One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Extra Chapter (Berangkat)


__ADS_3

Keesokan harinya, Malik dan Flower nampak sudah bersiap untuk pergi ke kota B menggunakan mobil milik Malik. Sejak awal bersiap hingga akhirnya ingin naik ke atas mobil, Dad William terus saja memasang wajah masamnya karena tidak terima cucu kesayangannya dibawa pergi oleh anak dan menantunya.


"William, tersenyum atau aku akan mencubit pinggangmu!" Bisik Mom Rania di telinga Dad William.


"Kenapa kau tidak mencubit Malik saja karena dia sudah membawa pergi cucu kita." Jawab Dad William. Tak menyurutkan sedikit pun wajah masam di wajahnya.


"Mommy, Daddy, Flow pamit pergi dulu, ya." Ucap Flower lalu bersalaman dengan Mom Rania.


Dad William pun menyalami Flower dengan terpaksa.


"Apa Mom dan Dad mau tetap tinggal di sini saja selama kami tidak ada?" Tanya Flower. Semenjak kandungannya sudah membesar Dad William dan Mom Rania memang memilih tinggal bersama Flower seperti saat Flower hamil Baby.


"Ya, kami di sini saja. Lagi pula kau pergi hanya sebentar." Jawab Mom Rania.


Flower mengangguk mengiyakannya. Pandangannya pun jatuh pada wajah Dad William yang terlihat tidak bersahabat. "Apa Daddy baik-baik saja?" Tanya Flower.

__ADS_1


"Tentu saja ti—" perkataan Dad William terhenti karena Mom Rania sudah mencubit kecil pinggangnya.


"Tentu saja apa?" Ulang Flower.


"Tidak ada." Jawab Dad William datar sambil menahan sakit.


"Baiklah, kalau begitu Flow pamit dulu." Ucap Flower lalu meminta Suroh untuk masuk ke dalam mobil bersama Baby.


Malik yang sejak tadi hanya diam pun akhirnya ikut berpamitan pada kedua mertuanya. Setelahnya ia masuk ke dalam mobil miliknya dan melajukannya keluar dari perkarangan rumahnya.


"Iya, Tuan Rey sudah menunggu di rumahnya." Jawab Malik.


Flower mengangguk saja. Ia tak lagi bersuara pada Malik karena kini fokusnya tertuju pada Baby yang sedang tertidur di pangkuan Suroh. "Dia cepat kali tertidur jika sudah berada dalam mobil." Ucap Flower seraya tersenyum.


Malik pun ikut tersenyum melihat putrinya dari kaca spion mobil.

__ADS_1


"Jika kau merasa tidak nyaman selama berada di dalam perjalanan kau bisa meminta untuk berhenti." Saran Malik.


"Iya, iya. Kau sudah mengatakannya tiga kali sejak kemarin." Jawab Flower.


Malik memasang wajah datarnya dan itu sudah biasa dilihat oleh Flower.


Mobil milik Malik terus melaju membelah jalanan hingga akhirnya tiba di rumah Rey. Tidak menghabiskan waktu cukup lama di rumah Rey, mobil milik Malik pun kembali melaju menuju kota tujuan mereka.


Selama berada di dalam perjalanan menuju kota B, Flower habiskan dengan tidur di kursi belakang bersama dengan Baby yang kini sudah tidur di kursinya sendiri.


Malik yang melihat istri dan anaknya tengah tertidur pun menahan senyum. Entah mengapa ia sangat senang dengan perjalanan bisnisnya akhir-akhir ini karena sering membawa anak dan istrinya. Di dalam hatinya ia sangat berterima kasih pada Rey yang sudah memberi kesempatan kepadanya untuk membawa keluarganya. Begitu banyak jasa keluarga Bagaskara kepadanya selama ini dan itu tidak mungkin bisa dilupakan oleh Malik.


Kebaikan yang begitu besar diberikan keluarga Bagaskara kepadanya itulah yang membuatnya selama ini sangat nyaman bekerja di perusahaan Bagaskara dan memilih tidak meninggalkan pekerjaannya itu walau ia sudah memiliki usaha sendiri yang sangat menjanjikan.


***

__ADS_1


__ADS_2