
Pagi itu dira sudah sudah rapih dengan kemeja formal dan rok span nya, merapihkan rambutnya dan terus memandangi seluruh tubuhnya pada cermin besar di hadapan nya.
Dira mengelus pelan perut nya dan mulai tersenyum.
"Perut ku masih sangat kecil, tidak terlihat sedang hamil? apa kamu baik baik saja nak? maaf ya harus ikut mama kerja dulu " gumam nya mencoba berbicara pada janin di dalam kandungan nya.
Setelah cukup puas dengan penampilan nya dira bergegas keluar apartemen, menunggu taxy yang membawa nya ke kantornya. Tak lama dira sampai di kantor dan bergegas melangkah kan kaki nya ke dalam.
"Dira " terdengar suara pria memanggil nya saat dia baru memasuki loby kantor.
Dira menoleh dan melihat dimas yang setengah berlari dan mengejar nya.
" Aku kira aku salah lihat, kamu masuk kerja lagi? " tanya nya dengan nada heran
"Oh iya, beberapa kali orang kantor meminta ku kembali, dan aku berfikir aku ingin kerja lagi, aku bosan di rumah" jawab nya berusaha berkilah dan tersenyum.
"Oh begitu, bagus lah, aku senang mendengar nya" dimas tersenyum simpul pada dira walaupun alasan dira terdengar jangal untuk nya.
Mereka pun berjalan beriringan masuk ke kantor, tampak beberapa karyawan yang menyapa dira dan tidak begitu aneh melihat dira kembali ke kantor tersebut, karena kinerja nya di kantor tersebut memang sangat bagus.
Sampai siang hari dira masih fokus dengan berkas berkas di hadapan nya, dira mengambil handphone nya di laci meja kerjanya, tampak puluhan pesan dan panggilan masuk dari rai, dan dira berusaha tidak memperdulikan nya.
Sudah jam makan siang, lebih baik aku makan dulu. gumam nya
Dira bangkit dari kursi nya dan perlahan melangkah kan kakinya untuk keluar kantor.
" Dira " terdengar suara pria memanggil nya.
Dira menoleh dan tampak dimas yang sudah ada di belakang.
" Mau makan siang? " tanya dimas
" Iya "
" Yaudah, bareng ya " ajak nya
Dira tersenyum dan jalan beriringan menuju cafe tak jauh dari kantor mereka dan memesan makanan di sana.
" Oia, gimana perkejaan kamu, ada kesulitan? " tanya dimas mencoba basa basi memulai percakapan.
__ADS_1
" Enggak, biasa aja kok " sahit dira sambil meminum lemon tea yang baru datang di hadapan nya.
" Emm, baguslah, aku fikir kamu lupa cara menyelesaikan perkerjaan perkerjaan itu, kan sudah lama enggak kerja " ujar dimas dengan tersenyum dira merespon tawa kecil atas ucapan dimas.
" Boleh aku bertanya sesuatu? " sambung dimas
" Bertanya apa? "
" Apa suami mu mengizinkan mu berkerja lagi? atau kamu yang memaksa ingin berkerja? "
uhuk.. uhuk.. dira sedikit tersendak mendengar pertanyaan dimas dan bergegas meminum lemon tea nya kembali.
" Kenapa bertanya seperti itu? "
" Aku hanya merasa suami mu tidak mungkin mengizinkan mu berkerja lagi, wajah nya terlihat sangat egois, tempatamental dan sangat kekanakan " ucap dimas yang mengutarakan ketidaksukaan nya pada rai.
Dira hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan dimas.
" Apa kamu benar benar menyukai suami mu dira? " sambung dimas dengan tatapan yang lebih serius
" Kenapa bertanya seperti itu? " dira semakin tidak mengerti dengan pertanyaan pertanyaan dimas.
Dira kembali tersenyum simpul mendengar ucapan dimas dan mencoba mengalihkan pandangan nya dari dimas yang sedang menatap nya, rasanya terlalu risih mendengar perkataan dimas yang kembali mengutarakan perasaan pada wanita hamil seperti nya.
***
Sore hari rai merapihkan meja kerjanya, hari dimana dia kembali berkerja di kantor papa nya. Rai mengambil handphone nya dan kembali menghubungi dira untuk kesekian kalinya, tapi rai tetap tidak mendapat respon.
Astaga.. sampai kapan kamu seperti ini? gumam nya yang semakin frustrasi.
Rai meletakkan kembali handphone nya, memijat kening nya perlahan dan mencoba berfikir.
Dira bilang dia akan kembali berkerja? kenapa aku tidak coba ke kantor nya saja? walaupun dia mungkin masih tidak ingin bertemu dengan ku, aku ingin memastikan dia baik-baik saja.
Rai bergegas meninggalkan ruang kerjanya dan keluar dari kantor nya karena sudah jam pulang, rai masuk ke mobil nya melajukan nya ke arah kantor dira. Tak lama rai sampai dan memutar pandangan nya mencari dira di sekitar area kantor dari dalam mobil nya.
kenapa tidak ada? apa dia belum pulang? lebih baik aku tunggu saja.
Rai menghela nafas dan mencoba menunggu di mobil. Sampai rai melihat dira yang baru keluar dari kantor nya lalu terdiam seperti hendak menunggu taxy. Tak lama rai melihat pria yang menghampiri dira, rai memicingkan matanya mencoba melihat lebih jelas wajah pria tersebut.
__ADS_1
Aaiisshhh..itu kan si cowok tengik, dia pasti senang dira kembali berkerja, emang enggak ada mati nya tuh cowok, masih aja ganggu istri gue. geram rai yang melihat dimas sedang mengobrol dengan dira, dan terus memperhatikan nya dari dalam mobil.
Rai terus fokus memperhatikan pemandangan tak jauh dari mobil nya, tangan nya sangat gatal, tampak dimas yang terus tersenyum dan seperti nya hendak mengajak dira pulang bersama nya terlihat dari gerakan tangan dimas yang seperti nenunjuk mobil nya yang masih berada di perkiraan kantor. Rai merasa emosi nya sudah tak tertahankan, tak bisa terima jika dira pulang bersama pria itu. Rai hendak mengambil ancang ancang untuk keluar dari mobil tapi rai melihat dimas yang meninggalkan dira dan tak kembali lagi.
Mereka tak pulang bareng? apa dira menolak nya? gumam rai
Rai mengurungkan niat nya untuk keluar dari mobil dan tetap memperhatikan dira yang masih berdiri menunggu taxy di depan kantor nya.
Dira masih berdiri di menunggu taxy yang lewat di depan kantor nya, dira memegangi perut nya yang terasa lapar, padahal masih sore tapi karena hamil dia menjadi cepat lapar.
Laper sekali rasa nya, apa sebaiknya aku makan dulu ya?
Dira melirik cafe yang ada di dekat kantor nya, dan perlahan melangkah kan kaki nya ke cafe tersebut.
Ya ampun ramai sekali ya, apa karena jam pulang kantor jadi banyak yang nongkrong di di sini? guman nya melihat suasana cafe yang tampak ramai.
Dira diduk dan memesan makanan pada pelayan yang menghampiri dan memberikan daftar menu pada nya.
Pasti lama deh nunggu nya.. banyak orang gini. keluh dira yang menekuk wajah nya.
Tampak rai yang sedang memperhatikan dira, dan duduk cukup jauh dari tempat duduk dira di cafe tersebut. Rai memamanggil pelayan ke meja nya.
" Ada apa pak? " tanya pelayan tersebut yang tampak sibuk.
" Bisa bantu saya? "
" Bantu apa pak? "
" Tolong cari tau pesanan wanita yang ada di sana, percepat pesananan nya dia sedang hamil kasihan jika harus membuat nya menunggu " ucap rai sambil menujukan jari nya ke meja dira dan memberi uang tip yang cukup banyak pada pelayan wanita tersebut.
" Oh, begitu, baik pak, pesanan nya tak lama lagi pasti akan selesai " sahut pelayan tersebut sambil tersenyum dan meninggalkan rai.
Tak lama pelayanan tersebut mengantarkan makanan dan minuman ke meja dira.
Dira mengerutkan kening nya yang merasa heran seharusnya pesanan itu akan lama di buat kan karena pengunjung sedang ramai dira juga melirik pengunjung di samping meja nya yang seperti nya sudah memesan makanan lebih dahulu tapi pesanan belum di buatkan.
Aneh. gumam nya
Dira mencoba tak memperdulikan ke anehan tersebut dan fokus menyantap makanan yang sudah di nanti nya. Dari kejauhan rai tersenyum melihat dira yang tampak lahap menyantap makanan nya.
__ADS_1
Guys.. sudah hari sabtu nih, tolong bantu vote ya.