One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ayah dari anakku


__ADS_3

"Ayo jawab Flower! Kau sedang mengandung saat ini dan anak siapa yang ada di dalam kandunganmu itu?" Dad William kembali bertanya dan lebih memperjelas perkataannya karena Flower hanya diam dengan tatapan bingung.


"A-apa? A-aku mengandung?" Tanyanya terbata. Kedua bola matanya bahkan nyaris keluar dari wadahnya karena sangking terkejutnya.


"Ya. Kau sedang hamil saat ini." Timpal Mom Rania yang mengerti jika putrinya tidak tahu dengan kondisinya saat ini.


Flower semakin terbelalak tak percaya. "Hamil? Tidak, mana mungkin aku hamil." Flower menggelengkan kepalanya tak percaya.


Mendengar perkataan Flower tentu saja membuat Dad William bertambah geram. Ia pun mendekat pada Flower dan memberikan tatapan tajam pada putrinya itu. "Jawab Daddy, Flower. Siapa ayah dari anak itu!" Bentak William.


Tubuh Flower bergetar hebat mendapat bentakan dari Daddynya. Wajahnya yang pucat kini nampak tegang karena takut untuk mengatakan yang sebenarnya pada Daddynya.


"Jawab atau Daddy yang akan mencaritahunya sendiri!" Ancam William.


Flower seketika menggelengkan kepalanya. Ia tidak dapat membayangkan kalau Dad William turun tangan sendiri mencaritahu siapa ayah dari anaknya.

__ADS_1


"Flower, ayo jawab siapa ayah dari anak itu?" Mom Rania yang tengah menangis pun turut mendesak Flower menjawab pertanyaan Daddynya.


"Kurang apa Daddy dan Mommy mendidikmu selama ini? Apa Dad pernah mengajarimu menjadi wanita murahan hingga kau dengan mudahnya memberikan kesucianmu pada pria yang belum berstatus menjadi suamimu?" Intonasi suara Dad William terdengar mulai menurun. Flower dapat menebak jika saat ini Dad dan Mommnya sangat kecewa dengannya.


"Sekali lagi Daddy tanya, siapa ayah dari anakmu itu?" Tanya William.


Flower mengangkat kepalanya yang tertunduk. Saat ini ia tidak punya pilihan lain selain memberitahukan siapakah ayah dari anaknya pada Dad William.


"Dengarkan penjelasan Flo dulu, Daddy." Pinta Flower karena tak ingin Daddynya mengambil kesimpulan dengan cepat setelah ia menjawab siapa ayah dari anaknya.


"Anak ini... anak Flow dan..." Flow memejamkan kedua kelopak matanya karena merasa sangat takut saat ini.


"Dan siapa?!" Bentak William.


"Malik." Lanjut Flower dengan mata yang semakin terpejam erat karena tak sanggup melihat amarah Daddynya.

__ADS_1


"Apa?!" Bukan hanya Dad William dan Mom Rania yang terkejut mendengarnya. Tapi juga Gerry dan Kyara.


"Maksudmu Malik asisten Rey?" Tanya William memastikan.


Flower pun mengangguk membenarkannya.


Setelah mendapatkan jawaban yang jelas dari Flower, Dad William pun melangkah meninggalkan ruangan pemeriksaan dengan langkah lebar.


"Will, kau ingin kemana?" Tanya Gerry namun tak mendapatkan jawaban dari William. Karena sudah dapat menebak kemana sahabatnya itu pergi saat ini, akhirnya Gerry pun berlari menyusul langkah William setelah berpamitan dengan istrinya lebih dulu.


"Daddy..." Flower pun menangis dengan keras setelah kepergian Daddynya. Ia merasa sangat bersalah melihat Daddy yang selalu memanjakannya sejak dulu terlihat sangat kecewa padanya. "A-aku hamil?" Ucap Flower di dalam tangisannya sambil mengelus perutnya yang masih datar.


"Flower, katakan pada Mommy bagaimana bisa kau dan Malik menjalin hubungan sampai sejauh itu?" Tanya Mom Rania yang merasa tidak percaya jika Malik asisten Rey yang terlihat datar dan pendiam itu adalah ayah dari cucunya.


***

__ADS_1


__ADS_2