
"Malik!" Suara teriakan Mom Rania memanggil namanya membuat langkah Malik terhenti.
Malik menoleh ke sumber suara dan melihat keberadaan Mom Rania di belakangnya.
"Dimana Flow Mommy?" Tanya Malik cepat.
"Di sana. Ayo ikut Mommy! Flow sudah ingin melahirkan!" Ucap Mom Rania.
Malik mengangguk lalu mengikuti Mom Rania menuju ruangan persalinan Flower. Setelah berada di depan ruangan persalinan, Mom Rania pun mempersilahkan Malik untuk masuk lebih dulu setelah meminta izin pada Dokter yang baru saja keluar dari dalam ruangan.
Malik pun segera masuk ke dalam ruangan dan setelah berada di dalam ruangan pandangannya langsung tertuju pada istrinya yang tengah kesakitan sambil memegang tangan Daddynya.
"Flower..." Malik segera menghampiri Flower.
Mendengar namanya dipanggil membuat Flower menoleh. "Malik... hiks." Ucap Flower dan tanpa sadar melepaskan cekalannya di tangan Daddy William begitu saja seolah ia tidak membutuhkan Dad William lagi.
Pandangan Malik pun sejenak tertuju pada penampilan mertuanya yang nampak acak-acakan saat ini. Rambutnya yang berantakan dan beberapa kancing piyama tidurnya yang sudah tidak lagi terkancing.
__ADS_1
"Maafkan aku... maafkan aku karena tidak ada di sisimu." Ucap Malik dengan perasaan sangat menyesal membiarkan istrinya sakit seorang diri.
Flower menggelengkan kepalanya lalu meminta Malik untuk memeluknya. Rasanya saat ini rasa bahagianya jauh lebih besar dari rasa sakitnya melihat Malik datang untuk menemaninya melahirkan.
Malik pun segera memeluk tubuh istrinya. Sesaat kemudian Malik merasakan sakit pada punggungnya akibat cengkraman kuku Flower.
"Aaa sakit." Ucap Flower.
Dokter pun datang menghampiri Flower dan meminta Dad William untuk keluar karena persalinan akan dimulai.
Dad William pun segera keluar dari dalam ruangan persalinan dengan perasaan berat hati karena ia ingin ada di sebelah putrinya saat putrinya itu melahirkan. Dad William merasa lebih baik ia menjadi sasaran putrinya dari pada harus menanggung rasa cemas yang teramat di luar ruangan menunggu Flower melahirkan.
"Aaa..." suara teriakan Flower dari dalam ruangan persalinan membuat Mom Rania dan Dad William harap-harap cemas.
Sedangkan Malik yang sedang berada di sebelah istrinya tengah menguatkan istrinya untuk mengejan.
"Malik sakit sekali." Ucap Flower dengan mata terpicing kuat.
__ADS_1
"Kau pasti bisa." Malik menguatkan Flower dengan menggenggam erat tangan Flower.
Flower kembali berusaha mengejan namun bayi mereka tak kunjung menunjukkan tanda akan keluar.
"Ayo sekali lagi, Nona! Lebih kuat lagi." Ucap Dokter membimbing Flower.
Flower menggelengkan kepalanya. "Aku sudah tidak kuat. Sakit sekali..." suara Flower mulai terdengar melemah. Karena sudah cukup lama menahan rasa sakit membuat Flower kahabisan tenaga untuk mengejan.
Malik mencoba tetap menggunakan akal sehatnya agar tidak panik melihat istrinya yang sudah tidak berdaya. Ia pun segera mendekatnya bibirnya ke telinga Flower.
"Kau pasti kuat Sayang... berjuanglah demi anak kita. Dia sudah tidak sabar untuk lahir ke dunia dan merasakan hangatnya pelukanmu dan kasih sayangmu. Berjuanglah sekali lagi Sayang. Aku mencintaimu... sungguh mencintaimu. Ku mohon..." Ucap Malik dan tanpa sadar meneteskan air matanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗