
"Kesalahan apa yang telah kita lakukan sehingga Flow bisa bersifat konyol seperti itu." Ucap Dad William dengan wajah frustasi.
Mom Rania mengangkat kedua bahunya. "Entahlah. Mungkin saja sikapnya seperti itu karena efek dari mengandung sampai melahirkan." Jawab Mom Rania asal.
Dad William mendengus. "Banyak wanita hamil dan wanita menyusui yang aku temukan tapi tidak ada yang seperti putri kita." Ucap Dad William.
Mom Rania sontak menatap pada suaminya. "Jangan menyalahkan putri kita. Salahkan saja dirimu yang selalu menghambat pertemanannya sejak kecil. Kau selalu saja menyuruh seseorang untuk mengikuti Flower sehingga perteman Flower tidak luas." Ucap Mom Rania ketus.
Dad William ingin membantah perkataan Mom Rania namun niatnya ia urungkan saat melihat wajah tak bersahabat istrinya itu.
"Iya, aku yang salah." Ucap Dad William memilih mengalah.
"Menang kau bersalah." Jawab Mom Rania ketus.
Kenapa dia jadi marah padaku? Ucap Dad William dalam hati merasa aneh dengan kemarahan istrinya itu saat ini.
*
Berita kelahiran cucu pertama dari William Arnold pun akhirnya terdengar oleh Bu Asma yang sedang melihat sosial medianya malam itu. Setelah mengetahui jika Flower sudah melahirkan, Bu Asma pun berniat untuk menjenguk Flower dan bayinya ke rumah sakit keesokan harinya.
__ADS_1
Dan niat itu langsung Bu Asma laksanakan saat keesokan harinya telah tiba. Pagi itu Bu Asma nampak sudah berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Flower dirawat menggunakan mobil milik Emila. Sebelum ke rumah sakit, Bu Asma menyempatkan lebih dulu membeli buah tangan dan kado untuk putri kecil Flower.
"Bolehkah saya masuk?" Pinta Bu Asma pada dua orang pengawal yang sedang berjaga-jaga di depan pintu ruangan rawat Flower.
Pengawal tentu saja tak langsung mengiyakannya karena mereka kenal jelas siapa wanita yang datang saat ini. "Maaf, saya akan meminta izin pada Tuan Malik lebih dulu." Ucapnya.
Bu Asma menghargai keputusan pengawal dan menunggu di luar ruangan.
Malik yang mendengarkan laporan dari pengawalnya jika Bu Asma datang berniat menjenguk Flow dan Baby mereka nampak enggan mengizinkan Bu Asma masuk karena ia takut kedatangan Bu Asma akan membuat istrinya itu kepikiran tentang Emila.
"Biarkan Bu Asma masuk!" Titah Flower tegas pada pengawal Malik.
"Bagaimana, Tuan?" Tanya pengawal pada Malik karena menurutnya keputusan Malik adalah nomer satu.
"Ya, biarkan Bu Asma masuk dan kau ikut masuk bersamanya!" Jawab Malik.
"Baik, Tuan." Jawab Pengawal lalu pamit keluar dari dalam ruangan perawatan.
"Silahkan masuk, Nyonya." Ucap pengawal pada Bu Asma.
__ADS_1
Mendengar ucapan pengawal yang berarti mengizinkannya untuk masuk membuat Bu Asma sangat senang dan akhirnya masuk ke dalam ruangan perawatan Flower.
Melihat Bu Asma masuk ke dalam ruangan perawatannya membuat Flower tersenyum kepada Bu Asma.
"Selamat atas kelahiran putri kalian." Ucap Bu Asma tulus pada Flower dan Malik.
"Terima kasih, Ibu." Jawab Flower sedangkan Malik hanya mengangguk mengiyakannya.
Bu Asma pun memberikan buah tangan dan kado yang ia bawa ke tangan Malik.
"Agh jadi merepotkan Ibu begini." Ucap Flower merasa sungkan pada Bu Asma.
"Tak masalah. Ibu tidak merasa direpotkan." Jawab Bu Asma seraya tersenyum. Senyuman yang dapat Flower lihat sangat tulus Bu Asma berikan kepadanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗