One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kenapa tidak membuatnya?


__ADS_3

"Ayo masuk dulu." Ajak Rania tak ingin menjawab pertanyaan William lebih dulu.


William mengangguk saja lalu mengikuti istrinya masuk ke dalam rumah. Setelah masuk ke dalam rumah William pun kembali mempertanyakan maksud dan tujuan Malik datang ke rumahnya. Rania pun menjelaskan maksud dan tujuan Malik datang ke rumahnya dan mengatakan niatnya yang ingin menginap di rumah Flower dan Malik selama Malik berada di luar kota.


"Kenapa kau hanya diam saja?" Tanya Rania pada William yang tak kunjung menggubris perkataannya.


"Tidak ada." Jawab William singkat.


"Apa kau setuju jika aku menginap di rumah Flower?" Tanya Rania.


"Terserah kau saja. Hari ini cukup melelahkan. Sambil menunggu Hana dan Dika datang sebaiknya aku istirahat lebih dulu." Ucap William lalu bangkit dari duduknya.


Rania memperhatikan gerak-gerik suaminya itu tanpa berniat bertanya lebih jauh kenapa suaminya itu terlihat tidak perduli dengan putrinya.


"Aku tahu kau kecewa. Tapi semua ini terjadi juga karena kesalahan kita." Ucap Rania sambil menatap punggung William yang semakin menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


*


Sore itu Malik terlihat pulang ke kediamannya dengan wajah lelah dan lesu setelah seharian bekerja menggantikan Rey di perusahaan Bagaskara. Saat masuk ke dalam rumah Malik dibuat bingung karena tidak mendapatkan keberadaan istrinya di sana.


"Kemana dia?" Gumam Malik. Malik pun mencari keberadaan Flower ke dalam kamar dan juga dapur. Karena tak melihat keberadaan Flower dimana-mana, Malik pun berinisiatif untuk mencari keberadaan Flower di rumah tetangganya.


"Flower." Ucap Malik memanggil nama istrinya yang sedang asik bercerita dengan Suci dan Nia.


"Malik?" Flower menatap Malik dengan wajah terkejut. Flower pun sontak bangkit dari duduknya lalu menghampiri Malik.


"Kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali?" Tanya Flower masih dengan wajah bingung.


"Sudah jam setengah enam?" Flower tersenyum kaku menatap jam di tangan Malik karena ternyata perkataannya yang mengatakan Malik pulang lebih awal salah karena saat ini memang sudah memasuki jam biasanya Malik pulang ke rumah mereka.


"Tuan Malik maaf ya, karena terlalu asik berbicara bersama kami Flower jadi lupa waktu." Ucap Suci merasa tak enak pada Malik.

__ADS_1


"Tak masalah." Malik mencoba tersenyum namun justru terlihat menyeramkan di mata Suci yang tidak biasa melihat senyumannya.


"Ayo kita pulang." Ajak Malik dan diangguki Flower sebagai jawaban. Sebelum melangkah pulang, Flower berpamitan pada Suci dan Nia dan menjanjikan jika ia akan datang lagi esok hari.


"Apa yang kalian bicarakan sehingga kau lupa waktu seperti ini?" Tanya Malik sambil melangkah tanpa menatap pada Flower.


"Tidak ada." Jawab Flower singkat karena ia tidak ingin menceritakan apa yang baru saja mereka bicarakan.


Malik memilih diam saja tanpa berniat bertanya lebih lanjut. Setelah sampai di dalam rumah, Malik pun memperlihatkan pada Flower makanan yang baru saja ia beli dari luar.


"Apa kau menyukainya?" Tanya Malik.


Flower menatap makanan itu dengan datar. "Aku menyukainya. Tapi kenapa kau membelinya bukan membuatnya?" Tanya Flower.


"Aku akan membuatkannya besok. Hari ini aku tidak bisa membuatnya karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini." Ucap Malik.

__ADS_1


Flower mengangguk saja mengiyakan perkataan Malik walau dalam hatinya saat ini ia tidak berselera melihat makanan itu karena bukan makanan yang dibuatkan oleh suaminya.


***


__ADS_2