
"Maafkan kesalahan saya, Daddy. Saya akan mengusahakan setelah ini masa lalu saya tidak berani lagi mengusik Flower." Jawab Malik.
Dad William menarik sebelah sudut bibirnya ke samping. "Kau bukan hanya harus mengusahakannya tapi juga harus memastikannya." Tekan Dad William.
Malik menganggukkan kepalanya. Ia mengerti perintah Dad William saat ini adalah keharusan yang harus ia kerjakan.
"Walau saya berjauhan dengan putri saya tapi hati dan mata saya selalu dekat dengan putri saya. Saya tahu kapan dia bersedih dan kapan dia sedang merasa bahagia. Selain itu saya tahu kapan dia merasa terancam." Ucap Dad William.
"Saya mengerti itu, Dad. Sekali lagi maafkan saya karena telah lalai menjaga Flower." Ucap Malik. Kini ia mulai mengerti siapakah orang yang selalu mengikuti Flower akhir-akhir ini.
"Saya tidak membutuhkan permintaan maaf darimu. Yang saya butuhkan hanyalah kau menjaga putri saya dengan baik." Jawab Dad William.
Malik menganggukkan kepalanya. Setelah ini ia harus memberikan peringatan kembali pada Emila dengan lebih tegas agar tak membuat keributan lagi dengan Flower karena peringatannya sebelumya tidak dilakukan dengan baik oleh Emila.
Setelah pembicaraannya dan Dad William tentang Emila selesai, Dad William pun mulai membahas tentang bisnis yang tengah dijalani Malik saat ini. Tentu saja saat Dad William mengatakan jika Flower ingin perusahaan Arnold menjalin kerja sama dengan restoran miliknya membuat Malik sangat terkejut karena ternyata Flower sudah mengetahui siapa pemilik restoran yang sering ia kunjungi.
__ADS_1
"Seharusnya sejak awal kau jujur pada putriku agar putriku tidak mengetahuinya dari orang lain. Tapi tidak masalah, jalan yang kau ambil sudah cukup benar karena bisa membuat Flower berubah sejauh ini. Putri manja saya sudah berubah menjadi wanita yang sederhana dan penurut." Ucap Dad William lalu tersenyum membayangkan sikap manis putri kecilnya saat ini.
Malik hanya diam dengan ekspresi datarnya. Ia mulai memikirkan tentang pertanyaan Flower beberapa waktu lalu yang menanyakan tentang siapakah dirinya sebenarnya.
"Apa saat itu Flower sudah mengetahui siapa pemilik restoran itu?" Sebuah pertanyaan muncul di benak Malik. Tentu saja jawabannya adalah iya karena tidak mungkin Flower bertanya seperti itu jika ia tidak mengetahui kebenarannya.
Setelah berbincang panjang lebar dengan Dad William, akhirnya Malik pun keluar dan menghampiri istrinya di ruang keluarga. Dilihatnya di ruang keluarga Flower tengah tertidur di pangkuan Mom Rania yang sedang asik menonton TV.
"Malik?" Ucap Mom Rania saat melihat Malik sudah berada di dekatnya.
"Emh, ya. Anak Mommy tidur ini." Jawab Mom Rania sambil mengusap kepala Flower. "Apa kau ingin membawa Flower tidur di dalam kamar saja?" Tanya Mom Rania.
Malik menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana kau akan membawanya? Apa Mommy bangunkan saja?" Tawar Mom Rania.
__ADS_1
Malik seketika menggeleng. "Biar Malik menggendongnya ke kamar, Mom." Jawab Malik.
"Tapi... kau akan kesulitan menggendongnya yang sedang hamil. Tubuh Flower sudah semakin besar saat ini." Mom Rania nampak meragu.
Malik pun meyakinkan Mom Rania jika semuanya baik-baik saja. Setelah meyakinkan dirinya akhirnya Mom Rania membiarkan Malik menggendong Flower untuk pergi ke kamarnya dengan menggunakan lift yang baru saja dibuat oleh orang suruhan Dad William satu bulan yang lalu.
"Flower, kau benar-benar beruntung mendapatkan suami sebaik Malik." Ucap Mom Rania berkaca-kaca melihat Malik yang tengah menggendong Flower ke arah lift berada.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1