
Setelah hari itu, Flower dapat melihat perubahan dari sikap Malik yang jauh lebih dingin dibandingkan hari-hari biasanya. Walau menyadari perubahan di dalam diri suaminya itu, namun Flower memilih diam dan acuh seolah perubahan sikap Malik tak berarti apa-apa untuknya.
Dan hari itu, sehari sebelum keberangkatan Malik ke desa A, Flower dikejutkan dengan kedatangan Mommy Rania yang datang ke rumahnya sambil membawa koper di tangannya.
"Mommy? Untuk apa Mommy datang membawa koper ini?" Tanya Flower dengan wajah bingung.
"Oh, ini." Mom Rania meletakkan kopernya di sudut dinding. "Mom membawa koper karena Mom akan menginap di sini selama satu minggu ke depan." Jawab Mom Rania santai.
"Apa? Mom akan menginap di sini? Untuk apa?" Tanya Flower semakin bingung.
"Tentu saja untuk menemanimu." Jawab Mom Rania santai.
"Menemani Flo?" Ulang Flower dan diangguki Mom Rania sebagai jawaban. "Mom tahu jika Malik akan pergi keluar kota besok hari?" Tanya Flower.
Mom Rania kembali mengangguk. "Apa kau tidak berniat menyuruh Mommymu untuk duduk?" Tanya Mom Rania.
__ADS_1
"Agh, ya. Ayo duduk dulu." Ajak Flower.
Mom Rania menggeleng lalu duduk di atas sofa. "Beberapa waktu lalu Malik datang ke rumah Mommy untuk memberitahu jika dia akan ada pekerjaan di luar kota." Ucap Mom Rania menjawab kebingungan Flower saat ini.
"Karena kau tidak ingin menginap di rumah Mommy, jadi Mom berinisiatif untuk menemanimu tidur di sini." Lanjut Mom Rania kemudian.
"Kenapa Mom repot-repot begini? Flo tidak masalah jika harus tidur sendiri di sini." Jawab Flower.
Mom Rania menggelengkan kepalanya. "Apa kau pikir suamimu itu mau membiarkanmu tinggal sendiri di rumah ini di saat kau sedang mengandung seperti ini?" Tanya Mom Rania.
"Tentu saja tidak. Malik tidak akan tenang dalam bekerja jika dia meninggalkanmu sendiri di rumah ini." Ucap Mom Rania karena Flower hanya diam saja.
Flower tertegun mendengarnya. Apa benar suaminya itu begitu mengkhawatirkan dirinya hingga tak ingin meninggalkannya seorang diri? Tanya Flower dalam hati.
Pantas saja dua hari yang lalu Malik memasang AC di salah satu kamar tamu yang ada di rumah mereka bahkan menambahkan lemari di dalam kamar. Ternyata apa yang dilakukan Malik itu karena Mom Rania akan menginap di rumah mereka dan tidak mungkin Malik membiarkan mertuanya itu tidur kepanasan di dalam kamarnya.
__ADS_1
*
Malam harinya, setelah makan malam bersama dengan Mom Rania dan berbincang sebentar di ruang tamu, Flower pun mengajak Malik untuk masuk ke dalam kamar untuk mempertanyakan maksud suaminya itu.
Namun sebelum Flower sempat bertanya dengan Malik, suaminya itu justru membungkam mulutnya dengan memberikan sebuah kartu bewarna gold pada Flower.
"Gunakan kartu ini untuk kebutuhanmu selama aku tidak ada. Dan ini," menyerahkan kunci mobil pada Flower. "Gunakan mobil ini jika kau hendak bepergian. Tapi ingat jangan pergi jika tidak bersama Mommy." Tekan Malik.
"Untuk apa kau memberikan ini semua padaku? Uang yang kau berikan padaku kemarin saja belum habis bahkan masih berlebih setengahnya." Jawab Flower.
"Apa?" Malik sedikit terkejut mendengarnya karena uang yang ia berikan belum dihabiskan oleh Flower.
"Ini." Flower kembali menyerahkan kartu itu pada Malik. "Aku mengambil kunci mobil saja karena aku lebih membutuhkannya dari pada uang." Ucap Flower kemudian.
***
__ADS_1