One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Apa akan datang?


__ADS_3

Malik dan Flower akhirnya pulang dari rumah Bu Venna setelah menikmati makan malam bersama dengan Bu Venna. Selama berada di kediaman mertuanya, Flower dapat menyimpulkan jika mertuanya masih menaruh rasa tidak suka padanya dan ingin memisahkan dirinya dari Malik.


"Maafkan sikap buruk Ibuku." Ucap Malik menatap sekilas Flower yang terlihat termenung menatap ke arah luar jendela.


Flower seketika menoleh pada Malik. "Tak apa, kau tidak perlu memikirkan perasaanku terlalu jauh." Jawab Flower.


Malik menghela nafasnya. "Aku akan terus berusaha membuat Ibu bisa menerimamu." Janji Malik.


Flower mengangguk saja mengiyakan perkataan suaminya. "Sebentar lagi usia kandunganku beranjak tujuh bulan." Ucap Flower mengalihkan pembicaraan di antara mereka.


Malik menatap pada perut istrinya. "Aku sudah tidak sabar menantinya keluar dari dalam perutmu." Ucap Malik.


"Begitu pun denganku. Semoga saja semuanya berjalan lancar sampai persalinan nanti." Harap Flower.


Malik pun mengangguk mengiyakannya lalu mengusap tangan istrinya.

__ADS_1


Malik... kau adalah calon ayah dan suami yang baik. Aku begitu beruntung memilikimu. Sekarang aku sadar kenapa Tuhan tidak menakdirkan aku bersama Kak Rey karena Tuhan ingin memberikan aku sosok yang lebih baik dari Kak Rey yang bisa menerimaku apa adanya dan sosok itu adalah dirimu. Ucap Flower dalam hati.


*


Hari-hari terus berlalu dan hubungan di antara Flower dan Malik pun berjalan semakin dekat dan harmonis. Tanpa terasa saat ini usia kandungan Flower sudah memasuki tujuh bulan. Setelah hari itu dimana Malik dapat melihat ibunya masih menunjukkan rasa tidak sukanya pada Flower, Malik memutuskan untuk tidak lagi membawa istrinya datang ke rumah ibunya karena tidak ingin membuat istrinya yang tengah hamil besar menjadi banyak pikiran.


Dan hari ini, di saat Malik dan Flower datang ke kediaman kedua orang tua Flower, Mom Rania langsung saja menyampaikan niatnya yang ingin mengadakan acara tujuh bulanan untuk Flower. Tentu saja niat baik Mom Rania itu langsung disetujui oleh Malik dan Flower.


"Malik, karena Mom belum pernah bertemu dengan Ibumu sampai saat ini, Mom harap di acara minggu depan kau bisa membawa ibumu datang ke sini." Pinta Mom Rania pada Malik.


"Baik, Mom. Saya akan mengusahakannya." Jawab Malik.


Malik dan Flower mengangguk mengiyakannya. Di dalam hati Flower kini mulai bertanya-tanya apakah nanti mertuanya mau datang ke rumahnya atau tidak karena bisa saja mertuanya memikirkan sebuah cara agar tidak datang di acara tujuh bulanannya nanti mengingat mertuanya masih menaruh rasa tidak suka kepadanya.


"Malik, apa nanti Ibu akan datang di acara tujuh bulananku di rumah Mommy?" Tanya Flower saat ia dan Malik tengah berada di dalam perjalanan pulang ke rumah mereka.

__ADS_1


"Ibu pasti akan datang." Jawab Malik yakin.


Flower tersenyum kaku. "Apa itu mungkin?" Flower nampak meragu.


"Jangan terlalu memikirkannya. Kau ingat dengan perkataan Dokter minggu lalu bukan?" Tanya Malik.


"Jangan terlalu banyak pikiran dan istirahat yang cukup." Jawab Flower.


"Pintar." Malik mengusap punggung tangan istrinya.


Flower pun tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari suaminya. "Malik, apa kau tahu jika akhir-akhir ini aku sudah mulai kesulitan untuk berjalan?" Tanya Flower pada Malik dengan memasang wajah memelas.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2