
Setelah cukup banyak pertimbangan akhirnya Flower memilih tidak memakainya malam ini karena ia sudah tidak berniat menggoda suaminya hari ini karena tubuhnya sudah terasa sangat lelah dan letih. Flower pun segera memakai pakaiannya di depan lemari tanpa rasa malu ditatap oleh suaminya itu saat ini. Setelah siap, Flower segera melangkah ke arah Malik berada.
"Ayo kita makan." Ajak Malik.
Flower menganggukkan kepalanya lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan Malik. "Anak kita ingin disuapi olehmu." Ucap Flower pada Malik.
"Baiklah." Jawab Malik menurut lalu mengambilkan makanan untuk Flower.
"Kenapa kau hanya mengambil satu piring saja?" Tanya Flower heran.
"Kita makan satu berdua saja. Jika kurang aku akan menambahnya lagi." Jawab Malik.
Flower tersenyum mendengarnya. Entah mengapa ia merasa suaminya sedang bersikap romantis saat ini.
__ADS_1
Malik pun ikut tersenyum tipis melihat senyuman di wajah istrinya. Ia segera menyuapkan makanan untuk Flower lalu menyuapakan untuk dirinya sendiri. Sepasang suami istri yang sedang makan bersama itu sudah seperti muda-mudi yang sedang dimabuk cinta.
*
Keesokan harinya, Malik berangkat ke perusahaan dengan energi yang sangat penuh karena tadi pagi setelah bangun tidur kembali bercinta dengan istrinya yang kembali menggodanya. Senyuman tipis nampak tak luntur di wajah tampan Malik karena terus membayangkan betapa agresifnya istrinya itu.
Jika keadaan terus seperti ini tentu saja membuat Malik tak bisa menghilangkan bayang-bayang istrinya dari benaknya. Pemikiran Malik pun tak pernah terlintas lagi memikirkan mantan kekasihnya yang bernama Emila itu.
Saat baru saja masuk ke dalam lobby perusahaan, Malik dibuat bingung karena kini banyak mata karyawan yang tengah tertuju kepadanya. Malik pun berusaha mengabaikan tatapan para karyawan itu dan terus melangkah ke arah lift petinggi perusahaan berada.
"Ada apa dengan mereka? Apa ada yang aneh dengan penampilanku saat ini?" Tanya Malik lalu menatap pada kemeja dan celana yang ia gunakan. Tidak ada yang aneh dengan penampilannya saat ini. Ia masih tetap rapi dan gagah seperti biasanya.
Saat menghampiri Liza ke meja kerjanya Malik kembali dibuat bingung melihat Liza yang menatapnya dengan intens.
__ADS_1
"Liza?" Ucap Malik menyadarkan Liza yang terus menatap ke arah wajahnya.
"Agh, ya. Tuan Rey sudah menunggu kita di dalam ruangan rapat, Tuan." Ucap Liza memberi tahu.
"Kenapa cepat sekali?" Tanya Malik bingung karena waktu rapat masih dalam waktu satu jam lagi.
"Tuan Zaki kembali memajukan jadwal pertemuan, Tuan. Rencananya pagi ini setelah rapat Tuan Rey dan Tuan Zaki ingin melihat langsung ke pabrik produksi pembuatan makanan baru, Tuan." Jawab Liza.
Malik mengangguk paham. Ia pun memilih melangkah ke ruangan kerjanya dulu untuk meletakkan tas kerjanya setelahnya baru menyusul Rey ke dalam ruangan rapat.
Saat sudah berada di ruangan rapat, Malik kembali dibuat bingung menatap Rey yang tengah menatap ke arah wajahnya dengan intens. Pun dengan Liza yang masih saja menatap ke arah wajahnya.
"Malik, kau terlihat semakin tampan pagi ini dengan hiasan merah itu." Ucap Rey dengan nada menyindir pada Malik.
__ADS_1
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗