
Malik mengangguk mengiyakannya lalu memperkenalkan Flower pada orang-orang yang berada di sana.
"Wah, Tante ini sangat cantik." Puji salah satu anak laki-laki pada Flower.
Flower hanya tersenyum kaku membalas pujian anak itu karena kini ia masih merasa terkejut melihat sisi lain dari seorang Malik.
Malik pun akhirnya membawa Flower untuk kembali pulang setelah cukup berbincang dengan orang-orang yang tinggal di bawah kolong jembatan.
"Kau sering datang ke sini sebelumnya?" Tanya Flower menatap pada Malik yang kini sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Hm." Malik hanya menjawab dengan deheman.
Flower mengangguk paham lalu menatap ke arah orang-orang di luar mobilnya yang kini terlihat tengah bergembira menikmati makanan yang Malik berikan. Pandangan Flower pada mereka pun terputus saat mobil Malik mulai melaju meninggalkan bawah jembatan.
Ternyata di balik wajahnya yang datar itu ternyata dia sangat dermawan. Ucap Flower dalam hati menatap pada Malik.
Setengah jam lebih berlalu, mobil Malik kini telah berhenti tepat di depan rumah. Malik segera turun dari dalam mobil lalu mengeluarkan box makanan dari dalam mobilnya.
"Aku pikir kau akan memberikan box ini juga kepada mereka." Ucap Flower menatap box makanan di tangan Malik.
"Bukankah tadi sudah aku katakan ini untukmu." Jawab Malik dengan wajah datar.
__ADS_1
"Aku tidak mendengarnya." Jawab Flower ikut berwajah datar.
"Oh..." balas Malik lalu melangkah masuk ke dalam rumah setelah membuka kunci rumah.
"Kebiasaan sekali!" Gerutu Flower karena Malik meninggalkannya begitu saja.
Flower pun melangkah masuk ke dalam rumah dan mengikuti Malik yang kini berjalan ke dapur.
"Kau ingin apa?" Tanya Flower saat Malik membuka box dan mengeluarkan makanan dari dalamnya.
"Tentu saja menyalin makanan ini." Jawab Malik seadanya.
Flower menatap pergerakan Malik dengan tatapan tak terbaca. Ia hanya menatap Malik menyalin makanan ke dalam mangkuk tanpa berniat membantunya.
"Besok pagi aku akan menghangatkannya." Jawab Malik.
"Oh..." Flower mengangguk paham.
Setelah selesai dengan pekerjaannya di dapur, Malik pun melangkah meninggalkan Flower sendiri di sana.
"Kenapa dia seperti Mommy jika seperti ini." Ucap Flower mengingat Mommynya sering melakukan hal yang sama seperti yang Malik lakukan.
__ADS_1
Tak ingin terlalu lama berpikir di dalam dapur, Flower pun melangkah ke arah kamar untuk menyusul Malik.
*
"Sepertinya badanku mulai membesar dari terakhir kali aku belum menikah." Ucap Flower menatap penampilannya di depan cermin setelah ia selesai mengganti bajunya.
Malik yang sedang duduk di atas sofa pun memusatkan pandangannya pada perut Flower yang terlihat mulai membuncit.
"Perutmu terlihat sudah mulai membesar." Ucap Malik pada Flower.
Flower menoleh menatap pada Malik yang tengah menatap pada perutnya. "Oh ya?" Flower pun mengusap perutnya. Ia pun tersenyum dalam hati saat merasakan perutnya mulai membesar.
"Tentu saja dia semakin membesar karena setiap hari aku memberikannya makan dan susu." Ucap Flower masih mengusap perutnya.
Malik mengangguk saja mengiyakan perkataan Flower.
"Ingat, kau belum membelikan es krim untukku." Ucap Flower saat mengingat tadi mereka tidak jadi membeli es krim karena es krim yang ia inginkan sudah habis.
"Besok aku akan membelikannya untukmu." Jawab Malik.
"Baiklah." Balas Flower lalu kembali menatap pada cermin.
__ADS_1
Kenapa sikapnya jadi penurut dan manis seperti itu kepadaku? Tanya Flower sambil menatap ke arah cermin.
***