One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Harusnya aku


__ADS_3

"Kalau begitu Mommy pulang dulu." Ucap Mom Rania.


"Ya, Mom. Hati-hati di jalan." Ucap Flower dan diangguki Mom Rania sebagai jawaban.


Flower menatap nanar mobil Mommynya yang kini tengah melaju melewati dirinya. Rasanya saat ini Flower masih ingin bersama dengan Mommynya namun Flower sadar jika itu tidak mungkin bisa terjadi karena tempat tinggal mereka kini sudah berbeda.


"Ayo kita pulang." Ajak Malik pada Flower.


"Ayo." Jawab Flower lalu melangkah ke arah mobil milik Malik.


Malik pun mengikuti langkah Flower dari belakang hingga akhirnya masuk ke dalam mobilnya.


Selama dalam perjalanan pulang ke rumah, baik Malik maupun Flower saling diam satu sama lain seakan enggan untuk bersuara. Flower larut dalam pemikirannya tentang perkataan Mommynya tadi tentang kewajibannya sebagai seorang istri, sedangkan Malik tidak memikirkan apa-apa karena ia hanya fokus pada kemudinya.

__ADS_1


Empat puluh menit melewati perjalanan, akhirnya mobil milik Malik pun telah tiba di depan kediaman mereka. Malik yang baru saja mematikan mesin mobilnya dibuat tersadar jika kini Flower tengah tertidur dengan mulut yang sedikit terbuka. Terlalu fokus pada jalanan membuat Malik tidak terlalu melihat ke arah istrinya itu.


Malik berpikir beberapa saat bagaimana caranya membangunkan Flower yang terlihat tertidur sangat pulas sedangkan ia merasa tidak tega untuk membangunkannya. Malik pun memilih turun dari dalam mobil lebih dulu untuk membuka kunci pintu rumahnya dan akhirnya mengambil keputusan untuk menggendong Flower masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam kamar Malik dengan hati-hati merebahkan tubuh Flower di atas ranjang. Setelah selesai, Malik tak langsung pergi. Ia memilih menatap wajah istrinya dengan intens lalu menatap pada perut istrinya yang terlihat semakin membuncit.


Tangan Malik pun terulur mengusap perut Flower. "Sehat-sehat di dalam perut Mommymu dan jangan rewel." Ucap Malik pada janin Flower.


Setelah merasa cukup, Malik pun membantu membukakan sepatu yang Flower gunakan agar Flower tidur lebih nyaman dan ranjang mereka tidak kotor. Setelah selesai Malik pun beranjak ke kamar mandi untuk membuang hajatnya yang sejak tadi ia tahan.


*


"Kenapa aku bisa ada di sini? Bukankah tadi malam aku masih berada di dalam mobil?" Ucap Flower sambil mengingat-ingat kejadian tadi malam. Setelah mengingat apa yang terjadi, kini Flower dapat menyimpulkan jika Maliklah yang membawanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Dimana Malik?" Gumam Flower menatap ke arah sekitarnya dan tidak melihat keberadaan suaminya di sana. Flower pun segera turun dari ranjang dan memilih keluar dari dalam kamar dan melangkah menuju dapur karena ia yakin suaminya saat ini tengah berada di dapur sedang membuatkan sarapan untuknya.


"Kau sudah bangun?" Tanya Malik saat menyadari kehadiran Flower di dapur.


"Sudah. Kau sedang memasak apa itu?" Tanya Flower.


"Nasi goreng dan Mie goreng." Jawab Malik sambil terus mengaduk masakannya.


Flower pun teringat dengan perkataan Mommynya jika seharusnya ialah yang memasakkan makanan untuk Malik bukan sebaliknya.


"Harusnya aku yang menyiapkan makanan untukmu bukan sebaliknya." Ucap Flower.


Mendengar perkataan Flower membuat Malik seketika menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke arah belakang.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Malik merasa aneh mendengar perkataan istrinya.


***


__ADS_2