
Dan benar saja, apa yang Dad William pikirkan terjadi, Flower memintanya untuk datang menghampirinya karena ia ingin mengerjai dirinya. Setelah tersenyum pada Daddynya tadi Flower langsung saja meminta Daddynya untuk makan mangga muda bersama dengan Malik karena ia ingin melihat mereka menikmati mangga muda itu bersama.
"Flower, bukankah kau yang ingin memakan mangga muda ini tapi kenapa sekarang kau meminta Daddy dan Malik yang memakannya?" Dad William melayangkan protes pada putrinya.
"Karena Flow tidak menginginkan memakannya lagi justru hanya ingin melihat Daddy dan Malik yang memakannya." Jawab Flower tanpa rasa bersalah.
Dad William melototkan kedua matanya. Putrinya itu sepertinya benar-benar ingin mengerjai dirinya dan Malik. Walau pun merasa tidak ingin menikmati mangga muda yang ia pastikan asam itu, tapi Dad William tetap menuruti keinginan putrinya karena tidak ingin melihat Flower bersedih dan akhirnya menangis seperti yang sudah-sudah.
Mom Rania dan Bu Venna yang hanya menjadi penonton pun saling menahan tawa melihat Malik dan Dad William yang selalu dikerjai Flower di kehamilan keduanya ini.
"Apa kalian ingin menertawakan kami?" Tanya Dad William menatap besan dan istrinya secara bergantian.
"Ya." Bu Venna dan Mom Rania kompak menjawab dengan jujur. Mendengar jawaban mereka tentu saja membuat Dad William jengkel namun tidak dapat melakukan apa-apa.
__ADS_1
Drama mangga muda hari itu pun selesai saat sore hari telah tiba. Flower yang sudah lelah berpamitan untuk istirahat ke dalam kamarnya sedangkan yang lainnya memilih istirahat sambil bersantai di ruang tamu.
"William, apa kau merasa kesulitan di kehamilan kedua Flower kali ini?" Tanya Mom Rania sambil memijit kaki Dad William yang tadi katanya terasa sedikit sakit/
"Ya. Tapi aku cukup senang karena masih bisa mengabulkan permintaan putri kita." Jawab Dad William. Ia berkata dari hatinya yang paling dalam. Selama ini ia juga ingin memberikan yang terbaik untuk putrinya itu bukan?
Mom Rania tersenyum mendengarnya. Pun dengan Bu Venna yang sedang memangku Baby. "Syukurlah kalau begitu. Aku pikir kau merasa kesulitan dan mungkin enggan untuk datang ke sini lagi." Ucapnya.
Senyuman di wajah Mom Rania semakin lebar mendengarkan perkataan suaminya. "Kau memang ayah yang hebat. Tidak salah aku memilihmu menjadi ayah dari Flower." Kelakar Mom Rania.
"Maksudmu apa? Apa saat hamil Flower kau ingin pria lain yang menjadi ayahnya?" Dad William menatap istrinya itu dengan masam dan bersungut-sungut.
"Hahaha." Mom Rania tertawa. "Tentu saja tidak. Bagaimana pun juga kaulah yang menebarkan bibit Flower dan tidak mungkin aku ingin orang lain yang menjadi ayah anakku. Lagi pula kau tahu bukan jika waktu itu aku sangat tergila-gila kepadamu." Ucap Mom Rania mengingatkan percintaan mereka beberapa tahun yang lalu sebelum Flower hadir ke dunia.
__ADS_1
Dad William pun mengingat bagaimana awal mula mereka bisa menikah karena adanya perjodohan yang tak terduga dan apa saja rintangan yang mereka lewati saat Mom Rania hamil Flower dulu.
"Untung saja saat itu kau tidak pergi meninggalkanku karena Cilla menyebutku ayah kandungnya." Ucap Dad William mengingat tentang keponakannya yang awalnya mengira dirinya adalah ayahnya.
****
Sudah pada baca kisah Dad William dan Rania sebelum menikah sampai menikah belum? Hehe jadi Flash back kan๐
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya๐ค
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ ๐ค
__ADS_1