
"Kita tidak bisa merasakan bagaimana rasanya jadi orang lain jika kita tidak berada di posisinya. Saat itu aku berada di posisi Emila dan aku tahu jelas bagaimana perasaannya saat ini. Terlepas dari dia yang berselingkuh di belakangmu, kau harusnya paham apa yang dia rasakan saat itu. Mungkin saja dia berselingkuh darimu karena waktumu yang sangat kurang untuknya dan sikapmu yang terlalu dingin kepadanya. Semua wanita baik bisa berubah menjadi jahat jika dia sedang patah hati." Ucap Flower panjang lebar.
Malik mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut istrinya. Walau pun membenarkan perkataan Flower namun tak sedikit pun ia merasa bersalah pada Emila karena sudah mengabaikan Emila saat mereka masih bersama dulu hingga membuat Emila berselingkuh di belakangnya.
"Malik, saat ini kita sudah memiliki Baby dan aku sangat bahagia. Aku tidak ingin di balik kebahagiaan kita ada orang lain yang menderita. Aku mohon kepadamu Malik, berikan keringanan pada Emila. Aku tahu masih banyak cara untuk menghukum Emila selain memenjarakannya dan menjauhkannya dari ibunya." Ucap Flower.
"Baiklah, aku akan memikirkannya setelah ini. Sekarang lebih baik kau fokus pada Baby saja dan jangan terlalu banyak pikiran. Untuk masalah Emila biar aku yang menyelesaikannya." Pinta Malik. Ia tidak ingin istrinya menjadi stress kembali karena memikirkan nasib mantan kekasihnya itu.
Flower tersenyum mendengarnya. Ia pun berterima kasih atas kelembutan hati suaminya yang mau mendengarkan perkataannya untuk kali ini.
Saat waktu sudah beranjak siang, Flower dan Malik dikejutkan dengan kedatangan Rey dan Yura beserya bayi kembar mereka.
"Tuan Rey?" Ucap Malik pada Rey yang sudah berada di depannya.
"Malik." Jawab Rey seraya tersenyum tipis. Tipis sekali hingga hanya Rey yang dapat merasakan senyumannya.
__ADS_1
"Anda sudah pulang, Tuan?" Tanya Malik karena ia pikir Rey masih berada di luar kota karena ia tahu Rey berencana menambah waktu lebih lama di luar kota karena ada pekerjaan tambahan yang harus ia kerjakan di sana.
"Ya. Aku memilih membatalkan niatku pulang lebih lama karena Yura sudah mendesakku untuk melihat Baby kalian." Jawab Rey seadany.
Flower tersenyum mendengarnya sambil menatap pada Yura yang menyikut pinggang suaminya karena sudah membuka aibnya.
"Flower, selamat atas kelahiran Baby kalian." Ucap Yura tulus pada Flower.
"Terima kasih, Yura." Jawab Flower. Pandangan Flower pun beralih pada ketiga bayi kembar Rey dan Yura.
Yura tersenyum mendengarnya. "Ya, semakin bertambahnya waktu mereka semakin bertambah lucu saja. Sama seperti Baby nantinya semakin bertambah waktu dia pasti semakin bertambah lucu dan cantik." Jawab Yura.
Flower pun memperhatikan wajah Babynya. "Namun sayang kecantikanku tidak turun kepadanya." Ucap Flower kemudian.
"Loh, kenapa bisa begitu?" Tanya Yura bingung.
__ADS_1
"Kau lihat saja wajah Babyku, wajahnya sangat mirip dengan Malik dan tidak sedikit pun mencerminkan wajahku di wajahnya." Keluh Flower.
Yura pun memperhatikan wajah Baby dengan intens dan benar saja perkataan Flower jika wajah Baby sangat mirip dengan Malik dan sama sekali tidak mencerminkan wajah Flower.
"Pasti kau ingin kasihan kepadaku bukan?" Tanya Flower melihat senyuman Yura.
"Tidak seperti itu. Mau mirip denganmu atau dengan Malik, yang terpenting saat ini Baby sehat dan tidak kekurangan suatu apapun. Lagi pula walau pun mirip Malik wajahnya sangat cantik bukan? Seperti Malik yang sangat tampan." Ucap Yura yang tanpa sadar secara tidak langsung memuji Malik hingga membuat Rey cemburu mendengarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1