Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Rayyan nakal


__ADS_3

Siang itu Rai sampai di rumah Nanda dan bergegas masuk ke dalam.


" Eh, ada bapak rumah tangga, tuh. " ledek Kemal yang melihat Rai sedang berjalan menuju mereka di ruang keluarga.


Arya dan Nanda pun menoleh dan melihat Rai yang tampak menggendong bayinya dengan baby carrer dan menenteng tas bayi di tangan nya, membuat mereka merasa geli melihatnya.


" Repot banget ibu ibu, mau di bantuin enggak? " ledek Nanda.


" Seneng loe ya liat gue begini." sahut Rai yang menaruh tas bayinya di sofa dan segera melepaskan gendongan nya.


" Lagian tumben loe bawa anak? " tanya Arya yang juga masih tertawa.


" Iya, Dira lagi ke salon sama nyokap gue, jadi gue suruh jaga," jelas Rai sambil mencium gemas pipi putranya.


" Repot juga ya jadi bapak rumah tangga," ledek Kemal yang tertawa renyah.


" Sialan loe." umpat Rai.


Mereka pun saling mengobrol sambil bermain playstation siang itu, tampak Rai sedikit sibuk memberikan susu dan cemilan pada putranya siang itu.


" Rai giliran loe tuh," panggil Nanda saat tiba giliran Rai bermain playstation.


" Eh di rumah loe enggak ada mainan bayi? " tanya Rai pada Nanda seraya memberikan cemilan pada putranya.


" Enggak lah, di rumah enggak ada bayi mana ada mainan bayi,"


" Oh yaudah deh, sayang kamu nonton yutub dulu ya, papa maen dulu ya bentar." Rai memberikan handphone nya dan mencari tontonan kartun lalu membiarkan putranya menonton yutub dan Rai bermain playstation dengan Kemal.


" Nonton yang bener ya, " ucap Nanda pada balita lucu tersebut yang sedang asik menonton dan mencium gemas pipi nya.


Rai pun asik dengan permainan nya bersama Kemal sedangkan Arya dan Nanda tampak berbaring di sofa dan asik dengan handphone nya masing masing.


" Akh.. kalah lagi! " gerutu Rai yang tampak gemas dengan permainan nya dan menyudahi permainan nya.


Rai menengok ke belakang dan terbelalak kaget melihat putra nya yang sudah tidak ada di belakang nya, hanya meninggalkan handphone nya yang masih menyala dengan tontonan kartun.


" Eh, anak gue mana?? " serunya yang tampak bingung.


Nanda, Kemal dan Arya pun tersentak dan melihat balita kecil itu sudah tidak ada di tempatnya.


" Tadi ada di sini? " sahut Nanda yang bangun dari sofa dan tampak bingung.


" Iya tadi ada, sekarang enggak ada." geram Rai.


" Yaudah cari, lagi muter muter kali di rumah loe, " ucap Arya dan mereka ber empat pun bergegas mencari Rayyan di seluruh ruangan di rumah Nanda. Setelah cukup lama mencari mereka tetap tidak menemukan Rayyan.


" Gimana ketemu enggak? " tanya Rai pada teman temannya di halaman rumah Nanda.


" Gue udah cari di belakang enggak ada," sahut Kemal.


" Gue juga udah cari sama nanya pembantu nya si Nanda enggak ada juga," sambung Arya.


" Aduh, bisa berakhir di pengadilan agama nih nasib gue kalau Rayyan enggak ketemu," gerutu Rai dengan wajah yang semakin panik.

__ADS_1


Mereka semua tampak bingung sampai Nanda mendengar suara anjing tetangga nya yang terus menggonggong.


" Kok anjing tetangga gue ngengonggong terus ya? " ucap Nanda dengan wajah bingung.


" Iya lah anjing tuh menggonggong masa berkicau," sahut Kemal.


" Bukan, masalahnya tuh anjing berisik paling kalau sama orang yang enggak di kenal, maling atau minta makan.. jangan jangan? " sahut Nanda yang langsung di respon wajah panik dari ke tiga temannya mereka serempak melirik ke arah pintu gerbang Nanda yang tampak terbuka.


" ASTAGA!! ANAK GUE!! " seru Rai yang langsung berlari di susul, Nanda, Arya dan kemal.


Tak lama mereka pun melihat Rayyan yang tampak di depan gerbang tetangga Nanda yang sedang di tatap tajam oleh anjing jenis belgian malionis, Rayyan dengan senyum cerianya tampak mengulurkan tangan mungilnya pada celah celah gerbang yang membuat anjing tersebut membuka mulut besarnya seperti melihat makanan enak.


Rai, Kemal,  Arya dan Nanda terbelalak kaget dan segera berlari secepat kilat dengan rasa cemas yang menembus langit ke tujuh.


" Allahuakbar!! " seru Kemal yang lebih dulu menangkap Rayyan dan langsung menggendong nya, menjauhkan  tangan mungil itu dari anjing yang hendak menyantap nya, kemal beristigfar 100 kali karena kaget melihat adegan ektrim barusan.


" Nakal banget sih loe tong," seru kemal yang tampak gemas dengan balita mungil di hadapan nya.


" Ya ampun Rayyan, hampir aja papa di cerein sama mama kalau kamu kenapa kenapa," ucap Rai yang langsung mengambil Rayyan dari gendongan Kemal dan mencium gemas putranya yang tampak tersenyum ceria.


Mereka ber empat pun bernafas lega dan kembali masuk ke dalam rumah Nanda.


" Cariin mainan donk buat anak gue, bosen kali dia jadi kabur," pinta Rai pada Nanda.


" Yaudah deh bentar." Nanda bergegas keluar rumah nya.


Tak lama Nanda kembali dan membawa box besar berisi banyak mainan di dalamnya.


" Nih, mainan nya banyak jangan kabur lagi ya, " ucap Nanda yang memberikan mainan mainan tersebut pada Rayyan.


" Minjem gue sama tetangga gue." gerutu Nanda yang di respon kekehan geli dari teman teman nya.


Mereka bertempat pun kembali bermain playstation dan Rayyan tampak asik dengan mainan nya.


" Giliran gue nih, loe liatin anak gue jangan sampai anak gue ilang lagi," ucap Rai pada Arya dan Nanda yang sedang sibuk dengan handphone nya.


" Iya, iya " sahut Arya.


Rai pun kembali bermain dan tampak asik sendiri cukup lama.


PRAAANKKK!!


Terdengar suara pecahan dari ruang tamu Nanda.


" Suara apa tuh? "Arya tampak kaget dan bangun dari sofa.


" Kucing paling." sahut Nanda santai sambil tetap memainkan handphone nya.


Rai menengok ke belakang dan kembali terbelalak kaget melihat putranya tidak ada lagi di belakang nya dan kembali menyisakan mainan mainnya yang tampak berantakan.


" Eh, anak gue mana? " seru Rai.


Mereka ber tiga pun menoleh dan melihat Rayyan yang sudah tidak ada di tempatnya.

__ADS_1


" Den, den Nanda, gucci kesayangan ibu pecah," seru pembantu Nanda yang setengah berlari sambil menghampiri Nanda sambil menggendong Rayyan.


Nanda kaget bukan kepalang dan langsung bangkit dari sofa " Gucci kesayangan mama pecah???!!" serunya.


" Iya den, liat aja," sahut pembantu nya.


Mereka bertempat pun langsung bergegas ke TKP dan benar saja gucci besar nan cantik itu telah hancur menjadi serpihan serpihan beling.


" ASTAGA..!! " pekik Nanda yang tampak terkejut.


" Maaf Den saya enggak tau, kalau ade ini main di sini," sahut pembatu nya dengan wajah cemas.


" Rai, anak loe bener bener," umpat Nanda yang Rasanya ingin sekali menjitak balita lucu yang tersenyum ke arahnya.


" Tadi kan kata gue juga jagain, berapa emang harganya, gue ganti deh," sahut Rai.


" Bukan masalah harganya, ini gucci nyokap gue beli di Taiwan dia pasti enggak mau di ganti uang, pasti dia nyuruh gue buat cari ke Taiwan yang sama persis," keluh Nanda dengan wajah frustrasi nya.


" Aduh.. horror juga ya," ledek Arya dan kemal sambil tertawa.


" Terus gue mesti ke Taiwan gitu? gue rasa lebih mahal ongkos nya dari pada gucci nya," sahut Rai.


" Udah bi beresein deh bi pecahan nya, terus buang yang jauh ni pecahan nya biar mama bisa move on, nih naek ojek aja bi, buang yang jauh ya," perintah Nanda sambil mengeluarkan dompet nya.


" Eh, harusnya si Rai tuh yang ongkosin," cletuk kemal.


Nanda mengerutkan kening nya " Oia ya, ongkosin tuh pembantu gue," seru Nanda.


Rai segera mengeluarkan dompet nya dan mengeluarkan uang 200rb " Nih bi," Rai memberikan uang itu pada pembantu Nanda.


" Kurang lah," sahut Nanda.


" Malak emang loe," gerutu Rai yang kembali mengeluarkan uang lebih banyak dari dompet nya.


" Yaudah buang sekarang bi, pulang nya shopping dulu juga enggak apa-apa, " titah Nanda.


" Makasih den," sahut pembatu nya yang langsung menyerah kan Rayyan pada Nanda dan bergegas pergi dengan senyum sumringahnya.


" Nakal banget sih loe." gerutu Nanda sambil mencium gemas pipi Rayyan.


Tak lama handphone Rai berbunyi, Rai bergegas mengangkat nya.


" Hallo sayang kamu di mana? kok enggak ada di rumah? terdengar suara Dira dari balik telepon.


"Oh, aku di rumah Nanda."


" Rumah Nanda? yaudah cepet pulang ya,"


" Iya, aku pulang sekarang." Rai bergegas menutup telepon nya.


" Gue pulang dulu deh, Dira udah pulang," sahut Rai.


" Yaudah pulang sana, bikin rusuh aja loe di rumah gue." sahut Nanda yang di respon tawa dari ke tiga temannya.

__ADS_1


Rai kembali menggendong Rayyan dan bergegas ke mobil lalu meninggalkan rumah Nanda yang sempat di buat rusuh oleh putra semata wayang nya.


__ADS_2