
Dan entah kapan itu, kini dress yang menutupi tubuh Flower telah berserakan begitu saja di atas lantai. Tak hanya itu saja, pakaian da-lam yang dikenakan Flower pun turut terbuang begitu saja di atas lantai karena Malik sudah membukanya dan membuangnya dengan asal.
Kini Malik dapat melihat dengan jelas bagaimana bentuk tubuh polos istrinya dan perut buncit istrinya itu terlihat sangat jelas di matanya. "Kau terlihat sangat indah." Ucap Malik sambil mengagumi bentuk tubuh istrinya.
Flower tentu saja merasa malu melihat tatapan mendamba suaminya. Ia pun mencoba menutupi dua aset berharganya dengan kedua tangannya.
"Jangan ditutupi." Malik melepaskan tangan Flower yang berusaha menutupi kedua aset yang sangat ingin ia nikmati saat ini.
Flower menggeleng tanda tak mau melepaskannya. Melihat respon istrinya yang malu-malu membuat Malik kembali bekerja membungkam istrinya dengan sebuah ciuman dan tangannya turut bekerja memberikan sentuhan lembut di tubuh istrinya.
"Ma-malik aku sudah tidak tahan." Ucap Flower terbata saat Malik begitu lihat menyentuh setiap bagian sensitif tubuhnya hingga membuat Flower mengge-linjang tak tertahankan.
__ADS_1
Melihat istrinya yang juga sudah sangat mendambakan dirinya membuat Malik segera memposisikan tubuhnya.
"Malik, aku takut." Lirih Flower. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana rasa sakit saat pertama kali mereka melakukannya walau saat itu Flower tengah mabuk.
"Aku berjanji akan pelan-pelan. Lagi pula kali ini tidak akan terlalu sakit seperti awal kita melakukannya." Ucap Malik lembut.
Jika malam pertama mereka waktu itu dilakukan dengan keadaan Flower tidak terlalu sadar tapi kini mereka melakukannya dalam keadaan sama-sama sadar. Walau saat ini Flower belum bisa meyakinkan dirinya jika Malik telah mencintainya tapi Flower tidak ingin menolak keinginan suaminya itu. Lagi pula bukankah beberapa waktu belakangan ini Flower sangat menginginkan suaminya dan ingin membuktikan jika suaminya adalah pria normal. Jadi saat ini adalah waktu yang tepat untuk Flower mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Malik tunggu!" Flower menahan dada bidang suaminya yang kini hampir semakn rapat dengan tubuhnya.
"Kau belum membuka celana boxermu!" Ucap Flower sambil menatap ke arah inti Malik.
__ADS_1
Mendengar perkataan istrinya membuat Malik segera melihat ke bagian intinya dan benar saja ia belum membuka celana boxernya dan baru membuka celana panjangnya saja. Melihat suaminya yang merutuki kebodohannya membuat Flower menghembuskan nafasnya karena merasa malam kedua mereka dimulai dengan keabsurdan di antara mereka.
*
Beberapa jam berlalu kini Flower dan Malik tengah saling menatap pada langit-langit kamar hotel sambil mengatur nafas mereka yang terasa tidak beraturan. Senyuman manis terkembang di wajah mereka masing-masing saat mengingat apa yang baru saja mereka lakukan. Penyatuan yang sudah lama mereka dambakan akhirnya terlaksana sudah.
"Apa aku menyakitimu dan Baby?" Tanya Malik setelah memiringkan tubuhnya agar kembali menghadap Flower.
Flower menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kau tidak menyakiti Baby tapi kau membuatnya sangat senang karena telah dikunjungi olehmu." Jawab Flower malu-malu.
Malik tersenyum mendengarnya. Tangannya pun terulur mengusap perut Flower yang masih tidak tertutupi kain. "Apa Baby sangat happy? Kalau begitu kita bisa melakukannya beberapa kali lagi agar Baby semakin Happy." Ucap Malik lalu mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗