One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Apa kau bahagia?


__ADS_3

Namun sayang Flower tidak mendapatkan jawaban apapun dari Mama Kyara karena ia tidak mengetahui dan diberitahu dimana keberadaan Emila saat ini walau ia juga yakin jika suaminya juga mengetahui dimana keberadaan Emila.


"Flower, lebih baik saat ini kau tidak usah lagi memikirkan tentangnya. Tante tahu kau adalah wanita baik yang akan selalu mengingat nasib orang lain, tapi saat ini yang terpenting adalah keluargamu. Perlahan hilangkanlah tentang Emila dari pikiranmu agar fokus perhatianmu hanya tertuju pada keluarga kecilmu saja." Saran Mama Kyara. Bagaimana pun juga ia harus membantu membuat Flower tidak lagi memikirkan Emila sesuai dengan harapan Dad William dan Malik.


"Kau dengar itu Nak? Fokuslah pada keluarga kecilmu saja. Jika kau ingin merasa tenang dengan kondisi Emila saat ini, kau cukup berdoa agar Tuhan memberikan kehidupan yang layak untuknya." Tutur Mom Rania.


Bu Venna yang mendengarkan jika menantunya masih saja memikirkan mantan menantu idamannya itu dibuat terharu karena saat ini ia benar-benar menyadari jika menantunya adalah wanita yang sangat baik yang selalu memikirkan nasib orang lain walau orang itu sudah sangat jahat menyakitinya.


Akhirnya percakapan mereka tentang Emila tak berlangsung lama karena Dad William, Malik dan para pria yang lainnya sudah kembali bergabung bersama mereka.


"Baby sudah tidur?" Tanya Malik saat sudah berada di sebelah Flower. Ia memberikan sedikit usapan lembut di lengan istrinya itu.

__ADS_1


"Sudah. Sekarang sedang dijaga oleh Suroh." Jawabnya.


Malik mengangguk saja dan tak lagi bertanya karena kini telinganya fokus mendengarkan sebuah pertanyaan Rey pada Rachel yang mempertanyakan tentang Zaki. Walau pun Rey berucap pelan namun Malik dapat mendengarnya.


"Rey, kau bisa membahasnya di rumah nanti." Ucap Gerry pelan tak ingin putrinya merasa tertekan mendapatkan pertanyaan dari Rey. Sedikit banyaknya ia mengetahui kekhawatiran Rey saat ini namun ia juga tidak ingin melihat putri sematawayangnya merasa tertekan.


Rey menghela nafas dan akhirnya mengalah untuk mempertanyakannya di lain waktu. Lagi pula ada keluarganya di sini yang bisa saja mendengarkan percakapan mereka. "Kau berhutang penjelasan pada Kakak." Rey berbisik di telinga Rachel hingga membuat tubuh Rachel menegang mendengarnya.


Satu jam kemudian, keluarga kecil Gerry dan Rey pun akhirnya berpamitan kembali ke rumah mereka masing-masing termasuk Bu Venna yang berpamitan pulang karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini.


Flower pun menghargai kewajiban mertuanya dan mempersilahkan mertuanya untuk pulang. Lagi pula sejak kemarin mertuanya itu sudah banyak menghabiskan waktu untuk membantunya dan wajar saja jika saat ini mertuanya sudah ingin pulang dan menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


Kini tinggallah Malik dan Flower di ruang tengah. Sedangkan Mom Rania dan Dad William berpamitan untuk istirahat di kamar mereka yang ada di rumah Malik dan Flower sejenak sebelum nantinya mereka akan bermain bersama Baby di saat putri kecil Malik dan Flower itu bangun.


"Apa kau bahagia hari ini?" Pertanyaan yang sama selalu Malik tanyakan pada istrinya setiap harinya bahkan setiap waktu.


"Sangat bahagia. Berada di dekatmu selalu membuatku bahagia. Apa lagi kau selalu memberikan banyak kebahagiaan untukku. Terima kasih imamku, suamiku tersayang. " Jawab Flower lalu memeluk tubuh Malik.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2