
"Aku ingin kau membuktikannya." Jawab Flower. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja. Tangannya pun dengan cepat terangkat mengusap dada suaminya. Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk merayu suaminya.
Malik tersenyum tipis melihat Flower membalas sentuhan darinya. Kini ia sudah bisa memastikan jika istrinya itu juga menginginkan sentuhan darinya. Malik pun mulai memberikan sentuhan di tubuh Flower dengan hanya menggunakan nalurinya sebagai seorang pria.
Tangan kekarnya kini sudah berkeliaran masuk ke dalam dress yang dikenakan oleh Flower hingga membuat kedua paha Flower kini terlihat jelas.
"Ma-malik..." Flower dibuat semakin gugup tapi Malik dengan cepat membuatnya terbuai dengan kembali menempelkan bibirnya di bibir Flower.
Flower mencoba menerima sentuhan dari suaminya. Tidak ia perdulikan posisi mereka yang saat ini masih berada di depan jendela dengan kondisi tirai terbuka dan mungkin saja orang yang berada di dekat gedung mereka melihat apa yang mereka lakukan saat ini.
Menyadari posisi mereka tidak nyaman membuat Malik segera menutup tirai dan dengan perlahan menuntun istrinya melangkah menuju ranjang. Flower tentu saja merasa senang dengan perlakuan suaminya. Ia mengikuti setiap langkah Malik hingga akhirnya berhenti tepat di samping ranjang. Dengan hati-hati Malik merebahkan tubuh istrinya tanpa melepas pangutan di antara mereka.
__ADS_1
Posisi Malik kini sudah berada tepat di atas tubuh istrinya. Malik berusaha menjaga jarak tubuhnya dengan perut Flower agar tak menghimpit kediaman anaknya. Flower tersenyum menatap wajah Malik yang terlihat semakin tampan jika berada di atas tubuhnya saat ini. Rasa ingin disentuh oleh suaminya kini semakin menggila saat tangan Malik menelusup masuk ke dalam celana da-lamnya dan memberikan sentuhan di sana.
"Ma-malik..." Flower tak kuasa menahan desa-hannya hingga akhirnya keluar dari bibir mungilnya dan terdengar sangat manis oleh Malik.
Malik kembali melu-mat bibir istrinya sambil tetap memberikan usapa lembut di balik celana da-lamnya. Setelah cukup lama saling berpangutan dengan kedua mata terpejam akhirnya Malik melepaskan pangutan mereka lebih dulu dan memberikan Flower kesempatan untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Maaf membuatmu kesulitan bernafas." Lirih Malik.
"Tak apa." Jawab Flower lalu memeluk pinggang suaminya dengan kedua tangannya.
"Aku menginginkanmu malam ini." Ucap Malik pelan namun dapat terdengar jelas oleh Flower.
__ADS_1
"Aku sudah menginginkanmu sejak lama." Jawab Flower jujur dengan wajah polosnya.
Malik tentu saja dibuat senang mendengarnya. Tapi ia pun teringat pada satu hal. "Tapi aku takut menyakiti anak kita. Kandunganmu masih belum kuat." Ucap Malik mengungkapkan kekhawatirannya selama ini.
"Dia sudah kuat. Dokter sudah mengatakannya padaku." Jawab Flower.
"Maksudmu?" Malik dibuat bingung. Kebingungannya pun dengan cepat terjawab karena Flower menjelaskan jika ia sudah konsultasi dengan dokter kembali tentang kondisi kehamilannya saat ini tanpa sepengetahuan Malik. Mendengar penjelasan istrinya tentu saja membuat Malik merasa senang.
"Lakukanlah. Aku adalah milikmu." Ucap Flower dengan wajah malu-malu.
Malik tak membuang waktu lebih lama setelah mendengar perkataan istrinya. Ia pun dengan cepat kembali melakukan penyatuan bibir mereka dan kali ini melakukannya dengan penuh tuntutan. Flower pun turut membalas perlakuan suaminya karena ia sangat menginginkan sentuhan lebih dari suaminya itu.
__ADS_1
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗