
"Lepaskan aku!" Bentak Malik saat merasa pelukan Flower semakin erat pada tubuhnya.
Flower menulikan telinganya. Ia justru semakin mengeratkan kedua tangannya pada tubuh Malik agar tak terlepas. Dan entah keberanian dari mana, Flower tanpa aba-aba berjinjit lalu menempelkan bibirnya pada bibir Malik.
Deg
Malik seketika bungkam merasakan bibir lembut Flower yang kini menempel pada bibir tebalnya. Pun dengan jantungnya yang mulai berdebar-debar saat merasakan ciuman pertamanya telah diambil oleh wanita yang acap kali membuat darahnya naik setiap bertemu.
"Kak Rey, aku menciummu, aku menciummu." Racau Flower sambil memegang wajah Malik dengan kedua tangannya. Bayang-bayangan wajah Rey yang terlihat samar di matanya membuat Flower tidak sadar jika tadi bukanlah Rey yang telah diciumnya melainkan Malik yang selalu ia anggap sebagai rivalnya selama di perusahaan.
Cup
Untuk yang kedua kalinya Flower menempelkan bibirnya pada bibir Malik. Namun kali ini Flower bukan hanya menempelkannya melainkan juga melu-matnya hingga membuat Malik membulatkan kedua bola matanya.
__ADS_1
Awalnya Malik hendak menolak ciuman yang Flower berikan. Namun karena Flower begitu lembut melu-mat bibirnya membuatnya terbuai dan tanpa sadar membalas ciuman yang Flower berikan. Jangan tanyakan kemana akal sehat Malik saat ini. Yang ada hanyalah hawa naf-su karena salah satu faktor sebelum kedatangan Flower ia baru saja meminum minuman beralkohol yang baru saja dibelinya dari luar.
"Kenapa kau tidak membalas ciumanku?" Racau Flower menepuk-nepuk pipi Malik. Ia merasa kesal karena pria yang dianggapnya Rey hanya diam dan membiarkannya bekerja seorang diri. "Kakak tenang saja saat ini Yura tidak ada di antara kita dan dia tidak akan tahu apa yang kita lakukan saat ini." Lanjut Flower kemudian lalu kembali melu-mat bibir Malik.
Ciuman yang awalnya terasa lembut di bibir Flower kini berubah menjadi ciuman yang lebih menuntut saat Malik tanpa sadar membalas ciuman Flower. Flower yang merasa jika Rey-lah yang menciumnya pun tersenyum di dalam aktivitas mereka. Ia merasa senang karena Rey mau membalas ciumannya yang berarti Rey juga mau membalas perasaannya.
"Aw..." pekik Flower saat merasa bibirnya digigit cukup keras oleh Malik.
Flower yang merasa tak terima karena ciumannya di lepaskan begitu saja bertindak di luar batas dengan menarik handuk yang melilit pinggang Malik hingga membuatnya memekik saat melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Sial!" Umpat Malik merasa malu saat menyadari jika kini ia nampak polos di hadapan Flower.
"Kak Rey..." Flower menahan pergerakan Malik yang hendak memakai kembali handuk di tubuhnya dengan memeluk erat tubuh Malik.
__ADS_1
"Ku mohon jangan abaikan aku untuk malam ini." Pinta Flower dengan lirih. Kedua matanya pun terpejam seakan memohon agar pria yang dipikirnya adalah Rey tak mengabaikannya dan menerima kehadirannya malam ini.
"Ayo kita bersenang-senang. Aku tahu jika Kakak menginginkannya." Ucap Flower dengan parau lalu dengan gerakan cepat berjinjit dan kembali melahap bibir Malik.
Mendengar permintaan Flower yang terdengar menyedihkan di telinganya membuat Malik kembali kehilangan akal sehatnya dan membalas setiap perlakuan yang Flower berikan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1