One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Terlihat seperti wanita penggoda


__ADS_3

"Maksud Ibu?" Tanya Malik yang merasa tidak mengerti maksud perkataan Ibunya.


"Lupakan saja. Sekarang ayo kita makan dulu." Ajak Bu Venna.


Malik mengangguk mengiyakannya begitu pun dengan Flower. Karena sudah mulai mengerti bagaimana tugas istri yang baik sebelum makan seperti saat ini, Flower pun segera membalikkan piring yang ada di depan Malik lalu mengambilkan nasi beserta lauk-pauk untuk Malik.


Tentu saja sikap Flower itu membuat Bu Venna semakin terkejut karena Flower sudah bersikap seperti istri pada umumnya berbeda pada saat Flower makan di rumahnya untuk pertama kalinya satu minggu lalu.


"Terima kasih." Ucap Malik lembut pada Flower.


"Sama-sama." Jawab Flower lembut lalu mengambilkan makanan untuk dirinya.


"Flower, kau harus banyak memakan sayur karena itu baik untuk perkembangan janinmu." Ucap Bu Venna karena Flower hanya sedikit mengambil sayur yang sudah dimasaknya.


"Flower tidak terlalu menyukai sayur, Bu. Setelah makan nanti Flower akan banyak memakan buah-buahan." Jawab Malik.

__ADS_1


Flower pun mengangguk mengiyakan perkataan Malik. Entah mengapa Flower merasa Malik tengah menjaga perasaannya saat ini.


Bu Venna yang mendengarnya pun hanya bisa mengangguk sambil menatap Malik dengan perasaan tak percaya.


Malik, Ibu tahu jika saat ini kau belum mencintai istrimu itu sepenuhnya. Kau bersikap baik kepadanya karena dia sedang mengandung anakmu saja. Ucap Bu Venna dalam hati.


Dua puluh menit berlalu, Malik, Flower dan Bu Venna pun telah selesai menghabiskan makanan mereka masing-masing. Karena tak ingin Ibunya kembali menyindir Flower untuk membereskan piring bekas makanan mereka, Malik pun segera memanggil seorang pelayan di rumah Ibunya untuk membereskan piring bekas makanan mereka.


Bu Venna pun hanya bisa memendam kekesalan dalam hati karena niatnya yang ingin menyindir Flower harus gagal karena ulah putranya.


*


Tidak banyak yang Malik dan Flower lakukan setelah makan malam bersama Bu Venna. Mereka hanya menemani Bu Venna berbicara sebentar di ruang keluarga sambil menonton televisi lalu berpamitan masuk ke dalam kamar karena Malik berkata ingin membersihkan tubuhnya dan ingin istirahat. Tentu saja inisiatif Malik itu membuat Flower merasa senang karena tak harus terlalu lama berada dekat dengan mertuanya itu.


"Apa kau ingin ke kamar mandi lebih dulu?" Tawar Malik pada Flower setelah mereka berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Emh, ya. Aku ingin membersihkan wajahku lebih dulu." Jawab Flower.


Malik mengangguk lalu mempersilahkan Flower untuk masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu.


Flower pun segera masuk ke dalam kamar mandi dengan senyuman penuh arti di wajah cantiknya.


"Baiklah, sepertinya seperti ini lebih baik. Sambil menunggu Malik mandi nanti aku bisa mengganti pakaianku di dalam kamar." Ucap Flower.


Sepuluh menit berlalu, Flower telah keluar dari dalam kamar mandi dan mempersilahkan Malik untuk masuk ke dalam kamar mandi. Setelah melihat Malik masuk ke dalam kamar mandi, Flower tak membuang waktu lebih lama dengan langsung mengambil gaun malam yang sudah ia persiapkan di dalam lemari.


"Baiklah, ayo kita pakai Baby." Ucap Flower sambil mengusap perut buncitnya.


Dengan susah payah Flower memakai gaun malam itu ke tubuhnya yang semakin berisi dan perutnya yang sudah membuncit.


"Kenapa aku terlihat seperti wanita penggoda jika seperti ini." Ucap Flower sambil menatap pantulan tubuhnya di depan cermin.

__ADS_1


***


__ADS_2