One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Sebuah rencana


__ADS_3

"Sial! Kenapa mereka bisa terlihat sangat bahagia di tengah kekecewaanku?" Ucap Emila dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Emila terus menatap interaksi antara Flower dan Malik hingga akhirnya terhenti saat rambu lalu lintas sudah menunjukkan warna hijau.


Emila pun memilih mengikuti mobil Malik dari belakang karena merasa penasaran kemana Malik dan Flower akan pergi saat ini. Sepuluh menit berlalu, mobil milik Malik nampak memasuki parkiran restoran mewah yang sampai saat ini tidak Emila ketahui siapakah pemiliknya.


"Kau sungguh berbeda, Malik. Saat bersamaku dulu kau bahkan tidak memiliki waktu untuk mengajakku makan di restoran mewah seperti ini. Tapi bersamanya? Kau mau menghabiskan waktumu bersamanya?" Ucap Emila sambil menangis. Rasa sesak yang sejak tadi ia rasakan akhirnya pecah juga lewat tangisannya.


Emila memilih menatap interaksi keduanya dari dalam mobilnya hingga masuk ke dalam restoran. Dapat dilihat dengan jelas oleh Emila bagaimana Malik memperlakukan istrinya itu sangat manis bahkan tidak malu mengelus perut Flower sambil masuk ke dalam restoran.


"Kau bukan lagi Malik yang aku kenal. Kau berubah saat bersamanya." Ucap Emila. Tak kuasa menahan rasa sakitnya saat ini, Emila memilih meninggalkan perkarangan restoran dan melajukan mobil miliknya menuju rumahnya berada.


Sedangkan Malik dan Flower yang sudah berada di dalam restoran nampak tengah berjalan ke arah ruangan VIP berada karena Malik berniat mengajak istrinya makan di dalam ruangan VIP saja agar tidak ada yang melihat interaksi mereka saat sedang makan nanti.


"Malik, aku masih merasa tidak percaya jika restoran ini adalah milikmu." Ucap Flower jujur pada Malik.


"Apa karena aku tidak pantas memilikinya?" Tanya Malik.

__ADS_1


Flower menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu. Maksudku di tengah kesibukanmu menjadi asisten Kak Rey kau masih bisa menjalankan bisnismu ini." Ucap Flower.


Malik tersenyum tipis mendengarnya. "Kita hanya perlu pandai membagi waktu agar bisa mencapai apa yang kita inginkan." Jawab Malik.


Flower tersenyum mendengarnya. "Apa masih ada lagi asetmu yang lain yang tidak aku ketahui?" Tanya Flower. Karena mungkin saja Malik memiliki bisnis lain selain restoran bukan? Pikirnya.


"Ya. Jika ada waktu aku akan membawamu pergi ke tempat bisnisku yang lain." Jawab Malik jujur. Ia tidak ingin lagi menutupi apapun pada istrinya itu.


"Apa itu?" Flower merasa penasaran namun Malim hanya diam seakan tidak mau menjawabnya.


Malik mengangguk mengiyakannya.


"Oh ya, Malik, bagaimana setelah pemeriksaan besok kita melanjutkan membeli perlengkapan bayi untuk Baby? Aku rasa barang-barang yang di rumah belum lengkap untuk Baby." Ajak Flower.


Malik terdiam beberapa saat.

__ADS_1


"Kenapa kau diam?" Tanya Flower bingung.


"Tidak ada. Aku akan menemanimu besok. Kita akan pergi membeli perlengkapan bayi untuk Baby." Jawab Malik tanpa berniat mengatakan jika besok siang sebenarnya ia ada janji dengan Rey untuk datang ke rumahnya.


"Baiklah kalau begitu." Flower merasa senang mendengarnya.


Di saat Flower dan Malik tengah merencanakan untuk pergi membeli perlengkapan bayi, di saat bersamaan pula di dalam mobilnya Emila tengah memikirkan sesuatu untuk memisahkan Flower dan Malik dengan caranya sendiri.


"Baiklah, besok aku akan mulai mengikuti kemana wanita itu pergi." Ucap Emila dengan seringaian jahat di wajahnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2