
"Tas milik anda?" Flower menatap wanita itu dengan wajah bingung.
"Ya." Wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bagaimana tas ini bisa menjadi milik anda? Tas ini masih terpajang di sini dan berarti anda belum membelinya." Ucap Flower.
"Ya, tapi saya sudah menginginkannya sejak tadi. Dan saya membiarkannya tetap di sini karena saya ingin melihat tas yang lainnya dulu." Jawab wanita itu dengan lembut namun terdengar menyebalkan di telinga Flower.
"Ck. Mana bisa seperti itu." Flower pun mengambil tas itu. "Jika kau sudah melakukan transaksi untuk tas ini baru kau bisa menyebutkan tas ini adalah milikmu." Tekan Flower. Untuk hal seperti ini seorang Flower tidak mau bersikap kalah. Lagi pula ia memiliki alasan mendasar untuk memiliki tas itu.
"Maaf, Nona. Tapi saya sudah meminta pelayan toko ini untuk menjaganya sampai saya selesai memilih barang yang lainnya tapi pelayan toko yang saya maksud justru berpamitan sebentar untuk ke kamar mandi." Jawab wanita itu.
"Alasan saja. Apa pun itu selagi kau belum melakukan transaksi tas ini bisa dimiliki oleh siapa saja termasuk diriku." Ucap Flower dengan sinis.
__ADS_1
"Flower." Mom Rania yang sejak tadi diam pun menegur putrinya. "Kau bisa memilih tas yang lain saja jika tas ini sudah dimiliki Nona ini." Ucap Mom Rania tak ingin berdebat.
"Tidak bisa, Mommy. Aku sangat menginginkannya. Dan saat ini tas ini sudah berada di tanganku." Ucap Flower.
"Nona, anda bisa mencari tas yang lain seperti yang ibu anda katakan." Wanita yang sedang berebut tas dengan Flower itu terlihat tak mau kalah terlebih ia sudah sangat menginginkan tas itu sejak tadi.
"Ck. Sebaiknya perkataan itu kau balikkan kepada dirimu sendiri." Ucap Flower merasa kesal.
Perdebatan antara Flower dan wanita asing itu akhirnya membuat kepala toko datang menghampiri Flower dan wanita itu.
Flower pun sontak menatap pada kepala toko yang cukup ia kenali itu karena sudah beberapa kali ia berbelanja di toko ini bersama Daddynya.
"Saya menginginkan tas ini." Ucap Flower singkat.
__ADS_1
"Tapi tas ini sudah saya inginkan lebih dulu." Jawab wanita itu.
Kepala toko menatap Flower dan wanita itu secara bergantian. Ia pun cepat tangkap apa yang terjadi antara Flower dan wanita itu saat ini.
"Jika Nona mau kami masih menyediakan model tas yang sama seperti tas yang dipegang Nona ini tapi dengan warna yang berbeda." Tawar kepala toko pada wanita asing itu.
Wanita yang belum diketahui namanya itu sontak menggeleng. "Saya hanya menginginkan tas ini. Tapi jika Nona ini memaksa ingin memilikinya tidak masalah. Kalau begitu saya pamit dulu." Ucap wanita itu lalu pergi dari hadapan Flower dan kepala toko.
"Huh, menyebalkan sekali." Gerutu Flower menatap kepergian wanita itu.
Akhirnya tas yang diinginkan Flower pun berhasil menjadi miliknya. Entah alasan apa yang membuat wanita itu mau mengalah dan pergi begitu saja. Flower pun tidak memperdulikannya.
"Ada apa, Emila? Kenapa wajahmu kesal seperti ini?" Tanya seseorang saat wanita asing itu keluar dari dalam toko dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Aku akan menceritakannya nanti padamu. Sekarang ayo kita pergi." Jawab wanita yang ternyata bernama Emila lalu menarik tangan teman wanitanya pergi dari depan toko.
***