Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
masih marah?


__ADS_3

Rai bergegas kembali ke kamar nya ย dan melihat Dira yang sudah tertidur di ranjang.


"Ya ampun.. dia tudur, " keluh Rai yang tadinya ingin melanjutkan aksi nya.


"Dia tidur atau pura pura tidur sih? " gumam nya , Rai berjongkok untuk melihat wajah Dira yang telah tertidur dengan posisi miring.


Rai menatap lekat wajah Dira.


"Cup, " Rai mencium kening Dira, dan mengurungkan niat nya untuk melanjutkan aksi nya dan memilih memejamkan mata nya di samping Dira.


***


Pagi itu Dira mulai membuka matanya dan kembali membuat sarapan.. tak lama Rai keluar dari kamar dengan pakaian kerja yang sudah rapih.


"Kamu mau sarapan dulu? " tanya Dira saat Rai menghampiri meja makan.


"Kamu sudah sarapan? " Rai berbalik bertanya.


"Aku sudah sarapan tadi duluan," sahut Dira


Rai mengambil kotak makan di dapur dan memasukkan sarapan nya ke kotak makan tersebut.


"Aku sarapan di kantor saja, aku mengantar mu ke kantor dulu.. cepat nanti kesiangan, " perintah Rai yang langsung bergegas keluar rumah.


Dira hanya diam mematung melihat tingkah Rai pagi itu. Dira fikir mungkin Rai masih marah dan akan kembali bersikap dingin pada nya. Dira bergegas keluar rumah dan masuk ke dalam mobil. Sampai mobil mereka tiba di kantor nya . Dira hendak turun tapi tiba-tiba saja Rai menahan lengan nya.


"Ada apa Rai? " Dira menoleh ke arah Rai dengan ekspresi bingung.


Rai memicingkan matanya tampak pagi ini Dira memakai baju dengan model baju yang tampak menutup penuh bagian leher nya.


"Kenapa pakai baju seperti ini? " tanya Rai sambil memicingkan mata nya.


"Tidak apa apa, hanya ingin pakai baju ini saja, " sahut Dira sedikit gugup.


Rai mengerakan tangannya dan melipat bagian baju di leher dira agar tak terutup.


"Jangan Rai, aku malu, " ucap Dira memegang tangan Rai yang sedang melipat kerah baju nya.

__ADS_1


"Malu?? malu kenapa? " Rai mengerutkan kening nya.


"Banyak tanda merah di leher ku," ucap nya ย pelan yang memang sengaja menutup bagian leher nya karena banyak jejak kecupan yang di buat Rai kemarin.


"Kamu sudah menikah, kenapa harus malu? " Rai tetap menolak Dira menutup tanda kepemilikan yang dia buat di leher nya.


"Walaupun sudah menikah tetap saja malu, " Dira mencoba kembali menutup lehernya tapi Rai menahan tangan nya.


"Biarkan seperti itu, atau mau aku buat yang baru lagi sekarang? " ancam Rai.


Dira akhirnya melipat kembali kerah nya dan membiarkan kecupan kecupan itu terlihat.


"Yaudah aku masuk dulu, " pamit Dira yang hendak keluar mobil.


"Dira, nanti pulang nya aku jemput, jadi tidak usah membuat alasan lagi untuk pulang dengan pria lain, " tegas Rai.


Dira hanya terdiam dan turun dari mobil Rai. Setelah beberapa saat berjalan Dira menoleh ke arah belakang dan melihat mobil Rai yang sudah tidak ada. Dira segera menaikab kembali kerah baju nya untuk menutupi tanda merah di leher nya.


benar-benar egois sekali si brengsek itu, mana mungkin aku memperlihatkan tanda merah ini ke kantor.. benar benar sangat memalukan pasri.. gumam dira sambil terus berjalan memasuki kantor nya


***


"Rainan " ucap seorang pria yang menghampiri meja kerja Rai.


"Ada apa? " tanya Rai yang melihat atasan nya sudah berdiri di hadapan nya.


"Ini kenapa lapora kamu belum selesai? " ucap nya sambil memberikan map berisi laporan kepada Rai


Rai melihat laporan tersebut dan memang benar ada beberapa bagian yang belum Rai selesaikan.


"Maaf, nanti saya perbaiki," sahut Rai yang merasa kurang teliti dengan perkerjaan nya.


"Sekarang kamu selesaikan,"


"Sekarang? " Rai tampak terkejut dengan ucapan atasan nya yang menyuruh nya untuk menyelesaikan nya saat itu juga padahal jam pulang akan segera tiba.


"Iya sekarang, antar segera ke ruangan saya kalau sudah selesai, " pernitah atasan nya dan langsung berlalu pergi

__ADS_1


Seluruh orang kantor di perusahaan memang tau kalau Rai memang anak pak Wijaya pemilik perusahaan tersebut , tapi papa Rai memerintahkan kepada seluruh bawahnya agar tidak memanjakan Rai dan berlaku tegas pada nya. perihal perkerjaan nya.


"Astaga.. benar benar tuh orang, udah mau pulang harus selesaikan ini dulu lagi kaya enggak ada hari besok aja, " gumam Rai sambil menahan emosi nya.


***


Sementara itu Dira terus menunggu Rai di depan kantor nya sudah hampir sejam Dira menunggu tapi Rai tidak juga muncul dan handphone nya tidak bisa di hubungin.


"Ya ampun ke mana sih nih orang.. jadi jemput enggak sih.. nanti kalau aku pulang naik taxy dia nuduh sama marah marah lagi," gumam Dira yang merasa jengkel sekaligus bingung.


"Dira, " ucap seorang pria yang menghampiri Dira yang tetap setia berdiri di depan kantor nya.


"Dimas, kamu belum pulang? " tanya Dira yang melihat Dimas sudah ada di hadapan nya.


"Belum, kamu sendiri belum pulang?? "


"Belum, aku nunggu suami aku,"


"Lho memang nya belum jemput suami kamu? " tanya Dimas heran padahal jam pulang kantor sudah lewat satu jam yang lalu.Dira hanya mengelengkan kepala nya menjawab pertanyaan Dimas.


"Oh gitu..aku ke sana sebentar ya," ucap Dimas yang langsung meninggalkan Dira.


Tak lama dimas pun kembali menghampiri Dira.


"Kamu belum pulang? " tanya Dira yang mengira dimas meninggalkan nya untuk pulang.


"Belum, nih aku beli Coffee buat kamu, kamu pasti ngantuk kan nunggu lama," ucap Dimas sambil memberikan ice Coffee pada nya. Dira tersenyum dan menerima Coffee tersebut , sementara Rai yang baru tiba di kantor Dira terus memperhatikan Dimas dan Dira yang sedang mengobrol.


"Ternyata peringatan ku kemarin tidak di anggap Dira," gumam Rai dengan penuh emosi.


hay guys.. aku punya visual rainan nih.. visual ini mewakili karakter rai yang seperti angin yang berubah ubah.. kadang baik kadang juga menyebalkan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚



kalau ini mewakili visul dira. seperti yang sudah di gambarkan di cerita kalau dira cewek yang suka memakai kacamata dan rambut yang selalu di ikat.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_1


__ADS_2