Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Makan malam bersama


__ADS_3

Nanda memutuskan untuk bergegas ke kantor pagi itu setelah Sabrina meninggalkan nya ke dalam rumah. Sepanjang hari dia terus memikirkan bagaimana harusnya kelanjutan hubungan nya dengan sabrina, kata kata gadis itu benar benar tamparan keras untuk nya, Sampai tiba tiba handphone nya berbunyi.


"Nan, nanti malam ke rumah gue ya, gue udah buat laporan anggaran untuk biaya cafe." titah Rai dari balik telepon.


"Oh, ok." jawabnya yang langsung menutup teleponya.


***


Sore hari Rai kembali ke rumahnya, dan langsung masuk ke kamar nya.


"Sayang, udah pulang?" ucap Dira yang tengah berbaring di kasur.


"Iya." sahutnya seraya menghampiri Dira yang langsung mencium punggung tangan suaminya.


"Kamu kenapa? " tanya Rai yang melihat wajah Dira tampak pucat sore itu.


"Aku mual mual lagi, tadi aku sudah suruh Shanum masak,  tapi dia belum sempat soalnya masih jaga Rayyan, kamu nanti tolong jaga Rayyan ya kalau dia masak, enggak apa-apa kan?


"Oh iya engga apa-apa, kamu istirahat aja, biar aku yang jaga Rayyan, oia nanti teman teman aku mau ke sini lagi bahas projeck baru aku, Nanti mereka makan malam di sini aja ya, kasian kalau enggak di kasih makan enggak pada jalan otaknya."


Dira tertawa mendengar ucapan suaminya " Iya, nanti aku suruh Shanum masak yang banyak."


"Yaudah aku mandi dulu ya." Rai mencium kening Dira dan bergegas mandi sore itu.


Malam harinya teman temannya datang ke rumahnya. Rai bergegas menghampiri Shanum yang sedang bermain bersama Rayyan di ruang keluarga.


"Shanum, biar aku aja yang jaga Rayyan, kamu tolong masak yang banyak ya, untuk teman teman saya." titah Rai yang langsung mengendong Rayyan.


"Oh, iya pak." gadis itu mengangguk dan bergegas ke dapur untuk memasak.


Rai mengendong Rayyan ke ruang tamu dan menemui teman teman nya yang sudah duduk di sana.

__ADS_1


"Rai si Shanum mana? " tanya Kemal penasaran yang belum melihat wajah cantik gadis itu di rumah Rai.


" Lagi masak, nanti loe makan di sini ya, Shanum yang masak, Dira sakit." jelas Rai Seraya menaruh Rayyan di lantai dan memberikan nya beberapa mainan.


"Si Shanum yang masak, wah semangat deh gue makan nya." ucap Arya antusias.


"Emang aja loe laper." ledek Kemal.


Rai tertawa dan melirik Nanda yang tampak murung dan berbeda malam itu" Kenapa loe Nan diam aja, lagi sakit gigi loe? " ledek Rai.


"Bukan sakit gigi tapi sakit hati, si Sabrina mau di jodohin sama cowok lulusan universitas Mesir." cletuk Kemal sambil tertawa Renyah."


"Serius loe? " Rai tampak terkejut.


" Mukanya udah kusut gitu, kurang serius gimana." timpal Arya yang juga tertawa.


Rai pun ikut tertawa renyah" Lelet sih loe, ibarat lomba lari loe tuh udah kalah star." ucap Rai yang lagi lagi membahas perumpamaan lomba larinya.


"Ngambek, gitu aja ngambek? selera loe sih ketinggian udah gue bilang sama si sisil semok aja." goda Kemal yang di respon tawa Rai dan Arya.


"Eh, gue udah buat laporan anggaran untuk cafe, kurang lebih sih segini, tapi ini baru perkiraan aja." Rai memberikan map yang berisi laporan pada teman temannya, mereka pun tampak melihatnya dengan serius.


Sampai Shanum datang membawa minuman " Di minum dulu pak." ucapnya seraya menaruh minuman itu di meja."


"Makasih ya, enggak di kasih minum juga enggak apa apa, lihat kamu aja udah lebih dari cukup untuk aku." goda Kemal yang membuat gadis itu tampak merona wajahnya.


"Bosen ya denger gombalan dia? emang kaya gitu dia, nenek aku aja di gombalin, jangan dengerin ya." ledek Arya yang melihat wajah gadis itu tampak malu.


"Sialan loe." umpat Kemal.


"Saya permisi dulu." Shanum bergegas pergi meninggalkan mahluk mahluk aneh di depan nya.

__ADS_1


Mereka pun teetawa melihat wajah Kemal yang tampak jengkel sampai terdengar suara gelas jatuh, Rai melirik ke meja tampak orange jus yang di buatkan Shanum tumpah berceceran karena Rayyan dengan tangan mungil nya menjatuhkan minuman minuman itu di meja."


"Ya ampun Rayyan! " seru Rai yang tampak terkejut.


"Rai laporan nya basah?" Kemal mengambil laporan yang di letakakan di meja dan sudah tampak basah.


"Astaga, gue seharian bikin nih laporan." geram Rai yang langsung mengendong Rayyan ke pangkuan nya dan menahan hasrat nya yang ingin sekali menjitak kepala balita mungil yang tertawa padanya.


"Ujian hidup loe emang berat Rai." ledek Arya, kemal dan Nanda yang langsung tertawa.


"Pak, makanannya sudah siap." tampak Shanum yang datang kembali.


"Oh yaudah, kita makan dulu deh." Rai mengajak teman temannya ke ruang makan.


"Wah banyak banget makan nya, ini kamu semua yang masak? " tanya Kemal yang di respon anggukan dari gadis itu.


" Benar benar istri idaman." puji Kemal yang membuat wajah gadis itu kembali merona.


"Saya permisi dulu pak." Shanum hendak beranjak pergi.


"Kanu enggak makan juga Shanum? makan bareng aja sama kita." aja Arya.


"Iya kamu makan bareng aja di sini sama Rayyan, belum makan kan? " sambung Rai.


Gadis itu pun mengangguk dan makan bersama dengan teman teman Rai malam itu.


Dreet.. Dreet.


Tampak pesan masuk di handphone Nanda, di lihat nya segera pesan masuk yang ternyata dari Sabrina.


" Aby sudah memutuskan, pernikahan ku akan di percepat dua minggu lagi." tulia Sabrina dalam pesan nya.

__ADS_1


Nanda mendelik kaget dengan pesan yang di terima nya, selera makan nya hilang begitu saja setelah membaca pesan tersebut.


__ADS_2