
" Shanum, tolong buatkan minum. untuk mereka ya." titah Rai.
" I.. iya pak." Shanum pun bergegas ke dapur untuk membuat kan minum.
Rai mempersilahkan sahabatnya duduk mata nya melirik Arya dan Kemal yang masih memperhatikan Shanum berjalan menuju dapur.
" Enggak usah ngeres gitu fikiran loe liatin nya, dia masih anak baru kemarin." Rai meraup gemas wajah kemal.
Kemal dan Arya mengerutkan kening nya "
Anak baru kemarin?" tanya Kemal penasaran.
" Iya, baru lulus SMA satu tahun yang lalu."
Nanda teetawa " Itu sih seumuran ade gue, pacaran aja sana loe ber dua sama ade gue." ledek Nanda masih dengan tawa renyahnya.
" Seumuran ade gue juga donk kalau gitu." sahut Kemal sambil mengaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Pantes masih polos gitu mukanya ya, belom banyak dosa dunia kayaknya." cletuk Arya.
Mereka pun tertawa.
" Eh, muka loe tumben datar banget liat yang bening? " tanya Rai yang merasa aneh pada Nanda yang menunjukkan ekspresi biasa saja melihat Shanum.
" Udah mentok sama si Sabri katanya dia, padahal belum tentu si Sabri mau ya? " ledek Kemal.
" Oia, emang udah sejauh mana pdkt loe sama si Sabri? " tanya Rai penasaran.
" Sampai mana ya, baru chat chatan aja." jawab Nanda seraya melepaskan jaket yang di kenakakan nya.
Mereka pun kembali tertawa.
Nanda mengerutkan kening nya " Kenapa loe pada ketawa?" tanya nya dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
" Gue kira udah jalan bareng, ibarat lomba lari loe tuh baru ancang ancang doank, masih jauh.... " ledek Rai dengan senyum jahil nya.
" Iya, keburu di ambil orang deh yang ada di Sabri, lelet loe." ledek Arya.
Nanda pun terdiam dan mulai mencerna ucapan teman teman nya.
Bener juga ya, kayak nya pergerakan gue terlalu lambat nanti yang ada Sabri keburu di ambil orang. batin Nanda yang mulai gelisah.
Sampai tak lama Shanum kembali dan menaruh minuman minuman yang di buat nya di meja.
" Nama nya siapa? boleh tau enggak? " tanya kemal saat Shanum menaruh minuman di hadapan nya.
Gadis itu mendongkakan wajah nya melihat wajah Kemal yang duduk di hadapan nys.
" Shanum." jawaban nya sedikit malu dan gugup.
" Apa? harum? " kemal mengangkat sebelah alis nya.
" Bukan, Shanum." gadis itu kembali mengulangi ucapan nya.
Wajah gadis itu pun seketika merona mendengar gombalan pria tampan di hadapan nya.
" Pengen muntah gue denger nya." cletuk Nanda.
" Udah engga usah di dengerin, ntar kamu mual lho denger nya. " ucap Arya pada Shanum yang terlihat semakin merona wajahnya.
" Saya, permisi dulu." pamit Shanum yang langsung meninggalkan mahluk mahluk aneh tersebut.
" Ganggu aja loe." dengus Kemal kesal.
"Rayuan loe model lama, bikin gue pengen muntah." sahut Nanda.
" Udah, berisik loe semua, kelakuan udah kaya abg tua, udah obrolin projeck kita aja, gue udah dapat lokasi yang cocok nih." ujar Rai yang mulai gemas pada teman temannya.
__ADS_1
Mereka pun mulai membicarakan projeck baru mereka dengan obrolan seperti orang normal pada umumnya. Sedangkan di Shanum kembali ke dapur dan memeganggi dada nya yang terasa bergedup lebih kencang dari biasanya.
Ya ampun, teman temannya pak Rainan ganteng ganteng semua mereka semua juga kelihatan nya baik, beruntung sekali ya yang menjadi pacar mereka andai saja aku bisa jadi pacar dari salah satu dari mereka . gumam gadis polos tersebut dengan senyuman di bibir nya.
Gadis itu sejanak asik dengan lamunan nya tapi seketika dia terbangun dari lamunan nya .
Ya ampun aku mikirin apa sih, mana mungkin mereka mau sama gadis kampung seperti aku. gumam nya lagi seraya menggeleng gelang kan kepalanya dan menepuk nepuk pipinya pelan.
***
Pagi hari Shanum sedang menemani Rayyan bermain di halaman belakang.
" Shanum, Rayyan, sini." panggil Dira
Shanum pun menggendong Rayyan menghampiri Dira yang sudah duduk di teras.
" Ini aku buat puding, di makan dulu yuk." Dira memberikan Shanum puding sambil menyuapi Rayyan.
" Makasih ya mbak.. harusnya saya saja yang buat, inik kok saya Malah di buatkan majikan." ucap Shanum yang merasa tidak enak.
" Enggak apa apa , tugas kamu jaga Rayyan saja kalau memasak biar aku saja, lagi pula suami aku suka enggak mau kalau bukan masakan aku." sahut Dira seraya tersenyum ramah.
" Mbak..semalam itu teman teman nya pak Rainan semua? " tanya Shanum sambil mengunyah makanannya.
" Iya, kenapa memang nya? " Dira masih fokus menyuapi Rayyan.
" Ganteng ganteng ya mbak.. kelihatannya juga baik." ucap shanum dengan polos nya.
Dira menoleh ke arah Shanum, di lihat nya wajah gadis itu yang tampak senang dengan wajah polos nya, Dira pun tersenyum.
" Shanum, jangan terlalu cepat menilai orang lain dari penampilan nya, tidak semua yang ganteng itu baik, apa lagi di kota besar seperti ini, kamu harus hati-hati, harus bener bener bisa menjaga diri." ujar Dira yang merasa sedikit khawatir Shanum yang polos akan merasakan kecewa nantinya.
Shanum pun terdiam dan berhenti mengunyah makan nya.
__ADS_1
Benar kata mbak Dira tidak semua orang kota itu baik. batin Shanum.
Guys jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan vote nya yak 🤗🤗