ya? " sahut Nanda antusias.


" Oh, yaudah." sabrina mengangguk setuju.


 


l" Modus.. " ledek kemal yang melihat Nanda tersenyum puas.


" Mimpi nya jangan ketinggian ntar jatoh sakit." ledek Arya


Yang di respon tawa mereka semua.,mereka pun bergegas meninggalkan mall tersebut menuju rumah sakit tempat Dira di rawat.


Jangan lupa vote yak cinta.. biar aku makin semangat menulis nya. 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2