Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Hidup baru


__ADS_3

Siang itu Rai dan Dira sampai di rumah baru mereka, Dira tampak memutar pandangan nya ketika sampai di halaman rumah tersebut, tampak rumah minimalis dengan pepohonan rindang menghiasi halaman nya.


Rai membuka pintu dan menuntun Dira ke dalam.


"Selamat datang di istana baru kita, maaf ya rumah nya enggak sebesar seperti dulu, " ucap Rai dengan senyum tipis di bibir nya.


Dira membalas senyum manis dari suami nya" Enggak apa-apa kok, di mana pun aku tinggal asal sama kamu aku senang, "


" Udah bisa gombal ya sekarang, jadi geli aku dengar nya, " goda Rai.


" iissshh.. kan kamu yang ngajarin, "


" Yaudah, aku beres beres dulu ya, masih berantakan, "


" Aku bantuin ya, "


" Enggak usah, kandungan kamu sudah besar duduk saja di sini ya, " Rai menuntun Dira ke sofa dan mencium lembut kening nya.


" Yaudah aku beresesin pakaian kita dulu ya, "


" Oh yaudah, "


Dira pun bergegas ke kamar dan merapihkan pakaian yang di bawa nya, sedangkan Rai merapihkan dan membersihkan ruangan di rumah tersebut yang masih sedikit kotor dan berantakan. Sampai sore hari Rai selesai menyelesaikan perkerjaan nya dan bergegas mandi. Selesai mandi Rai menghampiri Dira yang sedang duduk di sudut ranjang.


"Laper ya, kita makan di luar ya, " ajak Rai sore itu.


" Belum laper kok, nanti malam aja ya, kan sekarang malam minggu pasti ramai, "


" Oh, yaudah " sahut Rai.


" Sayang setelah ini kamu mau kerja di mana? "


" Emm, aku akan cari perkerjaan baru, sabar ya, aku yakin enggak lama kok, "


" Iya, "Dira tersenyum seraya bersandar di bahu Rai, Rai mengelus lembut perut Dira yang sudah semakin membesar.


" Besok kita olahraga pagi ya, " Ajak Rai sambil terus mengelelus perut Dira.

__ADS_1


" Tumben? "


" Dulu aku memang suka olahraga tapi semenjak nikah sama kamu jadi males, kan setiap pagi kamu ngajakin olahraga di kasur terus,"


Dira mencubit gemas pipi Rai " Enggak salah ngomong? kamu juga yang ngajakin terus,"


Rai terkekeh geli mendengar ucapan Dira " Yaudah besok kita olahraga beneran ya, perut kamu udah besar tuh harus banyak gerak,"


"Iya, iya, " sahut Dira dengan senyum sumringah nya.


Rai terpaku melihat Dira yang tampak manis dan mengemas kan dengan senyuman yang di sukai nya, Rai menangkup wajah Dira dan mencium lembut bibir nya, merebahkan tubuhnya perlahan ke kasur.


" Sekarang olahraga di kasur lagi ya, " ucap Rai dengan senyum nakalnya.


Dira mengangguk pelan, Rai dengan cepat mengerakan tangan nakal nya di tubuh Dira.


Tok, Tok, Tok.


Terdengar ketukan dari pintu depan.


Rai mengentikan aktifitas kesukaan nya dengan wajah sedikit jengkel.


" Kenapa sih selalu aja ada yang ganggu, yaudah aku buka pintu dulu, " gerutu Rai yang langsung bergegas keluar kamar untuk membuka pintu.


" Rainan wijaya, " cloteh khas terdengar nyaring di telinga nya dan menampakan wajah ke tiga sahabat nya.


"Elo, ngapain loe pada ke sini? terus kok tau gue ada di sini?" tanya Rai dengan ekspresi bingung mengingat dia tidak memberitahukan keadaan nya pada ke tiga teman nya tersebut.


"Tau dari bokaop loe, " sahut kemal yang langsung masuk ke dalam di iringi nanda dan arya.


" Sayang, siapa? " tanya Dira dari kejauhan sambil mencoba menghampiri Rai.


" Orang enggak penting, " sahut Rai.


" Oh, ada kalian, ayo masuk, " ucap Dira yang melihat ke tiga teman Rai dan mempersilahkan nya masuk.


" Hay Dir, ramah banget ya loe, enggak kaya suami loe, padahal kita bawa makanan nih, " sahut Nanda sambil memperlihatkan beberapa kotak pizza di tangan nya.

__ADS_1


Rai mengerutkan kening nya" Tumben otak loe lempeng? "


" Ini buat istri loe, bukan buat loe, nih Dir buat loe sama bayi loe biar jadi anak yang pinter enggak kaya bapak nya, " sahut Arya yang merampas kotak pizza dari tangan Nanda dan memberikan nya pada Dira.


Dira terkekeh kecil melihat kelakuan mahluk mahluk aneh di hadapan nya" Yaudah kita makan bareng bareng aja ya, " ucap Dira yang langsung membawa pizza tersebut ke ruang keluarga dan menyantap nya bersama sama.


" Makan yang banyak sayang, jangan malu malu, tumben nih orang lagi pada bener otak nya, " Ucap Rai yang di respon senyuman dari Dira.


" Dir, ada gergaji enggak sih? " tanya kemal


" Buat apa? " tanya Dira dengan ekspresi bingung.


" Buat gergaji lidah suami loe, gemes gue, " sahut kemal yang di respon kekehan geli dari Dira.


" Rai loe kok enggak bilang bilang ada masalah kaya gini? " tanya Nanda sambil mengunyah penuh makanan di mulutnya.


" Ngapain gue bilang pada loe pada yang ada bukan nya ngebantuin malah ngeribetin, " cletuk Rai.


" Oh gitu, padahal lusa gue mau masukin loe ke kantor gue, " sahut Nanda.


Uhuk.. uhuk.


Wajah Rai memerah tersendak potongan pizza besar yang di telan nya" Serius loe? " tanya nya antusias.


" Heemmm.. baik kan gue, "


" Astaga.. gue benar-benar nyesel menganggap loe butiran debu selama ini loe emang yang terbaik nan, " sahut Rai sambil tersenyum sumringah dan menepuk nepuk punggung nanda membuat pizza yang di telan nya hampir keluar kembali.


" Aduh, keselek nih gue, tamu di sini enggak di kasih minum apa? " keluh Nanda dengan wajah yang memerah.


" Iya nih makanan gue juga nyangkut aja di tenggorokan enggak turun turun, " cletuk Arya yang sontak membuat Dira sadar kalau dia belum memberikan minum untuk para tamu pentingnya.


" Oia lupa, maaf ya, bentar aku ambil minum dulu, " ucap Dira yang langsung bangkit dari duduk nya dan bergegas ke dapur.


" Kasih aja air kobokan sayang, " cletuk Rai yang di respon umpatan umpatan dari ke tiga temannya, Mereka pun terus mengobrol dengan alur yang tak jelas di iringi tawa tawa garing.


Santai dulu ya alurnya.. jangan terlalu tegang biar enggak kram urat.. 😁😁 jangan lupa like, komen dan vote ya say.. ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2