Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
pulang


__ADS_3

Setelah hampir seminggu di hotel rai dan dira memutuskan untuk pulang dengan masih menyembunyikan kebohongan mereka tentang honeymoon palsu nya.


"Sayang.. kalian sudah pulang? " seru mama Rai begitu membuka pintu dan melihat putra serta menantu nya pulang.


"Iya mah, " jawab Rai sambil tersenyum dan mencium punggung  tangan mama nya.


"Kok cepat banget sih? gak kabarin lagi? " tanya mama Rai heran.


"Enggak apa kok mah, dira katanya pengen cepat kumpul sama kita, ya kan Dira? " tanya Rai seraya memberi isyarat untuk mengikuti kebohongan nya.


"Oia mah, dira gak betah di sana, Dira mau pulang aja, " jawab Dira sedikit gugup.


"Oh gitu.. yaudah, kalian pasti capek ya, kalian mandi dulu sana, mama siapkan makan malam untuk kalian ya, " ucap mama Rai.


Dira dan Rai segera masuk ke kamar. Rai merebahkan tubuhnya di ranjang untuk meluruskan tubuhnya yang terasa pegal akibat cukup lama menyetir karena jarak hotel mereka cukup jauh dari rumah. Dira terus memutar bola mata nya melihat kamar Rai yang tampak berantakan.


"Kenapa berdiri aja? mau jaga pintu? " tegur Rai saat melihat Dira masih berdiri di dekat pintu kamar nya.


"Ini kamar, setahun sekali di rapihin nya? kok kaya kandang kambing gini? " celutuk Dira.


"Enak aja kandang kambing, kamar ini gak kotor cuma berantakan aja, kalau kandang kambing tuh kotor, bau juga, kalo ngomong gak di saring dulu, " ucap Rai yang tampak tak terima dengan perkataan Dira.


"Ya emang kamu gak bisa beresih kamar kamu sendiri? " sahut Dira sambil menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Bawel, udah lah mending aku mandi, " Rai langsung beranjak dari ranjang nya dan menuju kamar mandi.


Cukup lama Rai mandi sampai saat dia keluar melihat Dira yang sedang sibuk merapihkan kamar dan pakaian Rai di lemari.


"Enggak usah di rapihin, biar aku aja nanti, " Rai mencoba duduk di samping Dira yang tengah melipat pakaian nya.


"Nanti kapan? "


"Ya nanti, " sahut Rai dengan jawaban yang tak jelas.


"Kenapa di rumah kamu gak ada pembantu? " tanya Dira yang tidak melihat pembantu di rumah Rai sejak awal datang.


"Mama ku gak mau pakai pembantu, lagi pula dia tidak berkerja, jadi dia merasa bisa mengurus rumah nya sendiri, begitu katanya," Rai menjelaskan.


"Rai.. dira, turun sayang.. makan malam nya juga sudah siap, ada orang tua Dira juga datang, " terdengar suara mama Rai sambil mengetuk pintu.


"Kamu turun duluan aja, aku mau mandi dulu," ucap Dira yang langsung mengambil handuk.


"Enggak  mau di temenin, mandi nya? " bisik Rai saat Dira melewati diri nya.


"iiissshh.. mesum banget sih, " umpat Dira yang langsung memukul dada Rai dan berlalu pergi.. Rai hanya tersenyum melihat Dira yang lagi lagi seperti salah tingkah saat dia mengoda nya. Tak lama Dira pun bergegas ke meja makan, tampak Rai serta keluarga nya yang sudah menunggu.


"Sayang.. mama kangen," seru mama Dira yang baru melihat putri nya lagi dan langsung memeluk nya, Dira pun memberikan kecupan untuk mama nya dan menikmati makan malam mereka.

__ADS_1


"Bagaimana honeymoon kalian, happy kan? " tanya mama Rai di sela sela makan malam mereka.


"Happy kok, " sahut Rai sambil berusaha tersenyum.


"Oia, Rai.. papa punya sesuatu untuk mu, " ucap papa Rai sambil memberikan sesuatu pada nya.


"Kunci? kunci apa ini? " Rai tampak bingung dengan kunci yang di pegang nya.


"Itu kunci rumah kalian, kalian besok bisa langsung pindah, rumahnya sudah rapih kalian bisa langsung menempati nya," ucap papa Rai sambil mentantap makanan nya.


"Pah, Dira rasa.. Dira ingin  tinggal di sini saja," tolak Dira yang tampak tak senang jika harus tinggal ber dua dengan Rai.


"Dira kamu itu ngomong apa sih.. kalau sudah rumah tangga itu lebih baik hidup terpisah kan jadi lebih romantis gak ada yang ganggu juga," jawab mama Rai sambil tersenyum.


"Iya benar Dira.. lebih baik kalian hidup terpisah biar bisa lebih mandiri, " timpal mama Dira.


"Iya itu benar, oia Rai lusa kamu sudah bisa berkerja di perusahaan papa, " ucap papa Rai.


"Serius pah? " seru Rai yang tampak senang dengan ucapan papa nya..


"Iya,"


Rai tampak tersenyum mendengar ucapan papa nya sudah lama dia ingin berkerja di perusahaan papa nya tapi papa nya seolah tidak percaya dengan kemampuan Rai.

__ADS_1


" Akhirnya papa ngasih kepercayaan juga sama gue, gak lama lagi gue pasti bisa ngambil kendali perusahaan.. dan gue bisa cepat meninggalkan Dira, " gumam nya  sambil tersenyum.


__ADS_2