One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kau di sini?


__ADS_3

Dad William mengangguk membenarkannya. Sepasang pasangan paruh baya itu pun menghembuskan nafas panjang secara bersamaan karena sikap absurd putri sematawayang mereka itu.


Sedangkan Malik yang sudah berada di depan pintu kamar Flower nampak membuka pintu kamar secara perlahan agar tak menimbulkan suara yang cukup besar hingga bisa membuat istrinya merasa terganggu di dalam tidurnya.


Saat sudah berada di dalam kamar, Malik tersenyum menatap sosok yang selalu dirindukannya sedang tertidur sambil memeluk gulingnya walau terhalang perut buncitnya.


Malik pun melangkah dengan pelan ke arah Flower berada lalu berjongkok di sisi ranjang. "Kenapa kau suka sekali tidur?" Tanya Malik sambil mengusap-usap wajah istrinya.


Flower tidak merasa terganggu dengan pergerakan Malik. Ia hanya menggeliat membalikkan tubuhnya hingga membelakangi Malik. Melihat itu membuat Malik tersenyum merasa gemas dengan istrinya itu.


Karena Flower terlihat tidak ingin bangun dari tidurnya membuat Malik berinisiatif untuk ikut berbaring di atas ranjang lalu membawa tubuh istrinya ke dalam dekapannya.


Flower yang masih saja tak merasa terganggu kini merasa nyaman dan semakin lelap di dalam pelukan Malik. Malik pun akhirnya memilih menyusul istrinya untuk pergi ke alam mimpi dan akhirnya mereka tidur bersama sambil berpelukan.


Satu jam telah berlalu, Flower nampak terjaga dari tidurnya. Kedua bola matanya langsung terbelalak saat menyadari jika saat ini ia berada di dalam dekapan seseorang. Sedetik kemudian Flower pun berteriak karena seingatnya ia tidak tinggal di rumah suaminya dan tidak mungkin dipeluk oleh suaminya saat ini.


Mendengar suara teriakan Flower membuat Malik terjaga dari tidurnya. Direnggangkannya pelukannya hingga bisa membuat Flower menatap jelas wajahnya.

__ADS_1


"Malik?" Ucap Flower dengan wajah begitu terkejut.


"Selamat siang." Ucap Malik seraya tersenyum tampan.


"Ma-malik." Flower terbata. Merasa terkejut sekaligus senang melihat keberadaan Malik saat ini.


Malik pun merentangkan kedua tangannya dan Flower langsung cepat tanggap masuk ke dalam dekapan suaminta.


"Hiks..." tanpa diduga Flower pun menangis di dalam pelukan Malik.


"Kenapa menangis, hem?" Tanya Malik sambil mengusap punggung Flower.


Malik tersenyum mendengarnya. Ia memeluk tubuh Flower dan memberikan kecupan di kening Flower.


"Apa Daddy memperbolehkanmu masuk ke dalam kamarku?" Tanya Flower karena seingatnya Daddynya ada di rumah saat ini.


"Tentu saja. Daddy bahkan memintaku untuk tinggal bersama lagi denganmu." Jawab Malik.

__ADS_1


"Apa?" Flower terkejut mendengarnya. Ia pun melepaskan pelukan Malik dan menatap wajah Malik dengan intens. "Apa kau tidak bercanda? Daddy memintamu untuk tinggal kembali bersamaku?" Tanya Flower memastikan.


Malik menganggukkan kepalanya.


"Agh syukurlah..." Flower yang sangat merasa senang pun kembali memeluk tubuh Malik.


"Apa kau senang, hem?" Tanya Malik.


Flower mengangguk mengiyakannya. "Sangat. Sekarang ayo bawa aku kembali ke rumah kita. Aku sudah ingin kembali ke rumah kita." Pinta Flower. Entah mengapa saat ini ia lebih nyaman tinggal di rumah sederhana mereka dari pada tinggal di kediaman mewah milik orang tuanya.


"Tapi Daddy belum tentu mengizinkannya." Jawab Malik karena ia pikir Dad William hanya setuju jika ia tinggal bersama Flower di kediaman mereka saja.


"Daddy pasti mengizinkannya. Pokoknya aku mau kita tinggal di rumah kita saja." Ucap Flower. Untuk izin Daddynya nanti Flower akan mengeluarkan jurus andalannya agar Daddynya mengizinkannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2