One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak akan membantumu


__ADS_3

Berita penangkapan Emila akhirnya terdengar juga oleh telinga William yang sedang berada di perusahaannya saat ini. William tersenyum miring melihat menantunya yang cepat tanggap dengan masalah yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Bagus. Kau harus memberikan pelajaran setimpal untuk wanita itu. Dia harus tahu dengan siapa dia sedang bermain-main saat ini." Ucap William dengan tangan terkepal mengingat perbuatan Emila pada putrinya.


Kali ini William memilih tidak turun tangan dan membiarkan Malik yang bekerja. Ia ingin menguji sejauh mana menantunya itu menunjukkan ketegasannya pada mantan kekasihnya itu.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu yang terdengar cukup keras dari luar mengalihkan pandangan William dari ponsel di tangannya. William segera beranjak dari kursi kerjanya dan melangkah ke arah pintu berniat untuk membuka pintu yang tadi sempat ia kunci.


"Gerry?" Ucap William merasa terkejut melihat kedatangan Gerry.


"Bagaimana keadaan Flower saat ini, apa baik-baik saja? Dan bagaimana wanita itu?" Cecar Gerry.


"Flower sudah baik-baik saja. Dia sedang dijaga oleh Rania di rumah." Jawab William.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Lalu bagaimana dengan wanita itu?" Tanya Gerry tertuju pada Emila.


"Dia sedang berada di kantor polisi saat ini." Jawab William.


"Bagus. Memang sudah seharusnya dia mendapatkan balasan yang setimpal. Tidak perlu mengotori tangan kita untuk membalasnya. Biar pihak polisi yang bekerja." Jawab Gerry.


William mengangguk mengiyakannya. "Aku ingin ke kantor polisi sekarang juga." Ucap William.


"Aku akan ikut. Aku ingin melihat wajah wanita yang sudah berniat jahat pada keponakanku." Ucap Gerry cepat.


"Baiklah. Kalau begitu ayo kita pergi." Ajak William dan diangguki Gerry sebagai jawaban.


*


"Tapi semua bukti-bukti ini sudah jelas jika anda melakukan tindak pidana dengan mencelakai Nona Flower." Ucap Polisi tegas.


Emila menggelengkan kepalanya. "Itu tidak benar! Dia saja yang berpura-pura ingin jatuh ke eskalator!" Sangkal Emila.


Pihak kepolisian menatap tegas wanita di depannya saat ini. Sudah terbukti bersalah namun Emila masih saja berusaha menyangkal apa yang terjadi.

__ADS_1


Di saat pemeriksaan masih berlangsung, pihak kepolisian dan Emila dikejutkan dengan kedatangan William dan Gerry yang masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


"Tuan William?" Emila merasa terkejut melihat kedatangan William. Sesaat kemudian ia pun merasa senang merasa mendapat angin segar karena berpikir kedatangan William saat ini bertujuan untuk membantunya keluar dari permasalahannya saat ini.


"Tuan William bantu saya. Kepolisian dan Tuan Malik sudah menuduh saya yang bukan-bukan." Ucap Emila memohon pada William.


Wajah datar William berbubah berang. "Kau bilang apa? Membantumu? Bermimpilah ke langit ke tujuh. Sampai kapan pun saya tidak akan membantu orang yang sudah berbuat jahat pada putri semata wayang saya!" Ucap William dengan tegas.


"Putri semata wayang?" Ulang Emila merasa bingung dengan perkataan William saat ini.


"Harus anda tahu jika wanita yang sudah anda celakai itu adalah anak dari pemilik perusahaan tempat anda bekerja!" Ucap Gerry dengan tegas. Terlihat jelas wajah menahan amarahnya saat ini menatap wanita yang sudah hampir membuat keponakannya dan calon cucunya dalam bahaya.


"A-apa?" Emila tergagap. Ia menggelengkan kepalanya mencoba menyangkal arti perkataan Gerry saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2