
Beberapa bulan telah berlalu, kini usia kandungan Flower sudah memasuki empat bulan. Di usia kandungannya yang sudah semakin bertambah tak membuat sikap Flower yang suka menyusahkan suami dan daddynya berkurang justru bertambah. Setiap harinya Flower selalu saja membuat tingkah hingga membuat Malik, Dad William dan yang lainnya harus memperbanyak kesabaran karenanya.
Seperti hari ini, Flower kembali membuat tingkah dengan menangis karena mendengar Malik akan meninggalkannya pergi ke luar kota bersama dengan Rey dan Liza. Di ruang tengah terlihat Flower menangis di pangkuan Mom Rania sambil menyebutkan semua prasangka yang ada di dalam benaknya.
"Pokoknya Mommy harus meminta Malik membatalkan kepergiaannya bersama wanita dedemit itu! Flow tidak mau Malik pergi bersamanya karena Flow tahu dia menyukai Malik!" Ucap Flower keras sambil menangis.
Baby yang melihat mommynya menangis pun ikut menangis sambil memukul boneka kelinci yang ada di tangannya ke atas lantai.
"Huwa..." tangisan Baby terdengar semakin keras beriringan dengan tangisan Flower karena Mom Rania tidak memberikan jawaban atas permintaannya.
"Flower jangan bersikap seperti anak kecil begini. Lihatlah Baby jadi ikut menangis." Tegur Mom Rania. Hari ini ia sudah cukup dipusingkan dengan sikap putrinya yang ada-ada saja.
"Baby menangis karena dia tahu Mommynya sedang bersedih dan juga tidak ingin Daddynya pergi bersama wanita itu!" Ucap Flower. Menatap pada putri kecilnya yang kini sedang digendong oleh Suroh.
__ADS_1
"Astaga." Mom Rania sampai menggelengkan kepalanya merasa tak habis pikir dengan sikap putrinya saat ini.
"Mommy ayo kabulkan permintaan Flower. Flow benar-benar tidak tenang jika Malik pergi bersama wanita itu. Flow takut dia nanti menggoda Malik di sana. Hiks..." Flower menghiba-hiba sambil menelusupkan wajahnya di perut Mom Rania.
Mom Rania bingung harus bagaimana. Ia tahu sikap Flower saat ini karena faktor kehamilannya dan ia tahu penyebab Flower sangat takut dengan kepergian Malik dan Liza beberapa hari lagi karena putrinya itu dapat melihat dan merasakan jika wanita yang bernama Liza itu menyukai suaminya.
"Mom... Mom..." Baby yang sejak tadi menangis dan tidak dihiraukan oleh Flower pun mengulurkan tangan pada Flower meminta digendong. Ia bahkan sampai memberontak di dalam gendongan Suroh karena ingin digendong ibunya.
Karena tidak ingin membuat Baby terjatuh, akhirnya Suroh pun menurunkan Baby dan membiarkan Baby merangkak ke arah Flower.
"Astaga Flower..." tak ingin membuat cucunya menyakiti tubuhnya sendiri membuat Mom Rania memindahkan kepala Flower ke atas karpet dan segera mengambil Baby.
"Kau ini benar-benar mengabaikan anakmu!" Ucap Mom Rania kesal pada putrinya.
__ADS_1
Flower masih saja menangis hingga membuat Mom Rania harus menenangkan kedua orang sekaligus. Karena sudah semakin dibuat pusing dengan sikap Flower yang ada-ada saja membuat Mom Rania mengambil keputusan secara sepihak.
"Baiklah, Mommy akan membicarakan hal ini pada Malik nantinya. Mom akan memintanya untuk tidak pergi ke Riau sesuai dengan yang kau inginkan." Ucap Mom Rania.
"Benarkah Mommy?" Tangisan di wajah Flower pun hilang seketika.
Mom Rania menganggukkan kepalanya. Melihat anggukan kepala neneknya membuat Baby yang melihatnya jadi tertawa seolah ikut senang karena Mom Rania mengabulkan keinginan Mommynya.
"Ehe..." tawa Baby sambil memukul wajah Mom Rania.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗