Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Masa lalu rai


__ADS_3

Pagi itu Rai sedang sibuk di ruang kerjanya sambil memeriksa beberapa berkas di meja kerjanya.


tok, tok, tok.. terdengar suara ketuka pintu di ruangan nya.


" Masuk."


" Pak, ada yang ingin bertemu bapak," ucap sekretaris nya siang itu.


" Siapa?  " Rai sedikit mengerutkan kening nya.


" Rainan. " ucap seorang wanita yang menunjukkan wajah cantik nya dari balik pintu.


Jantung Rai berdegup kencang dengan mata yang terbelalak kaget seolah tidak percaya dengan sosok wanita yang di lihat nya.


" Gizza? " ucapnya pelan.


" Boleh aku masuk? " tanya wanita itu sambil tersenyum.


Rai menganngguk dan memberi isyarat pada sekretaris untuk meninggalkan ruangan nya. Gizza berlajalan perlahan menghampiri Rai yang masih duduk di kursi nya dan mulai duduk di meja kerja Rai sambil terus tersenyum pada Rai yang berada di hadapan nya.


" Kenapa kamu ke sini? " tanya Rai dengan nada dingin.


" Aku kangen kamu Rai, semalam aku ke klub malam terus aku ketemu teman teman kamu, yaudah aku minta aja alamat kantor kamu, aku ingin ketemu kamu,"

__ADS_1


" Tapi aku enggak ingin ketemu kamu, " sahut Rai sambil tersenyum kecut.


" Aku cuma ingin ngobrol ngobrol aja kok sama kamu, gimana kalau kita makan siang bareng?  " ajak gizza sambil mengelus lembut tubuh Rai yang masih duduk di hadapan nya.


Dengan sigap Rai menahan tangan gizza yang sudah menjalar nakal di tubuhnya.


" Aku sibuk, lebih baik kamu pulang, " ucap Rai yang langsung berdiri dari kursinya.


" Yaudah aku akan tunggu sampai kamu enggak sibuk, aku akan tunggu di sini. " Gizza tak menyerah membujuk Rai.


aduh gawat juga kalau dia enggak mau pergi, bisa bisa ada karyawan yang tau ada wanita di ruangan aku, apa lagi kalau sampai ada yang mengadu ke papa. batin rai


" Yasudah  kita makan siang di luar saja, tapi berjanji lah jangan pernah ke sini lagi. " ucap Rai yang akhirnya menuruti permintaan gizza dari pada wanita itu terus menganggu nya di ruang kerjanya.


Sampai Rai dan Gizza mulai mendatangi sebuah cafe dan menyantap makanan di sana.


" Bagaimana keadaan mu? " Gizza memulai percakapan.


" Baik. " jawab Rai singkat dan dingin.


" Aku rindu kamu," ucap gadis berparas cantik tersebut yang dulu sempat sangat di cintai Rai semasa kuliah, tapi Gizza memilih berhubungan dengan pria lain dan berpaling dari Rai lalu melanjutkan kuliah nya di luar negeri.


" Aku sudah menikah, " tegas Rai.

__ADS_1


" Aku tau, semalam teman teman mu cerita, mereka juga bilang kalau kamu menikah karena di jodohkan, pasti kamu enggak cinta sama istri kamu kan Rai " jawab gizza dengan pemikiran nya.


" Aku cinta sama istri aku. " Rai kembali mencoba mematahkan pemikiran wanita di hadapan nya.


Gizza mengambil handphone Rai yang di letakan di meja mereka.


" mau apa kamu? "


Tak lama Gizza kembali tersenyum.


" Lihatlah, password handphone kamu masih tanggal jadian kita, dan ini lihat di galeri kamu juga masih ada foto foto kita dulu," ucap gizza sambil memperlihatkan beberapa foto dirinya yang masih tersimpan di handphone Rai.


" Aku hanya lupa menghapus dan mengganti nya. " Rai langsung merampas kembali handphone nya.


" Rai, aku sangat kenal kamu, walaupun kamu dekat dengan banyak wanita tapi kamu tidak mudah untuk jatuh cinta, kamu hanya mencintai aku kan rai, hanya aku yang kamu cintai dengan sungguh sungguh. " Gizza kembali mengingat betapa Rai sangat mencintai nya dulu tapi Gizza tidak terlalu memperdulikan nya.


" Iya, tapi itu dulu, bahkan aku sudah menyesal melakukan itu. " Rai tersenyum kecut dan mulai berdiri dari kursi nya.


" Aku enggak percaya Rai. " Gizza mencoba menahan lengan Rai yang hendak meninggalkan nya.


" Terserah, jangan pernah ganggu aku lagi, karena aku sudah punya istri. " tegas Rai yang langsung meninggalkan Gizza.


aku  tau rai, kamu masih mencintai aku, dan aku yakin kamu sama sekali tidak mencintai istri mu. gumam gizza sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


__ADS_2