One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Apa kau cemas?


__ADS_3

"Dari mana saja?" Baru saja sampai ke dalam ruangannya, Dad William sudah disambut dengan tatapan tajam Mom Rania.


"Nenek..." Baby menangis sambil mengulurkan kedua tangan mungilnya pada Mom Rania.


Kekesalan Mom Rania pun redam karena kini Baby sudah berada di dalam gendongannya. Dilihatnya cucunya yang sepertinya sudah mengantuk. "Kita makan dulu ya baru tidur." Ucap Mom Rania menenangkan cucunya. Begitulah Baby, ia akan menjadi bayi yang rewel jika sudah lapar dan mengantuk.


"Flower dimana," tanya Dad William karena tidak melihat keberadaan putrinya.


"Dia sudah tidur karena kau terlalu lama kembali." Ketus Mom Rania.


Dad William tertawa takut. Ia segera melangkah ke arah sofa dan duduk di sana. Lebih baik menjauh dari pada terkena amukan dari istrinya.


Mom Rania pun segera membawa Baby ke dalam kamar untuk diserahkan pada Flower karena ia ingin menyiapkan susu dan makanan untuk Baby dan suaminya.


Flower yang tengah tertidur di dalam kamar pun terjaga saat mendengar tangisan putri kecilnya.


"Uwa, Mommy...." rengek Baby.


"Flow, Baby sepertinya sudah lapar. Mom ingin membuatkan susu untuknya dulu." Ucap Mom Rania sambil menyerahkan tubuh Baby ke tangan Flower.

__ADS_1


Flower mengiyakannya lalu mencoba menenangkan Baby sambil menunggu Mom Rania menyiapkan makanan untuk Baby.


"Kita telefon Daddy, ya." Ucap Flower berharap putrinya berhenti menangis setelah melihat wajah ayahnya.


Dan benar saja, setelah panggilan video terhubung dengan Malik dan memperlihatkan wajah tampan Malik membuat Baby langsung berhenti menangis dan berceloteh memanggil nama Daddynya.


Flower pun merasa lega karena putrinya sudah berhenti menangis.


"Kau masih berada di perusahaan Daddy?" Tanya Malik.


Flower mengiyakannya. Tangan Baby pun dengan cepat mengambil ponsel milik Flower dan mengarahkan kamera ke wajahnya.


"No, Baby." Ucap Flower sambil menggoyangkan jari telunjuknya. Ia tidak ingin putrinya itu suka memegang dan memainkan ponsel di umurnya yang masih kecil.


"Kau masih berada di luar perusahaan?" Tanya Flower karena seingatnya Malik tadi berpamitan ingin pergi ke luar bersama dengan Rey.


"Ya, aku masih di luar dan ada Tuan Rey di depanku." Ucap Malik memberitahu.


Sosok yang disebutkan namanya pun tersenyum tipis.

__ADS_1


"Oh..." Flower mengangguk saja. Kini fokus Flower pun beralih pada pintu yang terbuka dan memperlihatkan wajah Mommynya di sana.


"Flow, ayo keluar. Mom sudah menyiapkan makanan dan susu untuk Baby." Ajak Mom Rania.


Flower mengiyakannya lalu mematikan sambungan telefonnya dengan Malik karena tidak ingin mengganggu suaminya itu.


*


Hari-hari berikutnya Flower lewati dengan kasih sayang yang semakin berlimpah diberikan oleh suami, orang tua dan mertuanya kepadanya. Tentu saja kasih sayang yang begitu besar diberikan oleh orang-orang terdekatnya membuat Flower sangat senang dan merasa melewati kehamilan dengan mudah hingga tak terasa sudah memasuki bulan kelahiran bayi keduanya.


"Flower, apa kau tidak merasa cemas dengan persalinan keduamu ini?" Tanya Mom Rania. Ia ingin memastikan jika kondisi mental putrinya baik-baik saja karena selama ini Flower tidak memperlihatkan kekhawatiran sedikit pun di wajahnya di persalinan keduanya ini.


Flower menggelengkan kepalanya karena ia memang tidak merasakan cemas justru tidak sabar menanti kelahiran anak keduanya. Dad William yang melihat dan mendengar interaksi anak dan istrinya pun meneguk salivanya susah payah.


Harusnya yang ditanya seperti itu adalah aku bukan Flower karena aku yang paling tersiksa di persalinannya dulu.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2