
Setelah berbicara panjang lebar dan memberikan makanan untuk Flower, Rania pun berpamitan untuk pergi karena ia ingin bertemu dengan Kyara. Flower yang kembali ditinggal sendiri di rumah pun merasa jenuh karena tidak tahu harus melakukan apa.
"Ini sungguh membosankan." Keluhnya sambil mengusap perutnya. Flower yang tengah berdiri di depan pintu rumah menghela nafas dan menghembuskan nafas kasar di udara saat melihat lingkungan di sekitarnya sangat jauh berbeda dengan kediaman kedua orang tuanya.
"Kesalahan apa yang telah aku perbuat sehingga aku harus merasakan nasib seperti ini." Ucap Flower merasa tidak nyaman dengan kondisinya saat ini.
Tak berselang lama Flower pun masuk ke dalam rumah dan duduk diam di ruang tamu.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu dari luar rumahnya membuat Flower mengalihkan perhatian ke sumber suara.
"Siapa itu?" Gumamnya lalu bangkit dari duduknya. Flower pun melangkah ke arah pintu dan membukanya.
__ADS_1
"Maaf, kalian siapa?" Tanya Flower menatap dua wanita yang berdiri di depannya.
"Saya Nia dan ini adalah Suci. Kami adalah warga yang tinggal di perumahan ini." Ucap wanita yang bernama Nia sambil mengulurkan tangan pada Flower. Suci pun turut melakukan hal yang sama seperti yang Nia lakukan.
"Maksudnya anda berdua adalah tetangga saya?" Tanya Flower.
Nia dan Suci mengangguk membenarkan. Mereka pun menunjukkan rumah mereka yang berada tidak terlalu jauh dari rumah Flower berada.
"Ayo silahkan masuk dulu." Ajak Flower pada keduanya.
Nia dan Suci mengangguk lalu masuk mengikuti Flower.
"Eh, kenapa repot-repot begini." Flower yang tidak terbiasa mendapatkan hal seperti ini pun merasa sungkan.
"Tidak apa-apa, Nona. Anggap saja ini adalah tanda perkenalan dan pertemanan dari kami." Ucap Suci lembut.
Flower yang mendengarkan perkataan tulus Suci pun tertegun. "Pertemanan..." lirihnya.
__ADS_1
"Benar, Nona. Karena anda adalah warga baru di sini maka kami ingin mengajak anda menjalin pertemanan sesama tetangga dengan kami." Ucap Suci yang dibenarkan oleh Nia.
Flower menatap Suci dan Nia secara bergantian. "Panggil Flower saja, ya." Pinta Flower merasa tidak nyaman dipanggil Nona oleh Suci.
"Baiklah, Flower." Jawab Suci tersenyum.
"Jika ada kesempatan silahkan mampir ke rumah kami. Kami pasti sangat senang dengan kedatangan anda." Pinta Nia lembut.
"Emh, ya. Lain kali aku akan datang ke rumah kalian." Jawab Flower.
Tak lama Nia dan Suci pun berpamitan pada Flower karena mereka ingin melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai di rumah. Flower pun mengantarkan mereka sampai ke depan rumah dan tak lupa mengucapkan terima kasih.
"Mereka sungguh baik sekali. Kenapa warga di sini sangat berbeda jauh dari warga di perumahan Daddy yang terkesan sombong karena tidak pernah mengunjungi satu sama lain." Komentar Flower.
Entah mengapa kini Flower merasa senang karena untuk pertama kalinya mendapatkan teman dari tetangganya yang terlihat baik dan tulus berteman dengannya. Flower pun masuk ke dalam rumahnya lalu membuka makanan yang tadi dibawa Suci dan Nia.
"Makanan apa ini?" Flower menatap aneh sambal terong di depannya yang terlihat sangat sederhana di matany. "Bukankah makanan ini pernah dimakan oleh Mommy?" Gulam Flower kemudian saat mengingat Mommynya pernah memakan makanan yang sama dengan makanan di depannya saat ini.
__ADS_1
***