One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Menginginkan cucu


__ADS_3

Emila mengiyakannya. Mereka pun melangkah ke arah parkiran mobil Bu Selvy berada. Selama berjalan ke arah parkiran mobil, para karyawan toko yang sedang berada tak jauh dari mereka nampak membicarakan Emila dari belakang.


"Bagaimana bisa Bu Selvy sepercaya itu kepadanya, ya? Padahal dia karyawan baru di sini." Ucap seorang wanita pada rekan kerjanya.


"Aku juga tidak tahu. Dari pada memikirkannya lebih baik kita lanjut bekerja saja." Balas rekan kerjanya tak ingin mengurusi hidup Emila karena ia datang ke toko untuk bekerja bukan untuk menceritakan orang lain.


Tak berbeda dengan rekan kerjanya, Emila pun turut bingung karena Bu Selvy terlihat sangat percaya kepadanya. Tak jarang Bu Selvy kadang menitipkan tas yang berisi barang berharganya kepadanya.


"Ibu, boleh saya bertanya sesuatu?" Tanya Emila setelah berada di mobil Bu Selvy dengan Bu Selvy yang mengendarai mobil.


"Tanyakan saja, Mila." Jawab Bu Selvy. Memasang wajah tersenyum agar Emila tenang dan nyaman bertanya kepadanya.


"Kenapa Ibu bisa sangat percaya kepada saya padahal saya masih karyawan baru di toko Ibu." Tanya Emila.

__ADS_1


Bu Selvy kembali tersenyum setelah mendengar pertanyaan Emila. "Saya percaya karena saya yakin dengan hati saya jika kau adalah wanita baik dan asik dibawa berjalan-jalan." Jawab Bu Selvy seadanya.


"Wanita baik? Saya tidak sebaik itu, Bu." Emila merendah. Bukan apa-apa, dia adalah wanita yang jahat dulunya karena sudah hampir membuat Flower dan bayinya dalam bahaya hingga karena kejahatannya itu membuat dirinya mendekam dalam penjara selama dua bulan lamanya.


"Saya mengenalmu untuk saat ini dan kedepannya, Mila. Saya tidak perduli dengan masa lalumu yang buruk." Jawab Bu Selvy.


Emila mengkerutkan keningnya. Kenapa sepertinya Bu Selvy tahu apa yang dipikirkannya saat ini?


Mobil bewarna putih milik Bu Selvy mulai melaju di jalan raya setelah keluar dari area toko. Emila tak lagi mengeluarkan suara dan memilih menatap ke luar jendela mobil melihat kendaraan yang mereka lewati.


"Jadi besok Tuan Arkana ulang tahun dan Ibu ingin memberikan kado untuknya?" Tanya Emila setelah Bu Selvy menjawab tujuan berbelanja saat ini.


"Ya, sudah menjadi kebiasaan saya memberikan hadiah untuknya sejak Arkana kecil." Ucap Bu Selvy seraya tersenyum.

__ADS_1


Emila turut tersenyum mendengarnya. "Ibu sangat manis sekali seperti Ibu saya. Setiap tanggal kelahiran saya Ibu saya selalu memberikan hadiah walau hanya sebuah hadiah sederhana." Emila jadi teringat dengan Ibunya di rumah.


"Ya, begitulah. Saya berharap di ulang tahun anak saya kali ini dia juga bisa memberikan hadiah untuk saya." Ucap Bu Selvy penuh harap walau ia tahu harapan itu sulit untuk didapatkan.


"Hadiah apa itu, Bu?" Tanya Emila hati-hati.


"Seorang cucu. Sejak Arkana menikah sepuluh tahun lalu saya sangat menginginkan cucu dari pernikahan mereka. Tapi keinginan saya sepertinya sulit untuk terkabul sampai saat ini." Jawab Bu Selvy tanpa memberitahu alasan sebenarnya.


Emila mengangguk saja tanpa berniat bertanya lebih jauh karena menurutnya itu adalah privasi keluarga mereka. Sebagai seorang anak satu-satunya untuk ibunya Emila sangat paham dengan keinginan Bu Selvy saat ini yang menginginkan seorang cucu untuk menemani hari-harinya.


****


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2