
Selama berada di dalam ruangan Flower, tak sekali pun Bu Asma menyinggung permasalahan putrinya pada Flower atau meminta Flower membebaskan putrinya seperti beberapa waktu lalu. Wanita paruh baya itu hanya fokus mempertanyakan bagaimana kondisi Flower saat ini dan mempertanyakan siapa nama bayi Flower.
Sebagai seorang wanita yang sangat paham jika Bu Asma menginginkan menggedong putrinya dari tatapan mata Bu Asma pada Baby, Flower pun meminta Bu Asma menggendong putrinya.
"Terima kasih." Ucap Bu Asma merasa haru saat bayi mungil itu kini berpindah ke tangannya. Kedua bola matanya dibuat berkaca-kaca karena membayangkan bagaimana sosok Emila kecil dulu saat berada di dalam gendongannya.
Walau pun teringat pada putrinya itu namun tak membuat Bu Asma berniat membahasnya di depan Flower. Namun Flower dapat merasakan apa yang sedang Bu Asma rasakan saat ini hingga membuat Flower ikut berkaca-kaca.
Malik yang melihat istrinya kini berkaca-kaca hanya bisa menghela nafas tanpa bersuara karena ia tidak ingin mengacaukan suasana haru di antara istrinya dan mantan calon mertuanya itu.
Tidak lama berada di dalam ruangan perawatan Flower, Bu Asma pun berpamitan untuk pulang. Bu Asma tidak ingin berada lama-lama di dalam ruangan Flower karena takut membuat mereka tidak nyaman dan takut jika ia tida bisa mengontrol suasana hatinya karena mengingat tentang putrinya.
__ADS_1
"Malik, apa kau tidak kasihan pada Bu Asma? Dia terlihat sangat rapuh. Aku sungguh kasihan kepadanya." Ucap Flower sambil menyusui Baby karena setelah kepergian Bu Asma Baby langsung menangis seolah tidak ingin ditinggal pergi oleh Bu Asma.
Malik hanya diam tanpa berniat mengiyakan perkataan Flower walau ia juga merasa kasihan pada Bu Asma.
"Malik, sudah hampir dua bulan Bu Asma tinggal berjauhan dari putrinya, sebagai seorang ibu aku tahu Bu Asma pasti sangat merindukan Emila. Aku juga tahu Bu Asma sangat rapuh saat ini namun dia tidak mau memperlihatkannya pada kita." Lanjut Flower kemudian.
"Sudahlah, jangan memikirkannya." Jawab Malik seadanya.
Malik diam dan membenarkan dalam hati perkataan Flower.
"Malik, aku mohon lembutkan hatimu untuk membantu membebaskan Emila. Aku rasa waktu dua bulan sudah cukup membuatnya menderita di dalam penjara. Dia sudah sangat lemah. Dia hanyalah wanita patah hati yang berubah menjadi jahat karena cintanya pergi meninggalkannya demi menikah dengan wanita lain dan wanita itu adalah aku.
__ADS_1
"Malik, apa kau tahu bagaimana rasa sakitnya aku saat melihat Kak Rey bahagia dengan wanita lain dan itu bukan aku? Apa kau tahu bagaimana sakitnya aku melihat Kak Rey bersama Yura berjalan di depanku tanpa memperdulikan perasaanku yang juga mencintainya? Itu rasanya sangat sakit Malik. Sungguh sakit. Andai saja kau tahu sejak awal jika kehadiran Baby saat ini karena rasa sakit hatiku pada Kak Rey dan Yura." Ucap Flower lalu menjelaskan kejadian saat ia berada di Surabaya sembilan bulan yang lalu.
Malik yang mendengarkan cerita Flower pun sedikit tersentuh karena ia baru menyadari jika istrinya tak kalah bodoh dengan Emila ketika sedang patah hati.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1