
Dua puluh menit berlalu, kini Andini dan Flower telah tiba di depan cafe yang mereka tuju. Flower segera turun dari atas motor dan meletakkan helm barunya di atas kaca spion motor Andini.
"Huh, panas sekali ya, Andini?" Ucap Flower sambil mengusap lengannya yang terasa panas terkena sinar matahari.
"Kau benar. Cuaca hari ini panas sekali." Jawab Andini setelah meletakkan helmnya di jok motornya. "Ayo kita masuk, Flo." Ajak Andini dan diangguki Flower sebagai jawaban.
Saat sudah masuk ke dalam cafe Andini dan Flower mengedarkan pandangan mencari tempat duduk yang masih kosong dan nyaman untuk mereka tempati.
"Di sana saja, yuk." Ajak Flower menunjuk kursi kosong yang berada di sudut ruangan dan memperlihatkan penampakan jalanan dari luar jendela.
Andini menyetujuinya lalu melangkah bersama Flower menuju kursi yang Flower tunjuk.
Beberapa saat kemudian setelah mereka duduk di atas kursi, seorang pelayan datang dan menyerahkan buku menu pada mereka.
"Pesan minuman dulu saja, ya. Aku masih kenyang." Ucap Flower.
Andini mengiyakannya lalu memesan minuman untuk dirinya sendiri. Setelah selesai, pelayan pun pergi dari hadapan mereka.
"Flower, apa kau yakin jika Tuan Malik tidak akan marah karena aku membawamu hanya menggunakan motor?" Andini masih merasa tidak enak dengan Malik yang tadi terlihat berat melepaskan istrinya pergi menggunakan motor.
"Tidak masalah. Kau jangan memikirkannya. Malik hanya khawatir karena aku pergi membawa anaknya." Jawab Flower sambil mengusap tangan Andini.
__ADS_1
Andini tersenyum mendengarnya. Sebagai seorang wanita Andini dapat melihat jika Malik bukan hanya mengkhawatirkan anak mereka tapi juga dengan Flower.
"Andini, jika kau memiliki waktu luang jangan lupa membawaku bermain, ya. Rasanya aku sungguh senang diajak bermain seperti ini." Ucap Flower layaknya anak kecil yang begitu senang diberikan mainan.
Andini menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan Flower. "Apa kau tidak pernah diajak bermain oleh suamimu?" Tanya Andini.
Flower diam sambil memasang wajah datar.
"Flow?" Ucap Andini karena Flower hanya diam saja.
"Tidak sering. Dia hanya mengajakku berjalan-jalan jika ingin menikmati makan di luar. Seperti yang kita lakukan saat ini tidak pernah." Jawab Flower.
Saat tengah asik berbicara satu sama lain membahas masa-masa mereka masih bekerja di perusahaan Bagaskara, Flower dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang sangat dikenalinya ke meja mereka.
"Flower, ternyata benar ini kau." Ucap seorang pria pada Flower.
"Kau..." Flower menatap malas pria di depannya.
"Tuan Zaki?" Andini yang tidak disapa pun angkat suara karena ia cukup mengenal sosok pria di depannya saat ini.
"Oh, hai?" Zaki menyapa Andini lalu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
__ADS_1
"Basa-basi sekali." Gumam Flower menatap malas Zaki.
"Apa aku boleh ikut bergabung bersama kalian? Kebetulan aku hanya datang sendiri ke sini." Pinta Zaki.
"Tidak boleh."
"Boleh." Jawab Flower dan Andini secara bersamaan.
Zaki menatap Flower dan Andini secara bergantian.
"Boleh." Ucapnya tersenyum lalu menjatuhkan bokong di kursi kosong yang berada di sebelah Andini.
"Ck." Flower berdecak pelan sambil menatap malas Zaki.
"Flower, sudah lama tidak bertemu kau terlihat semakin cantik saja." Puji Zaki pada Flower yang kini duduk di depannya.
"Tidak usah memujiku. Perutku terasa mual mendengar pujian darimu." Ucap Flower ketus.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1