One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Apa kau mengagumiku?


__ADS_3

Suara deru mesin mobil yang terdengar dari depan rumahnya membuat Flower yang sedang berbaring di atas ranjang seketika bangkit dari duduknya. "Siapa itu? Apa Malik sudah pulang?" Tanyanya. Saat mendengar suara mesin mobil sudah mati, Flower bergegas keluar dari dalam kamar dan membuka pintu rumah.


"Malik." Ucapnya pada pria yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.


Malik menatap datar wajah Flower lalu melangkah mendekatinya.


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Malik menatap wajah Flower yang nampak pucat.


"Memangnya ada apa dengan wajahku?" Tanya Flower dengan kening mengkerut.


"Kau terlihat pucat." Jawab Malik singkat.


"Oh..." Flower mengangguk-angguk.


"Ada apa?" Ulang Malik karena Flower tak menjawab pertanyaannya.


Flower memasang wajah kesal lalu melangkah masuk ke dalam rumah. Malik pun mengikuti langkah Flower dari belakang.


"Aku baru saja muntah." Ucap Flower sambil menjatuhkan bokongnya di atas sofa.

__ADS_1


Malik masih memasang wajah datarnya seolah tidak terkejut mendengar apa yang Flower katakan.


"Besok pagi aku akan membawamu ke dokter kandungan." Ucap Malik kemudian.


"Apa? Membawaku ke dokter kandungan?" Ulang Flower dan diangguki Malik sebagai jawaban. "Ck. Harusnya kau itu menanyakan kenapa aku bisa muntah sebelum kau mau membawaku ke dokter kandungan." Ucap Flower memasang wajah kesal.


"Memangnya ada apa denganmu?" Mendengar perkataan Flower membuat Malik penasaran ada apa dengan istri arogannya itu.


"Kau tahu anakmu ini tidak nyaman tinggal di rumah seperti ini hingga dia memberontak di dalam perutku meminta pindah di rumah yang baru." Ucap Flower.


"Tidak masuk akal." Jawab Malik lalu bangkit dari duduknya.


"Hei! Tidak masuk akal apa maksudmu?" Pekik Flower namun Malik tak menggubrisnya.


Sesaat kemudian Flower pun teringat pada pesan Mommynya jika ia harus menjaga sikap karena kini sedang mengandung. "Baby, maafkan Mommymu." Ucap Flower pada janinnya sambil mengelus perutnya.


Flower pun akhirnya menyusul Malik masuk ke dalam kamar. Saat sudah berada di dalam kamar Flower dikejutkan saat matanya melihat Malik yang sedang membuka baju hingga melihatkan bentuk perutnya yang seperti roti sobek.


Glek

__ADS_1


Flower menelan salivanya susah payah. Sungguh ia hampir saja terpesona dengan bentu tubuh suaminya itu jika saja ia tidak cepat menyadarkan dirinya.


"Kenapa kau diam di situ? Apa kau mengagumi tubuhku?" Tanya Malik datar.


"Ck. Jangan bermimpi. Aku tidak mengagumimu. Lagi pula untuk apa aku mengagumimu karena tubuhmu itu sangat jelek!" Dusta Flower.


"Benarkah begitu?" Malik masih memasang wajah datar.


Flower pun memilih menatap ke arah lain dari pada harus menjawab perkataan Malik.


Berani sekali dia mengataiku mengaguminya. Gerutu Flower dalam hati menyangkal apa yang tadi ia rasakan.


"Bersiaplah. Nanti malam kita akan pergi makan malam di luar karena sudah tidak ada stok makanan di dalam kulkas." Ucap Malik kemudian.


"Untuk apa makan di luar? Mommy tadi datang dan membawakan makanan cukup banyak untuk kita." Jawab Flower.


Malik terdiam beberapa saat. "Baiklah." Jawabnya kemudian lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Flower.


"Ck. Sopan sekali dia." Flower dibuat kesal karena Malik selalu meninggalkannya begitu saja di saat ia belum selesai berbicara atau membalas perkataannya.

__ADS_1


***


Jangan lupa follow ig Shy @shy1210_ ❤️


__ADS_2