One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak ingin mengurusnya


__ADS_3

Bu Asma yang merasa sangat terkejut dengan apa yang dilakukan putrinya hanya bisa menggeleng tak percaya dan akhirnya hanya bisa menangis. Setelah menunjukkan sebuah rekaman CCTV pada Bu Asma, orang kepercayaan Malik itu pun segera menyusul Malik masuk ke dalam mobil.


"Gedung tua." Ucap Malik setelah orang kepercayaannya duduk di belakang kursi kemudi.


Pria itu mengangguk lalu melajukan mobilnya menuju sebuah tempat yang diminta oleh Malik.


"Kau tidak boleh memperlakukanku seperti ini Malik!" Ucap Emila keras meminta Malik membuka borgol yang entah sejak kapan sudah meligkar di kedua tangannya.


"Diam!" Bentak Malik hingga membuat Emila terkejut mendengarnya.


"Ma—" Emila menghentikan niatnya untuk berbicara melihat tatapan menghunus tajam dari mata Malik.


Selama berada di dalam perjalanan Emila pun hanya bisa menangis berharap mendapatkan rasa iba dari Malik dan bisa membuat Malik melepaskan dirinya. Namun apa yang diharapkan Emila tidak terwujud hingga akhirnya mereka sampai di sebuah gedung tua.


"Malik lepaskan aku!" Emila meraba-raba sekitarnya dengan kedua tangannya yang diborgol karena kini matanya ditutupi oleh kain oleh pengawal Malik.


Buk

__ADS_1


Emila didudukkan secara kasar di sebuah kursi yang berada di dalam gedung tua.


"Aw..." Emila meringis merasakan sakit pada bokongnya tapi tidak bisa memegang bokongnya yang terasa sakit.


Malik pun meminta pengawalnya untuk membuka penutup mata Emila.


"Malik aku mohon lepaskan aku!" Pinta Emila menghiba.


"Melepaskanmu?" Tanya Malik menatap tajam Emila.


Emila pu menganggukkan kepalanya berharap Malik mau melepaskannya.


"Aku tidak tahu. Itu semua hukuman karena dia sudah merebutmu dariku." Jawab Emila.


"Omong kosong!" Bentak Malik. "Kau masih bisa menyalahkan orang lain di atas kesalahanmu sendiri? Apa kau lupa dengan apa yang telah kau lakukan di belakangku? Aku pikir kau tidak pikun." Lanjut Malik kemudian. Ia kembali mengulang perkataan yang sudah pernah ia ucapkan pada Emila beberapa bulan lalu.


"Aku memang bersalah tapi wanita itu jauh lebih bersalah karena telah merebutmu dariku. Apa kau tahu bagaimana sakitnya aku mengetahui kau sudah menikah bahkan akan memiliki seorang anak? Jika kau ingin menyalahkanku maka salahkan dirimu sendiri yang sudah memberikan cinta begitu besar padaku dulu sehingga kehilangan dirimu membuatku sangat terluka." Ungkap Emila mengeluarkan apa yang dirasakannya selama ini.

__ADS_1


Malik tak merubah ekspresi apapun di wajahnya saat ini. Perkataan Emila seolah tak berarti apa-apa untuknya.


"Aku sudah pernah memberikan kesempatan padamu agar kau bersikap baik pada istriku. Tapi ternyata kesempatan itu tidak kau pergunakan dengan baik. Maka sekarang lebih baik pihak kepolisian yang memberikan ganjaran atas sikap burukmu." Ucap Malik. Rasanya percuma jika ia menggunakan tangannya untuk memperlakukan sebuah hal kotor pada Emila.


"Tidak... aku tidak mau!" Emila memberontak tapi tak membuat dirinya terbebas dari Malik. "Kau lebih memilih wanita murahan itu dari pada diriku. Kau pasti akan menyesal Malik!!!" Pekik Emila.


Malik pun menahan tangannya yang hendak melayang menampar Emila karena sudah berani mengatai istrinya murahan.


"Malik lepaskan aku!!" Pekik Emila saat Malik hendak pergi meninggalkannya.


Malik menulikan telinganya dan terus berjalan keluar dari dalam ruangan penyekapan Emila. Niatnya yang tadi ingin memberikan pelajaran Emila dengan tangannya sendiri ia urungkan karena mengingat istrinya tengah mengandung anak perempuan saat ini dan tidak ingin anaknya nanti mendapatkan balasan atas apa yang ia perbuat saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2