One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Jauh berbeda


__ADS_3

Flower sungguh tidak menyangka jika Malik benar-benar membawanya tinggal di rumah sederhana sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan rumah kediaman kedua orang tuanya. Rumah yang Flower tempati saat ini hanya bangunan satu lantai dan hanya terdapat tiga kamar tidur di dalamnya.


"Kau benar-benar ingin membawaku hidup susah ya?" Tanya Flower dengan wajah kesal pada Malik yang baru saja masuk ke dalam rumah sambil membawa koper milik Flower.


"Tidak." Jawab Malik singkat.


"Tidak? Apanya yang tidak? Kau membawaku tinggal di rumah sempit sangat jauh berbeda dengan rumah kedua orang tuaku!" Cecar Flower.


"Jika kau merasa keberatan kau bisa pindah dari sini." Jawab Malik.


"Kau..." Flower yang sangat merasa kesal dengan jawaban Malik hanya bisa menghentakkan kakinya di atas lantai. Percuma saja ia menolak tinggal di rumah Malik saat ini karena ia yakin penolakannya tidak berarti apa-apa untuk Malik.


"Istirahatlah. Aku akan membereskan barang-barang ini." Ucap Malik.

__ADS_1


"Memang harusnya seperti itu." Jawab Flower lalu melangkah ke arah sofa yang berada di dekat pintu masuk rumah.


Malik pun tak lagi bersuara karena kini ia sudah mulai bekerja membereskan barang-barang mereka bersama pelayan yang dibawanya tadi.


Sedangkan Flower yang sudah duduk di atas sofa nampak mengedarkan pandangan menatap isi rumah yang dapat ia jangkau dengan matanya.


"Ini sungguh gila. Rumah ini bahkan lebih kecil dari rumah Nenek yang ada di kampung." Gerutu Flower. "Bagaimana bisa aku tinggal dengan nyaman di rumah seperti ini? Untuk bernafas saja aku sudah merasa sesak!" Lanjut Flower kemudian.


Satu setengah jam berlalu, Malik dan pelayan telah selesai membereskan barang-barang yang mereka bawa dari rumah dan menatanya di dalam rumah. Dilihatnya oleh Malik Flower yang masih duduk di atas sofa nampak sibuk dengan ponsel di tangannya.


"Apa kau ingin mengantarkan Bibi pulang?" Tanya Flower.


"Tidak. Bibi akan dijemput oleh sopir di rumah Daddy." Jawab Malik.

__ADS_1


"Lalu untuk apa kau pergi?" Tanya Flower ketus.


"Ada sesuatu yang ingin aku beli. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Malik lalu melangkah meninggalkan Flower.


"Ck. Sopan sekali dia meninggalkanku begitu saja tanpa menunggu jawaban dariku!" Gerutu Flower merasa kesal pada Malik.


Tak berselang lama pelayan pun ikut berpamitan pada Flower karena sopir sudah datang menjemputnya. Setelah mengantarkan pelayan ke depan rumah, Flower pun kembali masuk ke dalam rumah dan memasuki ruangan yang ada di dalam rumah satu persatu.


"Rumah ini sepertinya baru selesai direnovasi." Ucap Flower sambil menatap perabotan kamar yang terlihat masih baru dan dinding kamar yang terlihat baru selesai dicat ulang.


Flower pun melangkah menuju kamar lain yang ada di dalam rumah. "Apa-apaan ini? Cuma ada satu AC di dalam rumah ini?" Komentar Flower menatap kamar kedua yang tidak terdapat AC bahkan kasur di dalamnya. Flower pun melangkah menuju kamar ketiga dan menemukan hal yang sama seperti kamar kedua.


"Dia itu benar-benar! Jika begini bagaimana bisa aku tidur terpisah dengannya." Gerutu Flower sambil menghentakkan kedua kakinya.

__ADS_1


Flower pun kembali ke ruang tamu sambil menunggu Malik kembali dari luar. Tak berselang lama, Malik nampak telah kembali sambil membawa sebuah plastik berisi susu ibu hamil di dalamnya. Flower yang hendak marah kepada Malik pun seketika mengurungkan niatnya saat pria itu menghampirinya dan memberikan kotak susu hamil itu untuknya.


***


__ADS_2