
Nanda meletakan sendok dan garfu yang di pegang nya dan bergegas beranjak dari kursi makan.
"Mau kemana loe? "tanya Arya heran.
"Balik." ucap nya singkat yang langsung mengenakan kembali jaket nya.
"Tumben, masih juga sore? " tanya Rai yang juga heran karena jam dinding masih menunjukkan pukul 7 malam.
"Gue ada keperluan, balik dulu gue." pamit Nanda yang langsung bergegas meninggalkan teman temannya yang masih memasang ekspresi heran.
Nanda bergegas melajukan mobilnya ke rumah Sabrina malam itu. Tak lama Nanda pun Sampai di rumah Sabrina.
"Assalamualaikum."ucapnya seraya mengetuk pintu.
"Walaikumsalam." sahut gadis tersebut sambil membuka pintu.
"Kak Nanda?" Sabrina tampak terkejut dengan kedatangan Nanda malam itu.
"Aku ingin bicara."
Mereka pun duduk di teras.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Nanda memecah keheningan.
Gadis itu mengerutkan keningnya " Maksudnya?" tanya nya yang tampak bingung.
"Aku mencintaimu, aku tau aku jauh dari kata sempurna, dan memang kalau pun aku berubah niat awal ku memang karena kamu, tapi bukankah semua itu butuh proses? apa kamu tidak mau menemani aku melewati proses itu?"
Sabrina terdiam, dengan raut wajah yang sangat tidak bisa di mengerti Nanda.
"Sabrina." terdengar suara pria memanggilnya.
Mereka berdua pun menoleh ke arah suara tersebut, tampak Roby yang berjalan menghampiri mereka di teras.
"Siapa pria ini? " tanya nya penuh emosi melihat Nanda di harapannya.
"Kenapa diam saja Sabrina? kamu itu calon istri ku kenapa ber duaan dengan pria ini?" sentak Roby yang semakin emosi karena tidak mendapat Jawaban dari gadis itu.
__ADS_1
"Santai aja donk enggak usah kasar gitu! " geram Nanda yang tidak terima Roby membentak Sabrina.
"Loe enggak usah ikut campur!" Roby mengambil ancang ancang untuk memukul Nanda.
"Berhenti! tolong jangan buat keributan di sini. " Sabrina mencoba melerai dua pria di hadapan nya.
"Ada apa ini?" terdengar suara Ayah dan ibu Sabrina yang menghampiri mereka karena mendengar keributan di luar.
"Ini pak, saya tidak suka sama pria ini, kenapa Sabrina berduan dengan nya, Sabrina itu calon istri saya." Roby menjelaskan dengan penuh emosi.
"Nak Nanda? " ayah Sabrina melirik Nanda yang berdiri di samping putrinya.
"Maaf pak, saya kr sini hanya ingin berbicara sebentar dengan Sabrina." jelas Nanda yang berusaha tenang.
"Nak Nanda, maaf sebelumnya, bapak harap setelah ini nak Nanda tidak usah menemui Sabrina lagi, karena Sabrina sudah mempunyai calon suami, tolong hargai calon suaminya." sahut Ayah Sabrina yang lebih memihak Roby.
Nanda terdiam dan tak tau harus menjawab apa, karena dia sadar dia memang bukan siapa siapa untuk Sabrina, sedangkan Roby tampak senang dengan senyum kemenangan yang mengembang di bibirnya.
"Aby, aku tidak ingin menikah dengan roby." tiba-tiba saja perkataan itu terlontar dari bibir Sabrina yang membuat mereka semua tampak terkejut.
"Sabrina, kamu ini bicara apa?" ibu Sabrina pun tampak heran dengan ucapan putrinya.
"Aku tidak di hasut, Roby itu bukan pria baik Aby, kak Nanda melihatnya di klub malam kak Nanda juga punya fotonya, iya kan kak? "
Nanda tampak terkejut dan bergegas mengambil handphone nya.
"Iya saya punya buktinya." Nanda memperlihatkan foto Roby pada orang tua Sabrina.
"Apa ini maksudnya Nak Roby? " sentak ayah Sabrina yang terkejut melihat foto mesra Roby bersama wanita sexy di klub malam tersebut.
Roby pun mendelik kaget dan tampak bingung kenapa fotonya ada di sana, di liriknya Nanda yang tiba-tiba saja membuat dia teringat kalau Nanda adalah pria yang menubruk nya di klub malam.
Benar, si brengsek ini yang ada di klub malam juga waktu itu. gumamnya kesal.
"Pak, saya bisa menjelaskan ini."
"Sudah tidak ada yang perlu di jelaskan, saya benar-benar kecewa, saya fikir kamu pria dengan agama yang baik, saya akan membatalkan pernikahan kalian." ucap ayah Sabrina yang tampak emosi dan kecewa.
__ADS_1
"Tapi pak," Roby tetap berusaha menjelaskan.
"Sudahlah, silakan nak Roby pergi dari sini dan jangan temui putri saya lagi." tegas ayah Sabrina.
Roby pun terdiam dan melirik Nanda dengan sorot mata penuh amarah.
Lihat aja loe, gue akan buat perhitungan sama loe. batinya geram.
Roby pun bergegas beranjak pergi meninggalkan rumah Sabrina.
"Nak, Nanda terima kasih informasinya, kalau tidak ada bukti ini mungkin bapak akan menikahkan putri bapak dengan pria yang salah." ucap syukur ayah Sabrina.
Nanda pun tersenyum " Sama-sama pak."
"Tapi kenapa nak Nanda tau wajah nak Roby apa kalian pernah bertemu? lalu kenapa nak Nanda bisa mengambil foto itu?" tanya ayah Sabrina heran.
Nanda pun tersentak kaget dengan pertanyaan itu, kalau dia bilang dia ada di klub malam juga pasti itu juga akan langsung membuat ayah Sabrina kecewa padanya. Nanda hanya terdiam dengan wajah yang tampak bingung.
"Aby, sewaktu Roby datang kesini kak Nanda juga mau mampir ke sini tapi pulang lagi karena lihat Roby, soal foto kak Nanda waktu itu hanya mau menemui temannya yang berkerja di sana, iya kan kak? " Sabrina mencoba berbohong pada orang tuanya.
"Oh.. i.. iya." sahut Nanda sedikit gugup.
"Oh begitu, jangan ke tempat seperti itu tidak baik, kalau mau menemui teman ya di tempat lain saja." sahut ayah Sabrina dengan senyum ramahnya.
"Yasudah kami ke dalam dulu ya, kalian mengobrol nya jangan malam malam." sambung ibu Sabrina.
"Oh, iya bentar lagi juga saya pulang." Nanda pun tersenyum lega dan orang tua Sabrina pun masuk ke dalam rumah.
Nanda tersenyum melihat wajah Sabrina yang juga tampak senang.
"Aku akan menutupi keburukan atau pun kekurangan kakak pads orang tua ku, tapi berubalah, kalau memang ingin menikah dengan ku." ucap gadis tersebut.
Nanda tersenyum sumringah mendengar ucapan Sabrina malam itu, akhirnya Sabrina mau memberikannya kesempatan untuk membuktikan kata katanya.
"Makasih ya, aku sayang kamu."
Gadis itu tersenyum dengan wajah yang merona mendengar ucapan Nanda.
__ADS_1
Guys.. tolong bantu vote yak.. biar aku semakin semangat nulis nya.. 🤗🤗❤️❤️❤️