One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Sering-sering berkunjung


__ADS_3

"Apa kau sangat membutuhkan jawaban itu?" Tanya Malik.


Flower menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Sangat membutuhkannya." Ucapnya.


"Apa kau tidak bisa merasakan saja tanpa harus mendapatkan jawaban dariku?" Tanya Malik lagi.


"Tidak. Kau pikir aku adalah seorang peramal yang bisa membaca isi hatimu?" Tanya Flower balik.


Malik tertawa mendengarnya. "Aku akan menjawabnya setelah melakukan pemeriksaan nanti." Jawab Malik lalu melajukan mobilnya kembali karena rambu lalu lintas sudah menunjukkan warna hijau.


Flower mengerucutkan bibirnya. Merasa kesal pada Malik yang memilih mengulur waktu untuk menjawab pertanyaannya.


"Jangan cemberut begitu. Kecantikanmu jadi berkurang." Ucap Malik setelah menatap wajah kesal Flower.


Flower masih memasang wajah kesalnya. "Biarkan saja. Kau selalu saja membuatku kesal." Jawabnya.


"Benarkah? Bukankah aku sering membuatmu bahagia?" Tanya Malik menggoda istrinya.


"Emh... iya juga. Tapi kau lebih sering membuatku kesal." Jawab Flower.


Malik tersenyum saja mendengarkan perkataan istrinya. Melihat itu membuat Flower semakin kesal karena Malik menghentikan percakapan di antara mereka.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, kini mobil milik Malik nampak memasuki perkarangan rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, Malik pun membawa Flower masuk ke dalam rumah sakit.


"Sepuluh menit lagi jadwal pemeriksaan dimulai." Ucap Flower setelah menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Ya. Kita datang di waktu yang tepat." Jawab Malik karena mereka tidak perlu terlalu lama menunggu. Terlebih Malik sudah melakukan pendaftaran lebih awal hingga Flower mendapatkan nomer antrian pertama.


Flower mengiyakannya. Mereka pun terus melangkah hingga akhirnya masuk ke dalam lift menuju lantai pemeriksaan kandungan berada. Setibanya di lantai ruangan dokter obgyn berada, Flower dan Malik langsung menuju ke depan ruangan dokter yang biasa memeriksakan kandungan Flower.


"Apa tidak ada administrasi yang harus diurus lagi?" Tanya Flower pada Malik setelah mereka duduk di kursi tunggu.


"Tidak ada. Hanya menunggu nomer antrian dipanggil." Jawab Malik.


Tak lama menunggu akhirnya pemeriksaan pun dimulai. Flower segera masuk ke dalam ruangan dokter setelah namanya dipanggil oleh perawat untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


"Selamat pagi, Dokter." Ucap Flower sambil mengulur tangan pada dokter yang memeriksanya.


Dokter itu menerima uluran tangan Flower. "Pagi, Nona Flower. Tuan Willam." Jawabnya.


Malik pun turut melakukan hal yang sama seperti apa yang Flower lakukan.


Setelah berbincang sejenak dengan dokter obgyn, Flower pun diminta untuk naik ke atas ranjang.

__ADS_1


"Bagaiman Dokter?" Tanya Flower saat Dokter melihat ke arah layar monitor yang memperlihatkan bentuk bayinya di sana.


"Semuanya sehat dan sempurna dan saat ini kepala janin saat ini sudah berada di bawah." Jawab Dokter lalu menjelaskan satu persatu bagian yang ada di layar monitor.


"Jadi apa saya bisa melahirkan dengan normal, Dokter?" Tanya Flower setelah mendengarkan penjelasan dari Dokter.


"Jika tidak ada kendala sampai hari persalinan tiba, anda bisa melahirkan dengan normal, Nona. Oh iya, untuk membantu persalinan normal anda dan suami sudah bisa melakukan ritme hubungan suami-istri dalam jangka waktu cukup lama, ya." Ucap Dokter seraya tersenyum.


"Maksud Dokter boleh sering-sering berkunjung?" Tanya Flower sedikit keras.


Dokter pun mengangguk mengiyakannya.


"Kau dengar itu, Malik? Kita boleh sering-sering melakukannya. Baby pasti akan senang sering dikunjungi olehmu." Ucap Flower begitu bersemangat pada Malik tanpa memperdulikan wajah merah Malik saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2