
Hari ini hari di mana Kemal dan Shanum melakukan fitting baju pengantin untuk hari pernikahannya. Kemal memang ingin mempercepat hari pernikahannya dia pun dengan antusias mempersiapkan semuanya dengan secepat mungkin.
"Kak Kemal." panggil Shaum pada Kemap yang sedang duduk dan sudah memakai gaun cantik.
Kemal menoleh dan tertenggun melihat Shanum yang begitu cantik dan anggun mengenakan gaun pengantin itu.
"Kamu cantik." puji Kemal
Shanum tersenyum simpul mendengarnya.
Mereka pun mencoba beberapa gaun pengantin untuk hari pernikahan mereka.
***
Malam itu Arya sedang menikmati wine di klub malam kesukaanya.
"Sendiri aja loe?" ucap temannya di klub malam tersebut.
Arya hanya mengangguk pelan.
"Teman loe yang lain mana?" tanya pria itu yang dulu biasanya selalu melihat Arya bersama teman temannya.
"Udah pada jadi bucin." cletuk Arya sambil terus menengguk winenya.
Pria di sampingnya tertawa.
"Siapa tuh teman loe itu Rai ya si Rai? dia jadi bucin juga?" tanya pria tersebut yang dulu selalu melihat Rai di klub malam tersebut.
"Udah lama dia sih enggak kesini udah mau punya anak dua juga."
Pria di sampingnya kembali tertawa.
"Bucin banget donk." cibirnya.
Arya hanya tersenyum kecut dan memang merasa sekarang teman temannya lebih sibuk dengan pasangan dan keluarganya.
***
Pagi itu Arya hendak ke kantor seperti biasanya dan membuka gerbang rumahnya saat mobilnya hendak keluar rumah.
__ADS_1
"Arya!!" panggil seorang wanita.
Arya menoleh tampak wanita cantik yang wajahnya tidak terlalu asing untuknya berjalan perlahan menghampirinya seraya menyeret koper yang di bawanya.
"Kamu Arya kan?" tanya wanita itu kembali.
"Iya kamu Chika kan?" ucap Arya yang tiba-tiba teringat tetangga dan teman masa kecilnya dulu.
"Iya aku Chika." Chika memeluk Arya.
"Aku rindu kamu, sudah lama ya tidak bertemu." sambung Chika.
Arya melepaskan pelukannya dan tersenyum simpul.
"Kuliah kamu sudah selesai?" tanya Arya mengingat Chika lebih memilih melanjutkan kuliahnya di Singapura.
"Sudah selesai tahun lalu, tadinya aku berkerja di sana tapi sekarang aku memutuskan mau mencari pekerjaan di sini saja." jelas Chika.
"Oia ke rumah dulu yuk." ajak gadis itu seraya menarik tangan Arya.
"Aku harus ke kantor." tolak halus Arya.
Arya mengerutkan keningnya "ke mana ?" tanyanya.
"Ke pesta ulang tahun teman aku, mau kan?"
"Oh yaudah nanti aku temani." sahut Arya yang langsung menerima ajakan gadis itu.
Tak lama Arya bergegas ke kantor dan melakukan perkerjaannya seperti biasa. Arya mengeluarkan handphonenya dan membuka galeri foto tersimpan foto masa kecilnya yang sempat dia foto kembali dari album foto. Terlihat foto dia sedang teetawa bersama gadis kecil di sampingnya yang tak lain Chika, teman masa kecilnya yang selalu dia rindukan.
"Enggak berubah sama sekali ternyata, hanya semakin cantik saja." gumamnya yang menilai sikap Chika tetaplah gadis supel, dan ceria meskipun mereka sudah tidak lama bertemu Chika tidak terlihat merasa cannggung padanya.
Arya hanya tersenyum sambil memandang foto di handphonenya. Malam hari Arya sudah rapih karena berjanji akan menemani Chika malam itu.
Tok Tok Tok.
Arya mengetuk pintu rumah Chika yang memang hanya berjarak dua rumah dari rumahnya.
"Arya?" ucap papa Chika yang melihat wajah Arya di balik pintu.
__ADS_1
"Malam om." Arya mencium punggung tangan papa Chika.
"Arya, sudah datang?" seru Chika yang sudah terlihat cantik malam itu.
Arya tersenyum.
"Jadi kalian mau pergi?" tanya papa Chika.
"Iya pah, aku mau pergi sama Arya." sahut Chika seraya merangkul papa yang sangat di sayanginya karena ibunya telah lama meninggal dunia.
"Jaga dia baik-baik." bisik papa Chika di telinga Arya.
Arya mengangguk sambil tersenyum.
"Bisik bisik apa sih?" tanya Chika penasaran.
"Ini rahasia lelaki." sahut papa Chika.
"Kalian tuh nyebelin, ayo kita berangkat." Chika mengandeng Arya dan mereka bergegas pergi meninggalkan rumah.
Tak lama mereka sampai di sebuah hotel tempat di mana teman Chika akan melangsungkan acara ulang tahun.
"Wah, sudah ramai ya." seru Chika yang melihat susana hotel sudah banyak orang sambil terus mengandeng Arya di sisinya.
Terlihat beberapa teman menyapanya.
"Ricko." seru Chika pada seorang pria sambil melbaikan tangannya.
Pria itu perlahan menghampiri Chika dan Arya dan perlahan melepaskan tangannya dari lengan Arya.
"Ricko kenalin, ini Arya teman kecil aku." ucap Chika pada pria di hadapannya tersebut.
"Arya, kenalin ini Ricko pacar aku." sambung Chika sambil tersenyum.
Arya tersentak kaget dengan ucapan Chika dia benar benar tidak tau Chika sudah memiliki kekasih. Pria itu mengulurkan tangannya pada Arya seraya memperkenalkan dirinya.
"Sayang, aku sama Arya ini sudah berteman dari kecil, Arya itu sangat baik dan tampan." jelas Chika dengan senyuman yang mengembang di bibirnya
Guys.. aku up lagi nih.. bantu vote lagi yak.. 🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1
Aku mau tanya apa masih ada yang enggak ngerti cara vote? nanti aku jelasin caranya ❤️❤️