
Mama Kyara mengangguk tapi tak menghilangkan rasa khawatir pada Rachel di dalam hatinya. Walau ia percaya jika Rachel bisa menjaga dirinya dengan baik tapi tetap saja sebagai seorang ibu ia tetap mengkhawatirkan jika Rachel bertemu orang yang salah di luar sana.
Setelah hampir tiga jam menghabiskan waktu di rumah Mama Kyara, akhirnya Mom Rania dan Flower pun berpamitan untuk pergi karena Mom Rania ingin mengajak Flower membeli baju daster khusus ibu hamil di butik langganan mereka.
"Apa kita langsung ke butik saja, Mom?" Tanya Flower menatap Mommynya yang saat ini sedang fokus menyetir.
"Ya kita langsung ke butik saja sambil menunggu waktu makan siang." Jawab Mom Rania.
Flower mengangguk saja menyetujui ajakan Mom Rania. Tak lupa ia memberitahu Malik kemana ia dan Mom Rania akan pergi saat ini.
"Mommy, rasanya Flow sudah tidak sabar membeli perlangkapan untuk Baby." Ucap Flower sambil mengusap perutnya yang membuncit.
"Mommy juga tidak sabar untuk membelikannya. Tapi kita tunggu saja sampai usia kandunganmu genap tujuh bulan. Setelah melakukan pemeriksaan, kau sudah bisa membelinya." Saran Mom Rania.
"Baiklah, Malik bilang juga seperti itu." Jawab Flower.
Mom Rania tersenyum lalu kembali fokus pada kemudinya.
__ADS_1
Setelah menempuh dua puluh lima menit perjalanan, akhirnya Mom Rania dan Flower pun tiba di butik langganan mereka. Mom Rania langsung saja membawa Flower menuju deretan baju khusus ibu hamil yang sudah diberitahu oleh karyawan butik.
"Sebenarnya di rumah Malik sudah menyetok cukup banyak baju untuk Flower, Mom." Ucap Flower setelah berada di deretan baju khusus ibu hamil.
"Ya, Mommy tahu. Tapi Mommy ingin membelikanmu untuk kau pakai di rumah kita saat kau menginap di rumah agar kau tidak perlu repot membawa baju dari rumah kalian." Jawab Mom Rania lembut.
"Baiklah, terserah Mommy saja asal Mommy yang membelikannya." Ucap Flower karena ia ingin menghemat uang pemberian dari suaminya. Walau sudah mengetahui jika Malik bukanlah pria sembarangan tapi Flower masih menanamkan untuk tetap hemat di dalam dirinya.
"Kau tenang saja. Daddy sudah mempersiapkan banyak uang untuk Mommy berbelanja hari ini." Kelakar Mom Rania.
Flower tertawa mendengarnya. Tumben sekali Mommynya mau bersikap boros pikirnya.
Saat sudah berada di parkiran resto, pandangan Flower tiba-tiba saja tertuju pada mobil yang terlihat tidak asing di penglihatannya.
"Bukannya itu mobil Rachel? Apa dia sedang berada di sini?" Tanya Flower.
"Flow, ayo." Ajak Mom Rania yang sudah keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Flower mengangguk lalu mengikuti Mom Rania untuk masuk ke dalam resto. Saat sudah berada di dalam resto, Flower dibuat terkejut melihat sosok Rachel kini tengah berada di sana dengan seorang pria yang sangat tidak asing di penglihatannya.
"Mommy!" Flow menahan tangan Mom Rania hingga membuat pergerakan Mom Rania terhenti.
"Ada apa, Flow?" Tanya Mom Rania.
"Mommy, sepertinya kita makan di tempat lain saja. Flow merasa mual masuk ke dalam resto ini." Ucap Flower berbohong.
"Mual?" Mom Rania dibuat bingung mendengarnya.
"Ayo, Mommy!" Flower pun menarik tangan Mom Rania begitu saja karena ia tidak ingin Mom Rania melihat keberadaan Rachel di sana.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.